BeritaPendidikan

Digital Ethics Anti-Bullying untuk Remaja Lewat Edukasi Etika Digital dan HAM

0
×

Digital Ethics Anti-Bullying untuk Remaja Lewat Edukasi Etika Digital dan HAM

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Edukasi HAM di SMP Islam Fathia | Sumber: Dok. Istimewa

Sukabumihitz – Kegiatan Digital Ethics dan Anti-Bullying yang menjadi bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026, dengan tema “Digital Ethics and Human Right: Edukasi Hak Asasi Manusia dalam Islam untuk Mendorong Perilaku Anti-Bullying di Kalangan Remaja.” Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok 4 Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan UBSI di SMP Islam Fathia untuk meningkatkan kesadaran remaja mengenai etika digital serta sikap anti-bullying.

Karena itu, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam membangun karakter positif di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Pengabdian Masyarakat Dorong Kompetensi Digital Siswa SMK

Membangun Kesadaran Remaja melalui Digital Ethics Anti-Bullying

Pada sesi pertama, peserta mempelajari perubahan perilaku remaja akibat perkembangan teknologi digital. Mereka juga memahami risiko seperti ujaran kebencian, cyberbullying, dan penyalahgunaan media sosial. Karena itu, pemateri mengajak siswa berinteraksi secara bertanggung jawab dalam ruang digital.

Kegiatan Edukasi HAM di SMP Islam Fathia | Sumber: Dok. Istimewa

Selanjutnya, mahasiswa memberikan contoh nyata penggunaan media sosial yang beretika. Oleh karena itu, siswa lebih mudah memahami manfaat perilaku digital yang baik dan aman.

Nilai HAM dalam Edukasi Digital Ethics Anti-Bullying

Pada sesi berikutnya, peserta mempelajari hubungan antara Digital Ethics dan nilai hak asasi manusia. Ludra Izmahendra menjelaskan nilai HAM dalam perspektif Islam. Selain itu, siswa mengetahui bahwa menghargai martabat manusia merupakan kewajiban moral yang harus diterapkan sehari-hari.

Diskusi berlangsung interaktif karena siswa menyadari bahwa nilai tersebut relevan dengan pengalaman mereka. Akhirnya, mereka memahami bahwa tindakan bullying bertentangan dengan ajaran Islam.

Digital Ethics dalam Aktivitas Siswa

Kegiatan ini dilengkapi quiz interaktif untuk meningkatkan pemahaman. Selain menjawab pertanyaan, siswa berbagi pengalaman mengenai interaksi digital yang pernah mereka alami. Kemudian, mereka mempraktikkan cara menerapkan etika digital dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya, metode ini mendorong siswa lebih percaya diri menerapkan nilai Digital Ethics Anti-Bullying dalam pergaulan.

Kegiatan Edukasi HAM di SMP Islam Fathia | Sumber: Dok. Istimewa

Baca Juga: Pengabdian Kepada Masyarakat: Sosialisasi Penguatan Cinta Negara untuk Generasi Muda

Perubahan Perilaku Remaja melalui Edukasi Etika Digital

Pada bagian akhir kegiatan, pemateri menekankan pentingnya sikap anti-bullying dalam kehidupan remaja. Selain itu, siswa memahami dampak buruk bullying terhadap kondisi psikologis korban. Karena itu, mereka belajar menunjukkan empati serta rasa hormat dalam pergaulan sekolah.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini memberikan dampak positif dan memperkuat kesadaran sosial siswa. Selain memahami Digital Ethics dan Anti-Bullying, mereka belajar menerapkan etika digital saat berinteraksi di media sosial dan lingkungan sekolah.

Kegiatan Edukasi HAM di SMP Islam Fathia | Sumber: Dok. Istimewa

Akhirnya, kegiatan ini mendorong remaja berani menolak bullying serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan harmonis.