Di SCAMHAV 2026, Denny Pribadi Soroti Dampak Perlakuan Remaja terhadap Mental Orang Lain
- account_circle Anita Rahmawati
- calendar_month 16 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

SCAMHAV 2026, Denny Pribadi Ajak Remaja Lebih Peduli pada Mental Orang Lain | Doc. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Sukabumi – Setiap orang memiliki pengaruh terhadap lingkungan di sekitarnya. Pengaruh tersebut tidak selalu muncul melalui jabatan atau popularitas, tetapi juga melalui perkataan, tindakan, pertemanan, hingga aktivitas di media sosial.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan Denny Pribadi, selaku Kaprodi Informatika UBSI, saat menjadi narasumber dalam kegiatan SCAMHAV 2026 di Aula BSI Sukabumi, Sabtu (26/9/2026).
Mengangkat tema “Student Care About Mental Health and Violence”, kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum OSIS MPK Kabupaten Sukabumi (FOKSI) ini mengajak peserta memahami kesehatan mental remaja di tengah tekanan prestasi, ekspektasi, dan kekerasan. Dalam materinya, Denny mengajak peserta menyadari bahwa setiap orang memiliki pengaruh terhadap orang lain.
Setiap Orang Punya Pengaruh
Denny menjelaskan bahwa pengaruh tidak hanya dimiliki oleh orang yang mempunyai jabatan atau popularitas. Remaja juga dapat memberikan pengaruh melalui cara berkomunikasi, memperlakukan teman, hingga memberikan respons terhadap orang lain.
Menurutnya, seseorang perlu melihat kembali dampak dari setiap tindakan yang mereka lakukan. Perlakuan yang seseorang anggap sebagai candaan atau hal biasa dapat memberikan dampak berbeda bagi orang lain.
“Saya ingin menyadarkan mereka bahwa kita punya pengaruh terhadap mental orang lain. Jadi, kita perlu melihat apakah perlakuan kita kepada orang lain justru mengganggu kesehatan mental mereka atau tidak,” ujar Denny.
Media Sosial Membentuk Pengaruh Remaja
Pembahasan Denny juga berkaitan dengan kehidupan digital yang semakin dekat dengan remaja. TikTok dan Instagram menjadi bagian dari keseharian yang menghadirkan berbagai informasi, tren, pendapat, dan perilaku.
Menurut materi yang Denny sampaikan, apa yang seseorang konsumsi melalui media sosial dapat memberikan pengaruh terhadap cara berpikir dan berinteraksi. Pengaruh juga dapat muncul melalui unggahan, komentar, maupun respons terhadap konten orang lain.
“Influencer itu bukan soal orang dengan endorsement banyak atau followers banyak. Influencer itu soal pengaruh. Tanpa sadar, sebenarnya kita itu influencer untuk lingkungan kita, mau itu di rumah, di sekolah, atau di ekskul,” ujar Denny.
Karena itu, remaja perlu memahami penggunaan media sosial secara bijak dan memperhatikan dampak dari aktivitas mereka terhadap lingkungan.
Pengaruh Membawa Tanggung Jawab
Denny juga mengajak peserta memahami bahwa setiap pengaruh membawa dampak dan tanggung jawab. Pengaruh tidak hanya berkaitan dengan seberapa banyak orang mengenal seseorang, tetapi juga bagaimana seseorang menggunakan pengaruh tersebut.
Lingkungan pertemanan menjadi salah satu ruang untuk menerapkan sikap tersebut. Kemauan mendengarkan, memberikan dukungan, dan memperhatikan kondisi teman dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih positif.
Bangun Karakter Pemimpin Muda
Selain membahas pengaruh, Denny menghubungkannya dengan pembentukan karakter pemimpin muda. Menurut materi yang ia sampaikan, jabatan dapat berakhir, tetapi karakter tetap seseorang bawa dalam kehidupan.
Denny memperkenalkan lima kualitas yang penting bagi pemimpin muda, yaitu berani, mau mendengar, mau belajar, peduli, dan bisa dipercaya.
Melalui konsep “7 Days: Be the Difference”, peserta juga mendapat ajakan untuk memulai perubahan melalui tindakan sederhana. Memberikan apresiasi, menawarkan bantuan, berani meminta maaf, dan memberikan dukungan dapat menjadi langkah kecil untuk memberikan pengaruh positif.
Melalui SCAMHAV 2026, Denny mendorong remaja agar lebih sadar terhadap pengaruh yang mereka miliki. Setiap tindakan dapat memberikan dampak kepada orang lain, sehingga remaja perlu menggunakan pengaruh tersebut secara bertanggung jawab dan membangun lingkungan yang lebih sehat.
- Penulis: Anita Rahmawati
