“Aku Istrimu dari Masa Depan” – Kalimat yang Mengubah Hidup dalam Film Sore
- account_circle Rizky Akbar
- calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Film Sore Istri dari Masa Depan| Sumber: Instgram @cerita_films
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz – Film drama romantis Sore: Istri dari Masa Depan siap menghibur penonton Indonesia mulai 10 Juli 2025. Disutradarai oleh Yandy Laurens, film ini membawa penonton dalam petualangan cinta yang melampaui ruang dan waktu. Dengan tema time-travel romance, film ini tidak hanya menyentuh sisi emosional, tetapi juga menyuguhkan visual yang memikat dari tiga negara.
Berbeda dengan versi serial webnya yang populer pada 2017, versi layar lebar ini tampil lebih ambisius. Tim produksi memilih Jakarta, Kroasia, dan Finlandia sebagai lokasi utama, sehingga penonton bisa menikmati nuansa global dalam setiap adegannya.
Sinopsis: Satu Pertemuan yang Mengubah Segalanya
Jonathan (Dion Wiyoko), seorang fotografer yang hidup menyendiri di Eropa, menjalani rutinitas monoton. Namun, semuanya berubah saat Sore (Sheila Dara Aisha) muncul secara tiba-tiba dan memperkenalkan diri sebagai istrinya dari masa depan.
Sore datang bukan untuk bernostalgia, tetapi membawa misi penting. Ia ingin membantu Jonathan memperbaiki hidupnya demi masa depan mereka berdua. Perubahan yang ia lakukan memicu serangkaian konflik batin dan pertanyaan mendalam tentang takdir, logika, serta makna cinta sejati.
Sinematografi Otentik di Tiga Negara
Film ini menyajikan kualitas visual yang jarang ditemui dalam film lokal. Tim produksi secara langsung mengambil gambar di tiga lokasi berikut:
Grožnjan, Kroasia, menghadirkan suasana kota seniman yang tenang
Lapland, Finlandia, memperlihatkan aurora alami dan kapal pemecah es sungguhan
Jakarta, Indonesia, menggambarkan masa lalu dan akar kehidupan Jonathan
Dalam konferensi pers Jumat (7/6/2025), Yandy Laurens menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan green screen sama sekali. “Kami ingin penonton merasakan pengalaman nyata, bukan sekadar efek visual,” ujarnya.
Baca juga: Bila Esok Ibu Telah Tiada: Film yang Menyentuh Hati dan Tembus 3 Juta Penonton
- Penulis: Rizky Akbar
