Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Prompting Jadi Kunci, Aditya Fahri Riansyah Ungkap Cara Kuasai AI

Prompting Jadi Kunci, Aditya Fahri Riansyah Ungkap Cara Kuasai AI

  • account_circle Salsabila Adzani
  • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz.com, Sukabumi – Prompting menjadi salah satu kemampuan penting saat mahasiswa memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk belajar dan berkarya. Namun, mahasiswa perlu memahami cara menggunakan teknologi tersebut agar tidak sekadar bergantung pada hasil mesin. Aditya Fahri Riansyah, AI Trainer CodePolitan, menyampaikan hal tersebut dalam seminar bertajuk “Express Yourself, Buat Karya yang Lebih Baik” di Aula Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi, Rabu (30/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Aditya membahas berbagai aspek penggunaan AI. Ia menjelaskan teknik menyusun perintah atau prompting serta peran perguruan tinggi dalam mengarahkan pemanfaatan teknologi. Menurutnya, AI seharusnya menjadi alat pendukung kreativitas, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia.

Teknik Prompting Jadi Kunci Hasil AI yang Tepat

Mahasiswa Praktik Prompting dengan AI | Sumber: Dok. Istimewa

Aditya menjelaskan salah satu kendala yang sering mahasiswa hadapi saat menggunakan AI. Salah satunya muncul saat AI menghasilkan gambar yang tidak sesuai harapan. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika pengguna belum menyusun instruksi secara tepat.

Menurutnya, kemampuan prompting menjadi faktor penting untuk mengarahkan AI agar menghasilkan karya sesuai kebutuhan. Ia memperkenalkan metode RTCF dan SCOPE sebagai pendekatan untuk menyusun instruksi secara lebih terstruktur.

“Banyak mahasiswa mengalami kendala saat membuat gambar dengan AI karena hasilnya tidak sesuai harapan. Kuncinya ada pada teknik prompting yang tepat. Melalui metode seperti RTCF dan SCOPE, mahasiswa diajar cara mengarahkan AI mulai dari menentukan subjek, objek, hingga ekspresi visual agar karya yang dihasilkan lebih terarah dan presisi,” jelasnya.

Melalui pemahaman tersebut, mahasiswa dapat menyampaikan ide secara lebih spesifik. Dengan begitu, AI memiliki arahan yang lebih jelas untuk menghasilkan karya sesuai kebutuhan.

Kampus Punya Peran dalam Mengatur Penggunaan AI

Selain keterampilan individu, Aditya menyoroti pentingnya dukungan institusi pendidikan dalam menghadapi perkembangan teknologi AI. Menurutnya, perguruan tinggi perlu mengambil peran aktif dengan menyediakan fasilitas sekaligus memberikan arahan yang jelas kepada mahasiswa.

Ia menilai kampus tidak seharusnya hanya membatasi penggunaan AI. Sebaliknya, institusi perlu menyusun kebijakan yang membantu mahasiswa memahami batasan dan etika pemanfaatan teknologi. Hal tersebut terutama berkaitan dengan pengerjaan tugas akademik hingga skripsi.

“Peran institusi perguruan tinggi sangat krusial dalam era digital saat ini. Kampus tidak boleh membatasi, tetapi harus memfasilitasi dan mengarahkan mahasiswa dalam memanfaatkan tools AI. Penting bagi kampus untuk menetapkan regulasi dan batasan yang jelas—seperti aturan pengerjaan tugas hingga skripsi—agar mahasiswa tahu etika serta dampak dari penggunaannya,” tuturnya.

Dengan aturan yang jelas, mahasiswa dapat memanfaatkan AI secara bertanggung jawab. Pada saat yang sama, mereka tetap perlu menjalani proses belajar dan mengembangkan kemampuan akademik secara mandiri.

Kreativitas Manusia Tetap Jadi Kendali Utama

Mahasiswa Belajar dan Mencoba Teknik Prompting | Sumber: Dok. Istimewa

Aditya juga mengingatkan mahasiswa agar tidak bersikap antipati terhadap AI. Namun, ia juga meminta mahasiswa tetap menjaga kemandirian dalam berpikir dan berkarya. Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi tersebut untuk mencari referensi dan mengembangkan gagasan awal.

Menurutnya, manusia tetap memegang keputusan utama dalam proses kreatif. Dengan begitu, mahasiswa dapat memanfaatkan kemudahan teknologi tanpa kehilangan kemampuan menghasilkan ide orisinal.

“Jangan anti-AI, tetapi jangan juga menggantungkan segala hal pada AI. AI seharusnya digunakan untuk brainstorming ide dan mencari referensi, sementara kendali penuh dan ide besar tetap berada di tangan manusia. Dengan tetap mengambil keputusan utama dalam berkarya, kreativitas kita akan terus terasah tanpa menyerahkan sepenuhnya pada teknologi,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas. Karena itu, mahasiswa dapat memanfaatkan AI secara bijak sambil tetap menempatkan manusia sebagai pengarah utama dalam proses penciptaan.

  • Penulis: Salsabila Adzani
  • Editor: Ardila Khaylila

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangun Komunitas Desa

    Bangun Komunitas Desa Tangguh Lawan Penipuan

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Rahma Sri Melati Putri
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Cikangkung – Upaya bangun komunitas desa yang tangguh menghadapi penipuan digital menjadi perhatian Tim BSI Explore Desa Cikangkung. Melalui sosialisasi bertema “Data Adalah Harta: Komunitas Desa Tangguh Lawan Penipuan”, mahasiswa mengajak masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga informasi pribadi dari berbagai bentuk penipuan digital. Sosialisasi berlangsung pada Jumat (21/8), pukul 13.30–15.00 WIB di Aula […]

  • Dosen Universitas BSI Berikan Pemahaman Pentingnya AI Bagi Perangkat Kecamatan Warudoyong

    Dosen Universitas BSI Berikan Pemahaman Pentingnya AI Bagi Perangkat Kecamatan Warudoyong

    • calendar_month Senin, 25 Des 2023
    • account_circle Dewin
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah berkembang pesat dalam dekade terakhir. Penggunaan AI  lintas  sektor  seperti  Badan  Usaha  Milik  Negara (BUMN),  universitas,  dan  pemerintahan. Sektor pemerintahan terus merespon perubahan ini dengan menciptakan banyak aplikasi dalam memudahkan pelayanan publik dan mempercepat kinerjanya. Salah satu entitas yang memainkan peran krusial dalam penyelenggaraan pelayanan publik […]

  • Ingin Kuliah Tanpa Biaya? Berikut 5 Beasiswa Perguruan Tinggi Yang Bisa Menjadi Pilihan

    Ingin Kuliah Tanpa Biaya? Berikut 5 Beasiswa Perguruan Tinggi Yang Bisa Menjadi Pilihan

    • calendar_month Kamis, 19 Okt 2023
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Menempuh pendidikan tanpa biaya dan bahkan mendapat uang saku adalah impian utama para pencari beasiswa. Dengan beasiswa, para lulusan SMA/MA/SMK sederajat memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi mereka di perguruan tinggi pilihan. Akan tetapi, banyaknya opsi beasiswa dari perguruan tinggi sering kali membuat pelajar bingung dalam mengambil keputusan. Jadi, beasiswa seperti apa yang […]

  • Dari Konsep hingga Praktik, Saeful Bekali Guru Dasar Pemrograman Python | Doc: Istimewa

    Dari Konsep hingga Praktik, Saeful Bekali Guru Dasar Pemrograman Python

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Rifa Fitriyani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Pemrograman Python menjadi salah satu materi yang diperkenalkan kepada guru dalam Workshop Implementasi Kurikulum Informatika dan Pelatihan Koding menggunakan Scratch dan Python. Saeful, salah satu dosen UBSI Sukabumi, hadir sebagai Speaker II untuk membekali peserta dengan pemahaman dasar pemrograman Python melalui materi dan praktik sederhana. Workshop tersebut berlangsung untuk meningkatkan kompetensi guru dalam […]

  • Jurusan paling relevan 2025

    5 Jurusan Paling Dicari di 2025 dan Kampus Terbaiknya, Siap Dongkrak Kariermu!

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Helen Ayu
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Persaingan dunia kerja kini bergerak cepat seiring transformasi digital yang merambah hampir semua sektor industri. Perusahaan-perusahaan mulai mengutamakan lulusan dari jurusan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Karena itu, memilih jurusan kuliah yang tepat pada tahun 2025 menjadi langkah strategis bagi generasi muda agar memiliki karier yang panjang dan kompetitif. Tak hanya soal […]

  • Dari Basket ke Hoki, Dea Harumkan Nama Indonesia di SEA Games Thailand 2025

    Dari Basket ke Hoki, Dea Harumkan Nama Indonesia di SEA Games Thailand 2025

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumhitz – Dari Basket ke Hoki, Dea Harumkan Nama Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Perjalanan seorang atlet sering muncul dari arah yang tak terbayangkan sebelumnya. Hal ini terlihat dari kisah Dea, atlet muda asal Sukabumi, yang awalnya menekuni basket sebelum akhirnya menemukan jalur baru di cabang hoki. Kemunculan peluang itu berawal ketika seorang senior […]

expand_less