Spotify Perkenalkan ‘AI Persona’ untuk Tandai Identitas Artis Berbasis AI
- account_circle Tsaqif Al Ghifari
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Spotify Hadirkan Label ‘AI Persona’, Pendengar Kini Bisa Kenali Artis Buatan AI | Sumber: digitaltrends.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com – Spotify mulai punya cara baru untuk memberi tahu pengguna siapa sebenarnya sosok di balik sebuah profil artis. Mulai pertengahan September, platform musik tersebut akan menghadirkan label “AI Persona” pada sejumlah profil yang identitasnya dibuat menggunakan AI.
Langkah ini muncul di tengah semakin ramainya penggunaan AI generatif di industri musik. Sekarang, AI bukan sekadar membantu membuat lagu, tetapi bisa juga digunakan untuk menciptakan sosok artis yang terlihat seperti manusia sungguhan.
Masalahnya, pendengar terkadang baru sadar bahwa artis atau musisi yang mereka lihat atau dengar (jika artis itu seorang faceless singer) ternyata bukan manusia nyata setelah mencari tahu lebih jauh. Karena itu, Spotify ingin membuat hal tersebut lebih jelas.
Dengan adanya label AI Persona, pengguna bisa langsung mengetahui bahwa identitas seorang artis kemungkinan merupakan persona yang dibuat oleh AI. Jadi, tidak perlu lagi menerka-nerka apakah sosok yang muncul di layar benar-benar manusia atau cuma karakter digital.
Spotify Mulai Tandai Identitas Artis Berbasis AI
Menariknya, artis bisa mengungkapkan sendiri bahwa mereka menggunakan identitas AI melalui Spotify for Artists. Namun, Spotify tidak sepenuhnya menyerahkan hal ini kepada pengakuan artis.
Perusahaan juga akan melakukan peninjauan terhadap profil tertentu yang terlihat menggunakan identitas manusia fotorealistik hasil AI. Nantinya, label tersebut akan muncul di beberapa tempat, mulai dari halaman profil artis, bagian About, hasil pencarian, sampai daftar lagu dalam playlist.
Ketika pengguna menekan label tersebut, mereka bisa mengetahui apakah sang artis secara terbuka mengaku sebagai AI Persona atau Spotify memberikan label itu setelah melakukan peninjauan.
Spotify Bedakan AI Persona dan Musik Buatan AI
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan: label AI Persona tidak berarti AI otomatis membuat musik artis tersebut.
Spotify sengaja membedakan antara identitas artis dan proses pembuatan musik. Jadi, kalau seorang musisi manusia menggunakan AI untuk membantu membuat lagu, hal tersebut tidak otomatis membuat profilnya menjadi AI Persona.
Untuk urusan penggunaan AI dalam proses produksi musik, Spotify sudah memiliki fitur lain bernama AI Credits dan SongDNA. Fitur ini menjelaskan cara artis menggunakan AI dalam sebuah lagu serta pihak yang terlibat dalam proses pembuatannya.
Artis Bisa Ajukan Keberatan atas Label AI Persona
Spotify juga memberikan kesempatan bagi artis yang mendapat label AI Persona dari hasil peninjauan untuk memberikan penjelasan atau mengajukan keberatan.
Dalam beberapa bulan ke depan, Spotify bahkan akan memberi pendengar opsi untuk melaporkan profil yang mereka curigai sebagai AI Persona agar tim Spotify dapat memeriksanya.
Spotify Batasi Rekomendasi Musik dari AI Persona
Bukan cuma soal label, Spotify juga akan membatasi kemunculan AI Persona dalam sistem rekomendasinya.
Secara default, musik dari profil AI Persona tidak akan masuk ke dalam rekomendasi editorial maupun algoritmik. Namun, pengguna tetap bisa menemukan dan mendengarkan musik tersebut, misalnya jika mereka memang mengikuti artisnya.
Menurut Spotify, langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kepercayaan dan transparansi di platform.
Sepanjang 2026, Spotify sudah memperkenalkan beberapa fitur lain seperti Verified by Spotify, AI Credits, SongDNA, Artist Details, dan Artist Profile Protection untuk membantu pendengar mengetahui lebih banyak tentang artis serta karya yang mereka dengarkan.
Perkembangan ini cukup menarik karena sekarang batas antara manusia dan AI dalam dunia musik semakin tipis. Dulu, ketika mendengar lagu, kita mungkin hanya penasaran siapa penyanyinya.
- Penulis: Tsaqif Al Ghifari
- Editor: Anita Rahmawati
