Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Dari Uang Jajan Menjadi Tabungan Masa Depan: Mahasiswa UBSI Beri Edukasi Keuangan SDN Pamoyanan

Dari Uang Jajan Menjadi Tabungan Masa Depan: Mahasiswa UBSI Beri Edukasi Keuangan SDN Pamoyanan

  • account_circle Redaksi Smi
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Uang menempati posisi penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk untuk anak sekolah dasar. Hampir setiap hari, orang tua memberikan uang saku kepada buah hati mereka. Anak menggunakan uang itu untuk membeli makanan, minuman, alat tulis, serta kebutuhan lain sekolah.

Namun, banyak anak belum paham cara mengelola uang saku dengan baik. Mereka cenderung menghabiskan seluruh uang begitu saja tanpa mempertimbangkan manfaat jangka panjang. Akibatnya, kebiasaan konsumtif ini dapat membentuk pola hidup kurang sehat saat mereka dewasa kelak.

Karena itu, kita perlu mengajarkan anak-anak mengelola uang saku sejak usia dini. Pendidikan keuangan tidak perlu menunggu seseorang dewasa atau memiliki penghasilan sendiri. Sebaliknya, pengenalan cara mengatur uang tepat diberikan saat anak masih duduk sekolah dasar.

Mengapa Menabung Penting?

Menabung merupakan bentuk sederhana pengelolaan keuangan yang sangat penting kita ajarkan kepada anak. Melalui menabung, anak belajar arti kesabaran, kedisiplinan, dan menghargai proses meraih sesuatu. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan anak agar tidak menghabiskan seluruh uang miliknya hanya untuk kesenangan sesaat.

Baca juga: Pengabdian Kepada Masyarakat: Sosialisasi Penguatan Cinta Negara untuk Generasi Muda

Sosialisasi

Siswa menjawab pertanyaan tentang pengelolaan keuangan pada kegiatan sehari-hari | Doc: Istimewa

Sosialisasi SDN Pamoyanan

Kemudian, sekelompok mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi menggelar sosialisasi pengelolaan uang saku dengan tema “Uangku Tanggung Jawabku”Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sederhana kepada siswa tentang pentingnya mengelola uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini.

Lebih lanjut, kegiatan sosialisasi berlangsung SDN Pamoyanan, Sukabumi, pada 22 Mei 2026. Vega Jonatha Devi memimpin kegiatan ini sebagai ketua, dengan anggota Elviyana, Sherli Dwi Yuliyanti, Syellomita Dwi Syahla Khaerani, dan Yulia Sapitri. Kami berharap kegiatan ini membawa dampak positif bagi siswa dan membantu mereka memahami pentingnya literasi keuangan sedini mungkin.

Metode Belajar yang Menyenangkan

Selanjutnya, tim mahasiswa tidak sekadar menyampaikan materi secara formal. Mereka justru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mudah diserap anak-anak. Caranya, mereka menggunakan metode interaktif, seperti ice breaking, permainan sederhana, kuis, cerita inspiratif, serta sesi tanya jawab. Dengan begitu, anak-anak tidak merasa bosan dan lebih mudah menangkap pesan penting tentang uang saku.

Hasil yang Diharapkan

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap siswa SDN Pamoyanan mulai menerapkan kebiasaan baik dalam mengelola uang saku. Dengan menyisihkan sebagian uang untuk tabungan, diharapkan terbentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab pada diri anak.

Dengan demikian, sosialisasi “Uangku Tanggung Jawabku” membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran akademik kelas. Pendidikan juga terjadi melalui kegiatan pembentuk karakter dan kebiasaan positif anak. Kesimpulannya, edukasi pengelolaan uang saku merupakan langkah sederhana, namun berdampak besar bagi kehidupan seseorang masa depan.

Dampak Positif bagi Siswa

Selain itu, lewat sosialisasi ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang uang saku dan menabung. Mereka juga belajar tentang tanggung jawab terhadap apa yang mereka miliki. Hasilnya, anak-anak mulai memahami bahwa uang bukan hanya untuk belanja, tetapi juga harus dikelola dengan baik agar memberikan manfaat lebih besar.

Terakhir, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya terlihat dari acara yang berjalan lancar. Yang lebih penting, yaitu pesan dan kebiasaan baik yang dapat siswa terapkan setelah kegiatan usai. Harapannya, ilmu sederhana dari sosialisasi ini menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi lebih bijak, hemat, disiplin, serta bertanggung jawab dalam mengelola keuangan mereka kelak.

Baca juga: Program Studi Sistem Informasi UBSI Sukabumi Gelar Sosialisasi Kurikulum Outcome Based Education

  • Penulis: Redaksi Smi

Rekomendasi Untuk Anda

  • bola voli

    Peran Olahraga Bola Voli dalam Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Neng Merly
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Olahraga bola voli merupakan salah satu olahraga beregu yang populer karena menggabungkan permainan kompetitif dan menyenangkan. Dalam setiap pertandingan, pemain menggunakan kekuatan, kecepatan, koordinasi, serta kerja sama tim. Jika seseorang melakukan olahraga bola voli secara rutin dan dengan teknik yang benar, olahraga ini dapat meningkatkan kebugaran fisik sekaligus menjaga kesehatan mental. Baca Juga […]

  • Kuliah Belum Selesai, Tapi Karier Sudah Mulai Disiapkan

    Kuliah Belum Selesai, Tapi Karier Sudah Mulai Disiapkan

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Mahasiswa masa kini tidak lagi menunggu wisuda untuk mulai memikirkan masa depan. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, banyak mahasiswa mulai menyadari pentingnya mempersiapkan karier sejak masih berada di bangku kuliah. Mereka tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga aktif mencari pengalaman dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Selain […]

  • S1 Plus Akuntansi

    Yuk Gabung S1 Plus Akuntansi UBSI Sukabumi: Dapat 2 Gelar Hemat Waktu dan Biaya!

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Di era persaingan kerja yang semakin ketat, memiliki keunggulan akademik dan keahlian menjadi kunci kesuksesan. Tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, dunia kerja saat ini menuntut lulusan yang siap bekerja dan memiliki kompetensi unggul, Program Studi S1 Plus Akuntansi Universitas BSI Sukabumi menjadi solusi bagi calon mahasiswa yang ingin menghemat waktu dan biaya, sekaligus […]

  • Messi Bikin Sejarah Lagi! Argentina Melaju ke 32 Besar

    Messi Bikin Sejarah Lagi! Argentina Melaju ke 32 Besar

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle M Hilmi Syamsul Mukarrom
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Juara bertahan Argentina kembali menunjukkan kualitasnya di panggung Piala Dunia 2026. Tim berjuluk Albiceleste sukses menaklukkan Austria dengan skor 2-0 pada laga kedua Grup J yang berlangsung di Dallas Stadium, Texas, Selasa (23/6/2026) dini hari WIB. Dua gol sang kapten, Lionel Messi, menjadi penentu kemenangan sekaligus menambah catatan sejarah dalam karier gemilangnya. Meski […]

  • Pembaharuan Kurikulum Sistem Informasi Akuntansi

    Pembaharuan Kurikulum Sistem Informasi Akuntansi

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle Nana
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Universitas BSI terus berkomitmen untuk mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. Pada 15 Agustus 2024, Ketua Program Studi Sistem Informasi Akuntansi dari Kampus Utama dan PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama) mengadakan pertemuan penting untuk pembaharuan kurikulum sesuai dengan tuntutan industri terkini. Fokus pada Penyesuaian Materi Pembelajaran dan Keterampilan Praktis […]

  • Kue Sumatra

    Menjaga Tradisi: Kue Sumatra dari Desa Cibolang Kaler yang Tak Lekang oleh Waktu

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Di tengah gempuran kuliner modern, ada satu kue tradisional yang tetap eksis sejak sebelum Indonesia merdeka. Kue Sumatra, kudapan khas berbahan dasar sagu, terus diproduksi secara turun-temurun oleh warga Kampung Cimahi, Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Kue ini khas dengan warna pink dan putih, terbuat dari sagu, gula pasir, dan kelapa […]

expand_less