Sukarobot Dorong Sekolah Perluas Akses Robotika
- account_circle Eka Safitri
- calendar_month 35 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sukarobot Dorong Sekolah Perluas Akses Robotika | Sumber: Dok. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Sukabumi — Sukarobot mendorong sekolah memperluas akses pembelajaran robotika melalui teknologi terjangkau. Sekolah tidak selalu membutuhkan perangkat mahal untuk mengenalkan robotika kepada siswa. Sebaliknya, guru dapat memanfaatkan simulator, komponen sederhana, serta program pendampingan untuk mulai mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi.
Hal tersebut disampaikan Japar Sidik, Direktur Sukarobot Academy, saat mengikuti Seminar Kemerdekaan Digital yang Universitas BSI Kampus Sukabumi gelar pada Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Inovasi Teknologi untuk Guru Kreatif di Era Digital” dan berlangsung pukul 08.00 hingga 13.30 WIB.
Sukarobot Dorong Sekolah Perluas Akses Robotika
Seminar tersebut menghadirkan Drs. Dadi Afyaman, M.Pd. dan I. Setiawan, M.A. sebagai pembicara utama. Selain itu, kegiatan turut menghadirkan Nurul Ichsan, M.Kom. serta Japar Sidik sebagai narasumber. Japar menjelaskan bahwa Sukarobot Academy menjalankan berbagai program pendidikan yang berfokus pada robotika dan coding untuk anak-anak. Program tersebut mencakup kegiatan ekstrakurikuler, intrakurikuler, hingga pelatihan langsung bagi sekolah.
Menurut Japar, keterbatasan anggaran tidak seharusnya menghentikan sekolah untuk mulai mengenalkan robotika. Karena itu, Sukarobot dapat menyesuaikan bentuk kerja sama sesuai kemampuan sekolah, salah satunya melalui pelatihan bagi guru agar sekolah mampu menjalankan pembelajaran secara mandiri.
“Kalau misalkan ada keterbatasan anggaran, kita kerja sama di antaranya untuk melatih guru-guru. Kita masuk ke sekolah dengan biaya terbatas, kemudian sekolah bisa menyediakan pembelajaran sendiri dan kita support sampai berjalan,” ujar Japar.
Belajar Robotika dengan Teknologi Terjangkau
Japar juga menjelaskan bahwa guru dan siswa dapat memulai pembelajaran robotika tanpa membeli banyak perangkat. Salah satu pilihan yang dapat sekolah manfaatkan yaitu simulator berbasis web seperti Wokwi. Platform tersebut memungkinkan pengguna membuat serta menguji rancangan elektronik dan mikrokontroler secara virtual. Dengan begitu, siswa dapat mengenal konsep robotika terlebih dahulu sebelum sekolah menambah perangkat fisik.
“Sebenarnya tidak harus beli kit yang cukup mahal untuk belajar robotik itu sendiri. Bisa menggunakan simulator dengan bantuan website untuk belajar robotik, salah satunya Wokwi,” jelasnya.
Selain simulator, sekolah juga dapat memanfaatkan komponen dengan harga relatif terjangkau. Menurut Japar, pembelajaran robotika bukan sekadar tentang kepemilikan perangkat canggih. Lebih dari itu, siswa perlu memahami proses merancang dan menerapkan teknologi untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari.
Sukarobot Dorong Kolaborasi Robotika dan IoT
Sukarobot Academy juga memperkuat kolaborasi bersama Universitas BSI melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU. Kerja sama tersebut membuka peluang pengembangan program robotika dan Internet of Things (IoT) bagi mahasiswa. Japar mengatakan mahasiswa dapat mengenal robotika dan IoT sebagai bagian dari pengembangan kemampuan mereka dalam bidang teknologi digital.
“Untuk program terkait pelatihan kepada mahasiswa, mahasiswa bisa mengenal robotik dan juga IoT untuk dihubungkan dengan perkuliahan di kampus, dan juga program-program lainnya yang berkaitan dengan dunia digital dan juga robotika,” tuturnya.
Japar turut mengapresiasi pelaksanaan Seminar Kemerdekaan Digital karena kegiatan tersebut mempertemukan guru dari berbagai sekolah di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari bidang teknologi. Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut sehingga semakin banyak guru memperoleh kesempatan mengenal teknologi.
“Guru-guru yang hadir pesertanya bukan bidangnya, ada dari guru Bahasa Indonesia, PAI dan macam-macam, tapi bisa mengaplikasikan dalam pembelajaran di sekolah,” ungkapnya.
Melalui seminar serta kolaborasi tersebut, Sukarobot berharap semakin banyak sekolah mengenalkan robotika kepada siswa. Guru pun dapat memulai pembelajaran menggunakan fasilitas yang tersedia. Selanjutnya, sekolah dapat mengembangkan sarana teknologi secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
- Penulis: Eka Safitri
- Editor: Vina Agustina
