Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Pakai ChatGPT Buat Nulis Tapi Ada Watermark, Apa Bakal Ketahuan?

Pakai ChatGPT Buat Nulis Tapi Ada Watermark, Apa Bakal Ketahuan?

  • account_circle Ardila Khaylila
  • calendar_month 38 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz.com – OpenAI tengah menyiapkan teknologi watermark tak terlihat untuk teks ChatGPT di Uni Eropa (UE). Teknologi ini memungkinkan organisasi tertentu memeriksa asal tulisan AI tanpa menampilkan label khusus kepada pembaca.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya OpenAI memenuhi ketentuan EU AI Act. ubah kata yang mengandung imbuhan di jadi tidak mengandung imbuhan di
Aturan ini mewajibkan penyedia AI generatif memastikan konten buatan AI memiliki penanda yang dapat mesin baca. OpenAI berencana meluncurkan teknologi ini secara bertahap untuk keluaran teks ChatGPT dan Codex yang memenuhi syarat di wilayah tersebut.

Menurut saya, rencana ini menarik karena perdebatan tentang tulisan AI dan tulisan manusia semakin ramai. Saat ini, banyak orang memanfaatkan AI untuk mengerjakan tugas, menyusun artikel, hingga menyelesaikan pekerjaan sehari-hari. Karena itu, watermark tak terlihat bisa menjadi pendekatan baru untuk mengenali teks buatan AI tanpa mengganggu pengalaman membaca.

Cara Kerja Watermark Tak Terlihat textGrain

OpenAI menyebut teknologi ini sebagai textGrain. Alih-alih menyisipkan karakter tersembunyi atau tanda baca aneh, teknologi ini memengaruhi pemilihan kata dan potongan kata saat model menghasilkan teks.

Pilihan tersebut membentuk pola statistik yang dapat sistem pendeteksi periksa. Dengan cara ini, proses menyalin dan menempelkan teks tanpa mengubah isinya kemungkinan besar tetap mempertahankan watermark.

Selain itu, OpenAI menyatakan bahwa watermark ini tidak menyimpan identitas penulis, informasi organisasi tempatnya bekerja, ataupun prompt yang mereka gunakan.

Sementara itu, pelanggan API OpenAI di seluruh dunia dapat memilih fitur ini pada model yang mendukungnya. Namun, OpenAI tidak mengaktifkan watermark secara otomatis. Perusahaan juga belum berencana membuka alat pendeteksi teks kepada masyarakat umum.

Akurasi dan Keterbatasan Deteksi Teks AI

Untuk sementara, OpenAI akan memberikan akses kepada peneliti dan organisasi ahli yang telah mendapat persetujuan. Perusahaan ingin mengevaluasi keandalan teknologi tersebut sekaligus mengkaji potensi penggunaannya.

Meski begitu, textGrain masih menghadapi sejumlah tantangan. Teks pendek, misalnya, mungkin tidak memiliki cukup kata untuk membentuk pola statistik yang kuat. Selain itu, kode pemrograman, jawaban matematika, dan tulisan faktual cenderung membatasi pilihan kata sehingga sistem lebih sulit menerapkan watermark.

Menurut saya, keterbatasan ini perlu mendapat perhatian. Hasil pendeteksian sebaiknya menjadi petunjuk, bukan bukti mutlak. Tanpa memahami cara kerjanya, seseorang berisiko menuduh orang lain menggunakan AI berdasarkan hasil pemeriksaan yang keliru.

Watermark juga bisa melemah ketika seseorang mengubah teks secara besar-besaran. Penyuntingan, parafrasa, dan penerjemahan berpotensi mengaburkan pola yang sistem tanam sejak awal.

Berdasarkan Code of Practice Uni Eropa untuk konten buatan AI, keluaran di bawah 200 token atau sekitar 150 kata dalam bahasa Inggris serta potongan kode tidak wajib memiliki watermark. Ketentuan ini memperlihatkan bahwa watermark tidak dapat menjelaskan seluruh proses pembuatan tulisan.

Teks yang terdeteksi belum tentu sepenuhnya berasal dari AI. Sebaliknya, ketiadaan watermark juga tidak membuktikan bahwa manusia menulis teks tersebut tanpa bantuan AI.

Sebagai contoh, seorang mahasiswa mungkin hanya menggunakan ChatGPT untuk memperbaiki tata bahasa dalam makalah yang ia tulis sendiri. Hasil deteksi saja tidak cukup untuk mengukur kontribusi AI dalam karya tersebut. Oleh karena itu, penilaian yang adil perlu mempertimbangkan proses pengerjaan dan peran manusia, bukan sekadar mengandalkan satu hasil pemeriksaan.

Pengembangan textGrain dan Pengalaman Sebelumnya

OpenAI menyatakan bahwa pengujian textGrain tidak menunjukkan penurunan kualitas model yang berarti. Teknologi ini juga hanya memberi pengaruh sangat kecil terhadap kecepatan pembuatan teks.

Selain textGrain, OpenAI turut mengembangkan metode penandaan asal-usul konten AI. Metode tersebut melengkapi teknologi untuk gambar dan audio tertentu, termasuk Content Credentials dan SynthID. Namun, berbeda dari sejumlah alat verifikasi gambar dan audio, OpenAI belum akan membuka pendeteksi watermark teks kepada publik.

Upaya ini juga bukan langkah pertama OpenAI untuk mengenali teks buatan AI. Pada 2023, perusahaan menghentikan AI classifier setelah mengakui tingkat akurasinya rendah. Saat peluncuran, alat tersebut hanya berhasil mengenali teks buatan AI dengan benar sekitar 26% selama pengujian.

Kini, textGrain mencoba pendekatan berbeda. Alih-alih menebak asal tulisan berdasarkan gaya bahasa, teknologi ini menanamkan sinyal sejak model menghasilkan teks.

Pada akhirnya, teknologi watermark tak terlihat berpotensi membantu proses identifikasi konten AI. Namun, pengguna tetap perlu memahami batasannya. Menurut saya, hasil deteksi sebaiknya menjadi salah satu bahan pertimbangan, bukan satu-satunya dasar untuk menilai keaslian tulisan atau menentukan kontribusi seseorang. Teknologi ini juga berpotensi membantu mengenali teks dari ChatGPT, tetapi hasilnya tetap perlu penilaian lebih lanjut.

  • Penulis: Ardila Khaylila
  • Editor: Ardila Khaylila

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendakian Gunung Gede Pangrango Resmi Ditutup Sementara Mulai 13 Oktober 2025

    Pendakian Gunung Gede Pangrango Resmi Ditutup Sementara Mulai 13 Oktober 2025

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) menghentikan sementara kegiatan pendakian di seluruh jalur Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mulai Senin, 13 Oktober 2025. Informasi tersebut muncul di akun Instagram resmi @bbtn_gn_gedepangrango pada Sabtu (11/10) sebagai tindak lanjut dari siaran pers Nomor PG.06/T.2/TU/B/10/2025 tentang pengelolaan pendakian. Kebijakan ini mencakup penutupan tiga […]

  • Cyber University

    Ide Kreatif Mahasiswa Cyber University Tembus Program Nasional PKM dan P2MW 2025

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Jakarta – Bermula dari obrolan ringan dan kegelisahan akan isu-isu sederhana di sekitar mereka, mahasiswa Cyber University berhasil membuktikan bahwa ide nyeleneh sekalipun bisa menjelma menjadi solusi berkelas nasional. Tahun ini, mereka mengukir prestasi lewat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025 yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek RI. Sebanyak […]

  • Indonesia vs Thailand

    Garuda Juara! Begini Jalan Pertandingan Indonesia vs Thailand di Final

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Rizky Akbar
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Timnas Indonesia berhasil menorehkan sejarah dengan menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui drama adu penalti. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026), Indonesia menang 4-2 dalam adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Pertandingan Indonesia vs Thailand berlangsung sengit sejak awal. […]

  • Bsi Menyelenggarakan Bermacam Lomba, Yuk Ikuti dan Menangkan Hadiahnya

    Bsi Menyelenggarakan Bermacam Lomba, Yuk Ikuti dan Menangkan Hadiahnya

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    SUKABUMI – Dalam rangka meramaikan dan memeriahkan HUT BSI ke-35 Kampus Digital inventif Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) menyelenggarakan besar kompetisi dampingi mahasiswa Universitas BSI segala Indonesia. Sobi Fest 2023 “ BSI perlombaan” menyelenggarakan bermacam lomba salah satunya ialah cuplikan Reels & tik tok. bagi Nurul Ichsan sebagai Event Director Sobi Fest 2023 cuplikan Reels […]

  • Ilustrasi Gempa Bumi | source: roughnotes.com

    Gempa 5,9 SR Sebabkan Kerusakan Rumah di Cikidang Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 3 Jan 2024
    • account_circle LIL
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Kejadian gempa dengan magnitudo 5,9 yang terjadi di dekat Bayah, Banten, pada Rabu (3/1) pukul 07.35 WIB, telah menyebabkan kerusakan pada satu rumah di Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Yudhistira, menyampaikan “Kami menerima laporan adanya satu unit rumah yang terdampak oleh gempa,” ujarnya. […]

  • MAFINDO Mendorong Kreativitas Para Relawan Melalui Workshop “Ngonten Bareng: Canva dan Capcut”

    MAFINDO Mendorong Kreativitas Para Relawan Melalui Workshop “Ngonten Bareng: Canva dan Capcut”

    • calendar_month Selasa, 17 Okt 2023
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Komite Publikasi dan Media Sosial adalah salah satu dari beberapa komite yang ada dalam Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Organisasi masyarakat sipil Mafindo bertujuan untuk menangani isu-isu konten negatif dan berita palsu yang berkembang. Mafindo mengambil inisiatif untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para relawannya melalui penyelenggaraan Workshop “Ngonten Bareng Belajar Canva dan Capcut” […]

expand_less