Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Bendera One Piece Berkibar di Tengah HUT RI, Simbol Perlawanan atau Sekadar Tren?

Bendera One Piece Berkibar di Tengah HUT RI, Simbol Perlawanan atau Sekadar Tren?

  • account_circle Rizky Akbar
  • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Menjelang HUT ke-80 RI, publik ramai membicarakan fenomena unik. Bendera bajak laut dari anime One Piece terlihat berkibar di banyak tempat. Beberapa warga menggantungkannya di depan rumah. Ada juga yang membawanya saat aksi damai.

Simbol tengkorak dengan topi jerami itu dikenal sebagai lambang kelompok Straw Hat Pirates. Meski berasal dari cerita fiksi, banyak orang mengaitkannya dengan semangat perlawanan terhadap ketidakadilan.

“Kami memakai simbol ini bukan karena anime. Tapi karena kami kecewa dengan kondisi negara,” kata Rafi (21), mahasiswa Jakarta.

Bentuk Kritik atau Pelanggaran?

Bendera One Piece tak hanya muncul di media sosial, tapi juga di jalan-jalan kota. Banyak netizen mendukung aksi ini sebagai bentuk kritik damai. Namun, sebagian tokoh menilai tindakan ini berlebihan.

Pemerintah pun merespons. Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa pengibaran bendera non-negara bisa melanggar hukum.

“Masyarakat hanya boleh mengibarkan Merah Putih pada momen resmi negara,” ujar Dirjen Politik Kemendagri, Andi Rahman.

Aturan ini mengacu pada UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera dan Lambang Negara. Pemerintah menyebut pengibaran simbol lain, apalagi sejajar dengan Merah Putih, bisa menurunkan wibawa negara.

Baca juga: Logo HUT ke-80 RI Resmi Diluncurkan, Presiden Tegaskan Semangat Persatuan dan Visi Bangsa

Para pendukung aksi menyebut bendera Jolly Roger sebagai lambang kebebasan. Mereka melihat tokoh Luffy sebagai simbol rakyat kecil yang berani melawan kekuasaan yang menindas.

Pengamat budaya dari UGM, Dr. Maya Suryani, menyebut tren ini sebagai ekspresi sosial. Ia menilai generasi muda menggunakan media visual untuk menyampaikan aspirasi.

“Simbol ini bukan tentang Jepang atau bajak laut. Ini ekspresi frustasi anak muda,” ujarnya.

Tren ini membuka peluang baru. Banyak toko online menerima lonjakan pesanan bendera One Piece sejak akhir Juli. Penjual menjualnya mulai dari Rp15.000 per lembar.

“Biasanya sehari cuma laku 5. Sekarang bisa 50,” kata Arman, penjual aksesoris anime.

Aparat Lakukan Pendekatan

Menjelang 17 Agustus, aparat mulai menyisir wilayah yang mengibarkan bendera selain Merah Putih. Mereka melakukan pendekatan persuasif. Pemerintah meminta masyarakat tetap menghormati simbol negara.

Meski begitu, pengibaran bendera ini mengingatkan bahwa masih banyak suara yang belum tersampaikan lewat saluran resmi. Di tengah euforia kemerdekaan, sebagian rakyat merasa belum sepenuhnya merdeka.

Baca juga: Indonesia dan Vietnam Berebut Emas di Final AFF U-23 2025

  • Penulis: Rizky Akbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada! Ikan Sapu-Sapu Bisa Picu Gangguan Kesehatan

    Waspada! Ikan Sapu-Sapu Bisa Picu Gangguan Kesehatan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Fenomena konsumsi ikan sapu-sapu mulai muncul di sejumlah daerah sebagai alternatif sumber protein murah. Ikan yang biasanya terkenal sebagai pembersih lumut di akuarium dan sungai ini bahkan sempat masyarakat olah menjadi berbagai hidangan. Namun di balik itu, para ahli mengingatkan bahwa ikan sapu-sapu bukanlah pilihan makanan yang aman. Habitatnya yang cenderung berada di […]

  • Dilema Masa Depan, Kuliah atau Langsung Kerja? Ini Jawabannya

    Dilema Masa Depan, Kuliah atau Langsung Kerja? Ini Jawabannya

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Sering kita mendengar ungkapan seperti, “Mark Zuckerberg aja keluar dari kampus bisa sukses,” atau “kuliah juga gak menjamin masa depan.” Namun, ada baiknya kita mengingat bahwa Mark Zuckerberg keluar dari Harvard, salah satu universitas paling bergengsi di dunia. Meskipun benar bahwa kesuksesan tidak selalu ditentukan oleh gelar sarjana, kuliah tetap memberikan banyak manfaat […]

  • Dari Desa ke Kota, Dodongkal Tetap Jadi Primadona Kuliner Tradisional

    Dari Desa ke Kota, Dodongkal Tetap Jadi Primadona Kuliner Tradisional

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Ina haryani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Dodongkal, juga dikenal sebagai dongkal atau awug, menjadi salah satu jajanan pasar khas Betawi dan Sunda yang kini semakin sulit dijumpai. Kudapan ini identik dengan lapisan tepung beras dan gula aren yang dikukus menggunakan cetakan bambu berbentuk kerucut (aseupan). Proses tersebut menghasilkan pola belang unik sekaligus tekstur kenyal yang menggugah selera. Sejarah & […]

  • Dari Sentuhan ke Imajinasi, Sentuhan Urna Wujudkan Museum Inklusif di Jakarta | Doc. Istimewa

    Ketika Museum Tekstil Jakarta Bisa “Dirasakan” oleh Komunitas Tunanetra

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Museum Tekstil Jakarta menghadirkan pengalaman museum yang ramah disabilitas melalui program Sentuhan Urna pada Sabtu (7/2). Peserta LPDP PK-270 menggagas kegiatan ini sejak pukul 09.00 hingga 14.00 WIB dan melibatkan penyandang disabilitas netra dari berbagai komunitas. Program ini bertujuan membuka akses budaya secara lebih merata. Panitia merancang seluruh rangkaian kegiatan dengan pendekatan partisipatif, […]

  • DBD

    Pasien DBD di RSUD Palabuhanratu Sukabumi Meningkat Sejak Awal Tahun 2024

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mengalami peningkatan yang signifikan sejak awal tahun 2024 hingga Maret. Saepul Ramdani selaku Humas RSUD Palabuhanratu mengatakan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan sejak awal Januari hingga Maret 2024. Pada rentang waktu tersebut, jumlah pasien yang dirawat meningkat dari 12 orang pada awal Januari hingga […]

  • Sistem Informasi

    Universitas BSI Kampus Sukabumi Perkuat Implementasi Kurikulum OBE pada Prodi Sistem Informasi

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz– Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi terus memperkuat implementasi Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada Program Studi Sistem Informasi Kampus Kota Sukabumi. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (20/2) pukul 09.00–11.00 WIB melalui Zoom Meeting. Selain itu, para dosen homebase dan dosen pengampu mata kuliah turut berpartisipasi aktif dalam […]

expand_less