Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » 4 Alasan di Balik Anjuran Berbuka Puasa dengan yang Manis

4 Alasan di Balik Anjuran Berbuka Puasa dengan yang Manis

  • account_circle Dilan
  • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Berbuka puasa merupakan momen pada bulan Ramadhan yang dinantikan setiap hari oleh umat muslim seluruh dunia. Salah satu kebiasaan saat berbuka puasa adalah mengonsumsi makaan manis sebagai awal dari memulihkan energi yang hilang selama puasa sepanjang hari.

Berbuka puasa identik dengan makanan dan minuman manis. Ternyata anjuran berbuka puasa dengan yang manis tidak hanya sekadar anjuran Rasulullah saja. Setelah seharian berpuasa tubuh rasanya begitu lemas dan mengantuk sepanjang hari. Tak ada asupan makanan dan minuman yang masuk membuat tubuh harus membakar cadangan kalorinya guna tetap memproduksi energi untuk beraktivitas.

Ada beberapa alasan bahwa berbuka puasa dianjurkan dengan makanan manis, diantaranya:

  1. Dicontohkan oleh Rasulullah

Dalam ajaran Islam, tidak ada dalil yang menganjurkan konsumsi makanan manis saat buka puasa. Namun, ada satu riwayat hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud yang menjelaskan bagaimana Rasulullah berbuka puasa,

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthab). Jika tidak ada ruthab, maka berbuka dengan kurma kering (tamr). Jika tidak ada tamr, maka minum dengan satu tegukan air” (HR. Ahmad, Abu Dawud)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa Nabi mengonsumsi kurma dan air saat berbuka puasa, meskipun tidak secara langsung menganjurkan makanan manis. Beberapa ulama kemudian menganggap kurma sebagai simbol dari makanan manis. Beberapa menafsirkan perintah berbuka dengan kurma bertujuan untuk memulihkan energi yang menurun akibat puasa.

Namun, penting untuk diingat bahwa umat Islam tetap diperbolehkan berbuka puasa dengan makanan manis meskipun tidak ada anjuran langsung dari sunah Nabi Muhammad SAW. Disarankan untuk mengonsumsi takjil manis dengan bijak, dalam porsi yang tidak berlebihan, karena terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

  1. Mengganti Kalori

Mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa dapat menggantikan kalori yang tubuh perlukan. Saat tidak berpuasa, mungkin enggan mengonsumsi makanan manis yang tinggi kalori. Namun, selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan kalori sama sekali selama seharian. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh merasa lemas, kadar gula darah menurun secara signifikan, dan proses produksi energi menjadi tidak optimal.

Oleh karena itu, makanan manis menjadi pilihan yang penting saat berbuka puasa karena dapat memberikan kalori yang tubuh perlukan. Dengan mengonsumsi makanan manis seperti kurma, buah-buahan, atau minuman manis lainnya, tubuh dapat segera mendapatkan energi untuk melaksanakan aktivitas dan ibadah selama bulan Ramadan. Ini membantu menjaga kesehatan dan kekuatan tubuh selama menjalani ibadah puasa.

  1. Memulihkan Kadar Gula Darah

Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan atau minuman selama beberapa jam, menyebabkan kadar gula darah menurun. Ketika berbuka dengan makanan atau minuman manis, seperti kurma atau minuman berisi glukosa, tubuh dapat segera mendapatkan asupan glukosa.

Glukosa merupakan sumber energi utama bagi tubuh, dan tubuh membutuhkannya untuk menjalankan berbagai fungsi penting, termasuk metabolisme dan fungsi otak. Dengan mengonsumsi makanan manis saat berbuka, tubuh dapat segera memulihkan kadar glukosa darahnya, meningkatkan energi, dan memperbaiki kinerja otak setelah berpuasa.

Oleh karena itu, memilih untuk berbuka puasa dengan makanan manis dapat membantu menjaga keseimbangan gula darah dan memastikan bahwa tubuh mendapatkan asupan glukosa yang cukup setelah berpuasa seharian.

  1. Aturan konsumsi makanan manis

Anjuran untuk berbuka puasa dengan makanan manis bukan berarti boleh sembarangan dalam mengonsumsi makanan atau minuman manis. Penting untuk memperhatikan dan mengendalikan konsumsi makanan manis saat berbuka puasa.

Berdasarkan aturan kesehatan, jumlah gula yang masuk ke dalam tubuh perlu dibatasi dengan batas aman sekitar 3 sendok makan atau sekitar 25-30 gram saja. Oleh karena itu, dalam memilih menu makanan dan minuman saat berbuka puasa, lakukan dengan bijak.

Misalnya, jika memilih takjil yang manis seperti kolak, bubur sumsum, atau es cendol, maka asupan glukosa yang masuk sudah cukup. Namun, hindari menambahkan minuman yang terlalu manis seperti es teh manis yang banyak mengandung gula atau racikan sirup kemasan. Dengan memperhatikan aturan konsumsi makanan manis ini, kita dapat menjaga keseimbangan asupan gula dalam tubuh dan menjalani berpuasa dengan lebih sehat dan terkontrol.

Jadi, berbuka puasa dengan makanan manis bukan hanya tentang memuaskan rasa lapar dan haus, tetapi juga merupakan bagian dari tradisi atau anjuran yang memiliki manfaat kesehatan.

Dengan memilih makanan manis yang sehat dan bergizi, kita dapat memastikan bahwa tubuh kita mendapatkan nutrisi yang cukup untuk menghadapi puasa berikutnya dengan semangat dan energi yang tinggi.

Baca juga: Manfaat Mengonsumi Buah Kurma Saat Berbuka Puasa

  • Penulis: Dilan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosialisasi Sisfo CPL

    Sosialisasi Sisfo CPL, Prodi Sistem Informasi UBSI Sukabumi Perkuat Pemahaman Penilaian Berbasis OBE

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Hasna Wulandari
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Sukabumi – Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Sukabumi mengikuti Sosialisasi Sistem Informasi Capaian Pembelajaran Lulusan (Sisfo CPL) pada Kamis (17/9). Kegiatan ini membahas penerapan penilaian berbasis Outcome Based Education (OBE) melalui sistem informasi CPL bagi dosen. Sosialisasi berlangsung dalam dua sesi, yakni pukul 09.00–12.00 WIB dan 15.00–17.00 […]

  • Mobile Legends Magic Chess

    Update Patch Magic Chess 1 Februari, Sistem Baru Magic Crystal!!

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle DDAMDOMM
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Magic Chess telah mengalami update besar semenjak 01 Februari 2024 lalu dan menghadiri berbagai macam sinergi dan hero baru. Update ini membawa warna baru dan juga gameplay baru yang lebih seru dan menarik. Moontoon memunculkan sistem baru bernama Magic Crystal yang menggantikan sistem Star-core. Magic Crystal keluar pada ronde ke 4 sebelum Fate […]

  • Mengapa Wanita Lebih Rentan Osteoporosis dan Bagaimana Mencegahnya?| Sumber: istockphoto

    Mengapa Wanita Lebih Rentan Mengalami Osteoporosis dan Bagaimana Mencegahnya?

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Lusi Mardiana
    • 0Komentar

    Sukabumihitz –  Kesehatan tulang merupakan aspek penting yang sering diabaikan, khususnya oleh wanita. Faktanya, wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena osteoporosis dibandingkan pria, terutama setelah memasuki masa menopause. Osteoporosis menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah akibat berkurangnya kepadatan tulang. Konsumsi Kalsium dan Vitamin D yang Cukup Kalsium merupakan mineral utama pembentuk tulang, sementara vitamin […]

  • Pedagang Sayur Tewas di Perlintasan Rel Parungkuda

    Pedagang Sayur Tewas di Perlintasan Rel Parungkuda

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Vina Agustina
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Pedagang Sayur Tewas di Perlintasan Rel Parungkuda setelah tertemper Kereta Api Pangrango relasi Sukabumi–Bogor Paledang pada Minggu (14/6/2026) sore. Peristiwa tragis tersebut kembali mengingatkan pentingnya keselamatan rel bagi masyarakat yang melintas pada jalur kereta api, terutama pada perlintasan tanpa palang pintu. Korban bernama Asep Yusup (49), warga Kampung Babakanpendeuy, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda. […]

  • Berprestasi di Kancah Nasional, Mahasiswi UBSI Raih Empat Medali Olimpiade Tingkat Nasional

    Berprestasi di Kancah Nasional, Mahasiswi UBSI Raih Empat Medali Olimpiade Tingkat Nasional

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Rizky Akbar
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Dunia akademik UBSI Sukabumi kembali mendapatkan kabar membanggakan. Gracia Vanesa Gamma Putri Wardhana, mahasiswi Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, berhasil meraih empat medali sekaligus pada ajang Kesaktian Pancasila Academic Competition (KPAC) 2025 tingkat nasional. Prestasi ini menunjukkan konsistensinya dalam kompetisi akademik, terutama di tengah persaingan ketat peserta dari berbagai perguruan tinggi. Ajang yang […]

  • ketua

    Piala Asia 2025 di Bogor Jadi Momentum Dorong Woodball Masuk Asian Games

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Anisa Azskia
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Jakarta, Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Woodball Indonesia (PB IWbA) Aang Sunadji menilai penyelenggaraan 13th Asian Cup Woodball Championship 2025 di Bogor menjadi peluang penting untuk mendorong cabang olahraga woodball dipertandingkan di Asian Games. “Piala Asia di Indonesia ini adalah momentum. Kalau ingin membawa woodball ke level lebih tinggi, termasuk masuk ke Asian […]

expand_less