Ombak Reggae Tanggapi Polemik Pembatalan Konser Musik di Purwasedar
- account_circle Ardila Khaylila Agusti
- calendar_month Senin, 10 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ombak Reggae Tanggapi Polemik Pembatalan Konser Musik di Purwasedar. | Sumber : Generate.AI (ChatGpt)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Purwasedar – Rencana konser musik reggae di Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, batal terlaksana setelah sejumlah pihak menyampaikan penolakan. Ombak Reggae, grup musik yang semula dijadwalkan tampil dalam acara tersebut, turut menyampaikan tanggapannya mengenai polemik yang muncul.
Musisi sekaligus pentolan Ombak Reggae, Rudiana Marvel, menyayangkan pembatalan konser yang semula dijadwalkan pada Sabtu (8/8/2026). Ia menilai para musisi hanya ingin menyalurkan kreativitas dan mengekspresikan diri melalui karya musik.
Ombak Reggae Dorong Ruang Berkarya
Mengutip dari Sukabumiupdate.com, Rudiana menjelaskan bahwa musik reggae merupakan salah satu bentuk seni yang memiliki penggemar dan ruang tersendiri di masyarakat. Ia berharap musisi tetap memperoleh kesempatan untuk berkarya selama mereka mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku.
“Intinya saya selaku musisi musik reggae, dalam hal ini Ombak Reggae dan tentunya mungkin bersama teman-teman musisi yang lain, hari ini merasa didiskreditkan saja. Sebab kami kan berkreasi dan intinya berekspresi,” ujar Rudiana.
Rudiana juga menanggapi kekhawatiran sebagian warga yang menghubungkan kegiatan konser dengan potensi peredaran narkotika. Ia menegaskan bahwa narkoba menjadi musuh bersama, termasuk bagi para musisi dan komunitas reggae.
“Adapun permasalahan hari ini terkait dengan maraknya peredaran narkoba, itu menjadi musuh kita bersama. Saya sepakat bahwa narkoba musuh kita bersama,” katanya.
Ia berharap masyarakat tidak menghubungkan persoalan narkotika secara langsung dengan genre musik tertentu karena anggapan tersebut dapat menimbulkan stigma terhadap para pelaku seni.
Konser Purwasedar Tidak Mendapat Rekomendasi
Ombak Reggae semula masuk dalam daftar pengisi acara peringatan hari jadi komunitas pengrajin dan penyadap gula kelapa di Desa Purwasedar. Namun, sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga menyampaikan penolakan terhadap rencana konser tersebut.
Kapolsek Ciracap AKP Taufick Hadian menjelaskan bahwa pihak kepolisian tidak memberikan izin karena kegiatan tersebut belum memperoleh rekomendasi dari pemerintah desa maupun unsur Koramil. Sebelumnya, tokoh agama dan tokoh masyarakat juga telah menyampaikan deklarasi penolakan.
“Polsek tidak memberikan izin karena dari pihak desa dan Koramil tidak merekomendasikan. Apalagi sebelumnya tokoh masyarakat dan tokoh agama sudah melakukan deklarasi penolakan,” ujar Taufick.
Pemerintah desa dan kecamatan, TNI-Polri, DPRD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta panitia kemudian membahas persoalan tersebut dalam pertemuan pada Kamis (6/8/2026) malam. Setelah mempertimbangkan berbagai masukan, panitia memutuskan untuk membatalkan konser.
Ombak Reggae Harapkan Dialog Terbuka
Rudiana menghormati keputusan pembatalan tersebut. Namun, ia berharap polemik yang muncul tidak semakin memperkuat pandangan negatif terhadap musik reggae dan para pelakunya.
Ia juga mendorong musisi dan masyarakat membuka ruang dialog agar kegiatan seni dapat berlangsung dengan tetap memperhatikan norma, keamanan, dan aturan yang berlaku.
“Kami menghormati keputusan yang diambil. Tetapi mudah-mudahan ke depan ada ruang dialog yang lebih baik sehingga musik reggae tidak selalu dipandang negatif,” pungkasnya.
- Penulis: Ardila Khaylila Agusti
- Editor: Neng Merly
