BeritaPendidikan

Dari Uang Jajan Menjadi Tabungan Masa Depan: Mahasiswa UBSI Beri Edukasi Keuangan SDN Pamoyanan

8
×

Dari Uang Jajan Menjadi Tabungan Masa Depan: Mahasiswa UBSI Beri Edukasi Keuangan SDN Pamoyanan

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi
Dari Uang Jajan Menjadi Tabungan Masa Depan: Mahasiswa UBSI Beri Edukasi Keuangan SDN Pamoyanan | Doc: Istimewa

Sukabumihitz – Uang menempati posisi penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk untuk anak sekolah dasar. Hampir setiap hari, orang tua memberikan uang saku kepada buah hati mereka. Anak menggunakan uang itu untuk membeli makanan, minuman, alat tulis, serta kebutuhan lain sekolah.

Namun, banyak anak belum paham cara mengelola uang saku dengan baik. Mereka cenderung menghabiskan seluruh uang begitu saja tanpa mempertimbangkan manfaat jangka panjang. Akibatnya, kebiasaan konsumtif ini dapat membentuk pola hidup kurang sehat saat mereka dewasa kelak.

Karena itu, kita perlu mengajarkan anak-anak mengelola uang saku sejak usia dini. Pendidikan keuangan tidak perlu menunggu seseorang dewasa atau memiliki penghasilan sendiri. Sebaliknya, pengenalan cara mengatur uang tepat diberikan saat anak masih duduk sekolah dasar.

Mengapa Menabung Penting?

Menabung merupakan bentuk sederhana pengelolaan keuangan yang sangat penting kita ajarkan kepada anak. Melalui menabung, anak belajar arti kesabaran, kedisiplinan, dan menghargai proses meraih sesuatu. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan anak agar tidak menghabiskan seluruh uang miliknya hanya untuk kesenangan sesaat.

Baca juga: Pengabdian Kepada Masyarakat: Sosialisasi Penguatan Cinta Negara untuk Generasi Muda

Sosialisasi
Siswa menjawab pertanyaan tentang pengelolaan keuangan pada kegiatan sehari-hari | Doc: Istimewa

Sosialisasi SDN Pamoyanan

Kemudian, sekelompok mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi menggelar sosialisasi pengelolaan uang saku dengan tema “Uangku Tanggung Jawabku”Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sederhana kepada siswa tentang pentingnya mengelola uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini.

Lebih lanjut, kegiatan sosialisasi berlangsung SDN Pamoyanan, Sukabumi, pada 22 Mei 2026. Vega Jonatha Devi memimpin kegiatan ini sebagai ketua, dengan anggota Elviyana, Sherli Dwi Yuliyanti, Syellomita Dwi Syahla Khaerani, dan Yulia Sapitri. Kami berharap kegiatan ini membawa dampak positif bagi siswa dan membantu mereka memahami pentingnya literasi keuangan sedini mungkin.

Metode Belajar yang Menyenangkan

Selanjutnya, tim mahasiswa tidak sekadar menyampaikan materi secara formal. Mereka justru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mudah diserap anak-anak. Caranya, mereka menggunakan metode interaktif, seperti ice breaking, permainan sederhana, kuis, cerita inspiratif, serta sesi tanya jawab. Dengan begitu, anak-anak tidak merasa bosan dan lebih mudah menangkap pesan penting tentang uang saku.

Hasil yang Diharapkan

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap siswa SDN Pamoyanan mulai menerapkan kebiasaan baik dalam mengelola uang saku. Dengan menyisihkan sebagian uang untuk tabungan, diharapkan terbentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab pada diri anak.

Dengan demikian, sosialisasi “Uangku Tanggung Jawabku” membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran akademik kelas. Pendidikan juga terjadi melalui kegiatan pembentuk karakter dan kebiasaan positif anak. Kesimpulannya, edukasi pengelolaan uang saku merupakan langkah sederhana, namun berdampak besar bagi kehidupan seseorang masa depan.

Dampak Positif bagi Siswa

Selain itu, lewat sosialisasi ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang uang saku dan menabung. Mereka juga belajar tentang tanggung jawab terhadap apa yang mereka miliki. Hasilnya, anak-anak mulai memahami bahwa uang bukan hanya untuk belanja, tetapi juga harus dikelola dengan baik agar memberikan manfaat lebih besar.

Terakhir, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya terlihat dari acara yang berjalan lancar. Yang lebih penting, yaitu pesan dan kebiasaan baik yang dapat siswa terapkan setelah kegiatan usai. Harapannya, ilmu sederhana dari sosialisasi ini menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi lebih bijak, hemat, disiplin, serta bertanggung jawab dalam mengelola keuangan mereka kelak.

Baca juga: Program Studi Sistem Informasi UBSI Sukabumi Gelar Sosialisasi Kurikulum Outcome Based Education