Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Bersama IKOPIN University, ICMI Orwil Jabar Gelar Diskusi Publik Ketahanan Pangan dan Prevalensi Stunting

Bersama IKOPIN University, ICMI Orwil Jabar Gelar Diskusi Publik Ketahanan Pangan dan Prevalensi Stunting

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 31 Agt 2023
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz.com, Jatinangor– Komoditas pangan yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat dan menjadi salah satu industri unggulan berperan penting dalam proses pemulihan ekonomi di Jawa Barat. Namun harga pangan yang merangkak meningkat seiring dengan kondisi ekonomi yang sebelumnya pulih  akibat pandemi juga menjadi faktor utama.

Hal inilah yang menginisiasi Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Jawa Barat bersama Ikopin University sebagai organisasi masyarakat dan perguruan tinggi yang berada dalam wilayah Jawa Barat untuk berkontribusi membantu Pemprov dalam upaya meningkatkan indeks Ketahanan Pangan Jawa Barat, agar mampu melengkapi prestasi-prestasi lainnya yang telah dicapai secara gemilang.

Demikian disampaikan oleh Ketua ICMI Orwil Jabar, Prof. Dr. Ir. H. Sutarman, M.Sc, IPU saat membuka diskusi publik dengan tajuk “Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Menurunkan Prevalensi Stunting Balita dengan Kolaborasi Penthahelic untuk mendukung Akselerasi Jawa Barat Juara Lahir-Batin” di Graha Suhardani IKOPIN University,  Jatinangor, Rabu (30/8/2023).

“Pangan menjadi isu penting di jawa barat. Dengan segala dinamikanya, kita perlu terus berikhtiar mencari solusi terbaik untuk mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin. Kita gak bisa pungkiri bahwa kondisi perekonomian masyarakat di masa pemulihan saat ini memang serba sulit. Selain bahan pangan yang harganya mulai merangkak naik, tingkat pengangguran juga relatif masih tinggi. Ini dampaknya luar bisa. Kami menginisiasi  diskusi ini dengan menghadirkan pakar dan akademisi di IKOPIN University,” ujar Prof Sutarman dalam rilis yang diterima Sukabumihitz.com.

“Kami mengucapkan terima  kasih kepada seluruh narasumber yang sudah berpartisipasi, di  antaranya: 1.Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.Sc (Penasehat Menteri KKP), 2. Prof. Dr. Ir. H. Agus Pakpahan, MS (Rektor IKOPIN University),3. Kombespol dr. Adang Azhar, Sp.F.,DFM (Kabiddokkes Polda jabar), 4. Forkopimda Jabar dan  5. Dr. M. Samsuri, S.Pd., MT (Ketua LLDIKTI IV Jabar dan Banten),” terang Prof.  Sutarman.

Apresiasi juga diberikan kepada Ir. H. Entang Sastraatmaja selaku moderator diksui publik.

Prevalensi Stunting

Usai sambutan Prof. Sutarman, Rektor IKOPIN University Prof. Dr. Ir. H. Agus Pakpahan, MS juga menyebutkan angka prevalensi stunting Provinsi Jawa Barat adalah 20,2%, masih di atas minimum yang ditetapkan WHO, sementara untuk 27 kabupaten/kota memiliki disparitas yang tinggi antara 27,6 hingga 6%.

“Target Provinsi Jawa Barat mencapai 14% pada tahun 2024 patut mendapat dukungan dari semua pihak, agar target tersebut dapat diraih melalui kerjasama multi pihak (penthahelic),” ujarnya.

Prof Agus mengungkapkan bahwa diskusi ini sejatinya bermuara pada gerakan budaya masyarakat yang menghasilkan solusi ketahanan pangan dan stunting diketuai Kepala Kejaksaan Tinggi atau Kapolda Jabar dengan anggota pemegang tugas dan fungsi kesehatan masyarakat di Jawa Barat.

Selain itu, seluruh perguruan tinggi dan lembaga akademis terkait, menjadi lembaga supporting untuk masukan pengetahuan, teknis, dsb yang bersifat substantif termasuk mahasiswanya ikut menjadi bagian gerakan. Dinas-dinas terkait ketahanan pangan dan lembaga kesehatan seperti rumah sakit, dinas kesehatan dan rumah sakit TNI menjadi bagian operasional penanganan stunting.

Sambung Prof. Agus, sinergi juga perlu dilakukan dengan mengajak setiap kelurahan, bahkan RW dibuat dapur umum perbaikan nutrisi untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita.

“Dapur umum dikelola oleh ‘tentara masuk desa’  dibimbing tenaga-tenaga kesehatan dari berbagai lembaga, bekatul dijadikan pangan balita dan ibu hamil, serta ibu sedang menyusui, diolah dan disajikan dalam dapur umum,” terang Prof. Agus.

Terakhir, Prof. Agus berharap diskusi ini tidak sebatas hanya diskusi secara seremoni tapi juga ada gerakan implementatif selanjutnya.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Budaya Riset, Enam Kelompok Hibah Prodi SIA UBSI Sukabumi Paparkan Hasil Penelitian dan PKM 2025 | Doc: Istimewa

    Dorong Budaya Riset, Enam Kelompok Hibah Prodi SIA UBSI Sukabumi Paparkan Hasil Penelitian dan PKM 2025

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Rifa Fitriyani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Sebanyak enam kelompok hibah dari Universitas Bina Sarana informatika Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Sukabumi berpartisipasi aktif dalam kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (28/01) pukul 08.00–14.00 WIB di Universitas Bina Sarana Informatika Sukabumi Kampus A. Agenda ini menjadi bagian penting rangkaian […]

  • 10 Tips Ampuh untuk Mengurangi Mata Minus dan Menjaga Kesehatan Mata

    10 Tips Ampuh untuk Mengurangi Mata Minus dan Menjaga Kesehatan Mata

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Mata minus atau miopia terjadi ketika seseorang kesulitan melihat objek yang jauh dengan jelas. Kondisi ini muncul karena bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu melengkung, sehingga cahaya tidak fokus langsung ke retina. Meski miopia sulit hilang sepenuhnya tanpa prosedur medis seperti operasi, ada beberapa cara untuk mengurangi ketegangan mata, memperlambat perkembangan mata […]

  • Industri Kreatif Digital

    BSI Digination 2025 Motivasi Pelajar Sukabumi untuk Berani Berkarya di Industri Kreatif Digital

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Rizky Akbar
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Keberanian memulai dan kemauan belajar terus-menerus menjadi fondasi utama bagi siapa pun yang ingin berkarya di dunia kreatif. Semangat ini terlihat jelas pada gelaran BSI Digination 2025 di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi pada (3–4/11/2025). Kegiatan berlangsung di Aula Kampus A, Jalan Cemerlang No. 8, Sukakarya, Kota Sukabumi, dan menghadirkan ratusan […]

  • Dropshipping, Affiliate Marketing, atau Content Creator? Temukan Bisnis Digital yang Cocok Buat Kamu!

    Dropshipping, Affiliate Marketing, atau Content Creator? Temukan Bisnis Digital yang Cocok Buat Kamu!

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Rizky Akbar
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Di era digital, membangun bisnis menjadi lebih mudah dan terjangkau. Tanpa perlu modal besar, siapa pun bisa memulai usaha hanya dengan smartphone dan koneksi internet. Tak heran, banyak generasi muda kini tertarik terjun ke dunia bisnis online. Tiga model bisnis yang paling populer saat ini adalah Dropshipping, Affiliate Marketing, dan Content Creator. Masing-masing […]

  • Sah!Katanya…Hadir di Bioskop, Gabungkan Komedi Segar dan Drama Keluarga yang Menyentuh

    Sah!Katanya…Hadir di Bioskop, Gabungkan Komedi Segar dan Drama Keluarga yang Menyentuh

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Film komedi-drama Indonesia terbaru, Sah! Katanya… resmi tayang di bioskop mulai Kamis, 24 April 2025. Tak hanya itu, Loeloe Hendra Komara menyutradarai Sah! Katanya… dengan Nadya Arina, Dimas Anggara, dan Calvin Jeremy sebagai pemeran utamanya. Sinopsis Singkat Film Sah!Katanya… Marni adalah anak bungsu yang merawat orang tuanya di Yogyakarta. Namun, setelah ayahnya tiba-tiba meninggal, Marni […]

  • QODRAT 2

    Qodrat 2 Tembus 1 Juta Penonton, Sajikan Teror Iblis dan Pertarungan Iman yang Mencekam

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Film Qodrat 2 mencetak kesuksesan besar di bioskop! Sejak tayang perdana pada 31 Maret 2025, film garapan Charles Gozali ini berhasil menarik lebih dari 1 juta penonton hanya dalam 10 hari. Pencapaian tersebut menjadikannya salah satu film Indonesia terlaris selama libur Lebaran. Bahkan, film ini bersaing sengit dengan judul-judul nasional populer lainnya seperti […]

expand_less