Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Tradisi Larung Saji di Ujunggenteng: Simbol Syukur

Tradisi Larung Saji di Ujunggenteng: Simbol Syukur

  • account_circle Redaksi Smi
  • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz  -Pada Selasa, 10 Juni 2025, nelayan dan masyarakat Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, merayakan tradisi Larung Saji dalam Syukuran Nelayan ke‑59. Dua tahun terakhir, mereka menghentikan tradisi ini karena cuaca ekstrem dan kendala teknis. Namun, semangat warga dan kecintaan mereka pada budaya berhasil menghidupkan kembali acara penuh makna ini.

Asep Jeka, Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, menegaskan bahwa pelaksanaan tahun ini terasa istimewa. Mereka menggelar ritual langsung di laut lepas sesuai tradisi leluhur. Baginya, Larung Saji bukan sekadar upacara, tetapi juga wujud syukur kepada Allah SWT yang melimpahkan rezeki dari laut. “Kami ingin melestarikan tradisi sekaligus menjaga laut yang menjadi sumber penghidupan kami,” ujarnya.

Doa Bersama dan Larungan Sesaji

Masyarakat memulai acara dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama dari MUI Desa Ujunggenteng. Setelah itu, mereka mengarak dua jempana, yaitu keranjang sesaji berhias ornamen lobster dan ikan layur. Jempana pertama memuat tumpeng lengkap dengan ayam dan telur, sedangkan jempana kedua memuat buah, sayuran, dan aneka kue tradisional.

Warga membawa jempana itu dari pesisir ke tengah laut sejauh 10 kilometer. Mereka menggunakan lima kapal diesel dan puluhan perahu fiber yang dihias meriah. Suasana laut Ujunggenteng pada hari itu begitu hidup dan penuh semangat. Banyak wisatawan naik perahu untuk merasakan langsung keunikan tradisi ini.

Baca juga: Tragedi Kecelakaan Maut Truk Tangki di Jalur “Tengkorak” Gekbrong, Cianjur

Sesampainya di laut lepas, nelayan dan warga bersama-sama melepaskan jempana sambil memanjatkan doa syukur dan harapan untuk keselamatan serta hasil laut yang melimpah. Beberapa nelayan berenang dan saling berebut uang kertas yang mereka lemparkan ke air. Aksi ini melambangkan solidaritas dan kebersamaan yang menjadi bagian penting dari tradisi Larung Saji.

Merawat Tradisi dan Laut

Masyarakat Ujunggenteng memaknai Larung Saji lebih dari sekadar ritual tahunan. Mereka menyadari bahwa laut bukan hanya tempat mencari ikan, tetapi juga sumber kehidupan yang harus mereka jaga. Dengan tema “Ngajaga Laut Kidul Ku Budaya”, mereka menunjukkan komitmen untuk merawat alam sekaligus melestarikan budaya warisan nenek moyang.

Selain itu, tradisi ini mengajarkan generasi muda untuk mencintai budaya dan lingkungan. Banyak anak-anak dan remaja ikut meramaikan acara sambil belajar nilai-nilai syukur, kebersamaan, dan cinta alam. Larung Saji menjadi pengingat bahwa menjaga laut sama pentingnya dengan menghormati leluhur.

Meningkatkan Daya Tarik Wisata

Tradisi Larung Saji tak hanya memperkuat identitas nelayan, tetapi juga menarik perhatian wisatawan. Banyak pengunjung dari luar Sukabumi datang untuk menikmati keindahan laut Ujunggenteng sambil menyaksikan prosesi yang sarat makna budaya dan spiritual. Mereka merekam momen-momen unik dan membagikannya di media sosial. Dengan begitu, tradisi ini membantu mempromosikan Ujunggenteng sebagai destinasi wisata budaya yang kaya pesona.

Selain dampak budaya, acara ini memberi manfaat ekonomi bagi warga. Para nelayan dan pelaku UMKM memanfaatkan acara ini untuk menjual hasil laut, makanan tradisional, dan kerajinan tangan. Dengan begitu, Larung Saji membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kembalinya Larung Saji setelah vakum dua tahun mencerminkan semangat nelayan Ujunggenteng. Mereka tidak hanya memelihara tradisi, tetapi juga menjaga laut dan ekosistem yang menjadi sandaran hidup. Melalui ritual ini, mereka menyampaikan rasa syukur dan komitmen untuk terus melestarikan budaya. Larung Saji mengajarkan bahwa laut bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga bagian dari identitas yang harus mereka jaga dengan sepenuh hati.

Baca Juga: Cegah Tawuran dan Geng Motor, Kota Sukabumi Mulai Berlakukan Jam Malam untuk Pelajar

  • Penulis: Redaksi Smi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AI dan Manusia

    Kolaborasi AI dan Manusia, Tidak Hanya Canggih Tapi Harus Bijak!

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Aulia Ramadhani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Di era digital ini, proses pengambilan keputusan tidak lagi sepenuhnya berada di tangan manusia. Hadirnya Artificial Intelligence (AI) membawa gelombang baru dalam cara kita berpikir, memilih, dan bertindak. Kini, manusia dan mesin seperti berbagi peran, manusia dengan nalar dan intuisi, AI dengan logika dan kecepatan. Sebuah kolaborasi yang tak terhindarkan, dua otak yang […]

  • 117 Warga Cibadak Sukabumi Keracunan usai Santap Hidangan Syukuran Pernikahan

    117 Warga Cibadak Sukabumi Keracunan usai Santap Hidangan Syukuran Pernikahan

    • calendar_month Kamis, 6 Jun 2024
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Ratusan warga Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan acara syukuran pernikahan di rumah salah seorang warga Kampung Cikiwul Lebak, RT 01/RW 02, pada Minggu (2/6) lalu. Ketua Tim Kerja Surveilans Dinkes Kabupaten Sukabumi, Tatang Sutarman mengungkapkan bahwa gejala keracunan mulai muncul pada Senin (2/6), sekitar pukul 17.00 WIB, […]

  • Mengubah Hobi Menjadi Bisnis Bersama BSI Entrepreneur Center (BEC)

    Mengubah Hobi Menjadi Bisnis Bersama BSI Entrepreneur Center (BEC)

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    –Sukabumihitz- Banyak mahasiswa memiliki hobi atau kegiatan sampingan yang mereka lakukan di waktu luang. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa hobi tersebut sebenarnya bisa dijadikan peluang bisnis. Memulai bisnis dari hobi adalah salah satu cara paling efektif bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan kewirausahaan, karena mereka sudah memiliki dasar kecintaan dan minat yang kuat pada aktivitas […]

  • Menuju Puncak Kompetisi, 20 Peserta Terbaik Siap Bertarung di Babak Final

    Menuju Puncak Kompetisi, 20 Peserta Terbaik Siap Bertarung di Babak Final

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Rahma Putri
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi akademik siswa melalui Babak Penyisihan Olimpiade Akuntansi BSI FLASH 2026. Tahapan awal kompetisi ini berlangsung secara daring pada Kamis (05/02), dan diikuti oleh 68 peserta dari 16 SMA/SMK se-Kota dan Kabupaten Sukabumi. Panitia menyelenggarakan babak penyisihan secara […]

  • Persib Bandung Kembali Tunjukkan Kekuatan, Kalahkan Persis Solo 2–0

    Persib Bandung Kembali Tunjukkan Kekuatan, Kalahkan Persis Solo 2–0

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Neng Merly
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Persib Bandung kembali menunjukkan kekuatannya di BRI Super League 2025/26 setelah mengalahkan Persis Solo 2–0. Kemenangan ini memberi tim Maung Bandung modal penting untuk mempertahankan tren positif. Persib Kuasai Laga dengan Strategi dan Disiplin Persib mencetak dua gol berkat strategi yang diterapkan secara efektif, dari penguasaan lini tengah hingga penetrasi ke pertahanan lawan. […]

  • Tolak Menunggu Birokrasi, Warga Sukabumi Bangun Tanggul Rp500 Juta

    Tolak Menunggu Birokrasi, Warga Sukabumi Bangun Tanggul Rp500 Juta

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Tolak pasrah, masyarakat Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, menunjukkan solidaritas luar biasa. Abrasi sungai yang semakin parah memicu warga bergerak cepat demi menjaga keselamatan lingkungan tempat tinggal mereka. Kekecewaan terhadap respons pemerintah yang dinilai lambat membuat seorang warga setempat mengambil langkah tegas. Ia mengeluarkan dana pribadi hingga Rp 500 juta untuk membangun […]

expand_less