Di Balik Prestasi, Dua Buku UNM Rekam Perjalanan Inspiratif Alumni dan Mahasiswa
- account_circle Anita Rahmawati
- calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

UNM Angkat Kisah Perjuangan Alumni dan Mahasiswa melalui Dua Buku Dies Natalis | Doc. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com – Universitas Nusa Mandiri (UNM) mengabadikan perjalanan dan perjuangan alumni serta mahasiswa berprestasi melalui dua buku dalam perayaan Dies Natalis ke-25. Kedua buku tersebut berjudul Tinta dari Lelehan Keringat dan Jejak-Jejak yang Menyala. UNM meluncurkan keduanya di Aula Kampus Jatiwaringin, Jakarta Timur, Kamis (29/10).
Kedua buku ini mengangkat kisah di balik pencapaian para alumni dan mahasiswa. Ceritanya menggambarkan perjuangan selama menempuh pendidikan, menghadapi berbagai keterbatasan, serta mempertahankan semangat untuk meraih cita-cita.
Rektor UNM, Prof. Dr. Ir. Dwiza Riana, mengungkapkan kebanggaannya atas perjalanan pendidikan selama 25 tahun. Menurutnya, perjalanan tersebut telah menghasilkan alumni dan mahasiswa dengan berbagai pencapaian yang membanggakan.
“Sebagai rektor, tentu saya merasa sangat bersyukur dan bangga. Perjalanan pembelajaran di Universitas Nusa Mandiri (UNM) ini ternyata tanpa kita sadari setelah 25 tahun bisa menghasilkan sesuatu yang membanggakan,” ungkap Prof. Dwiza saat ditemui usai prosesi peluncuran buku, Kamis (29/10).
Bagi UNM, penerbitan kedua buku tersebut menjadi bagian dari perayaan seperempat abad perjalanan kampus. Lebih dari itu, buku-buku ini merekam pengalaman dan proses panjang yang mengantarkan para tokohnya menuju keberhasilan.
Tinta dari Lelehan Keringat, Kisahkan Perjuangan 25 Alumni
Buku Tinta dari Lelehan Keringat menghadirkan perjalanan hidup 25 alumni terpilih. Setiap kisah menggambarkan pengorbanan, tantangan, dan perjuangan mereka selama menempuh pendidikan hingga meraih pencapaian.
Prof. Dwiza menjelaskan bahwa para alumni tersebut menjadi representasi UNM di tengah masyarakat. Mereka mengembangkan karier di berbagai bidang sekaligus menerapkan pengalaman pendidikan dalam perjalanan profesional masing-masing.
“Buku ini menunjukkan bahwa kesuksesan tidak lahir secara instan. Ada proses belajar, memutuskan kuliah, hingga struggling di masa perkuliahan. Melalui sistem yang kami sediakan di UNM, terbukti kita mampu melahirkan lulusan-lulusan yang kompeten dan membanggakan,” jelasnya.
Kisah para alumni tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan membutuhkan proses dan ketekunan. Keputusan untuk terus belajar menjadi langkah awal dalam menghadapi berbagai tantangan selama perjalanan pendidikan.
Jejak-Jejak yang Menyala, Angkat Perjalanan Mahasiswa Berprestasi
Berbeda dengan buku pertama, Jejak-Jejak yang Menyala mengangkat pengalaman mahasiswa aktif UNM. Buku ini menceritakan perjuangan mereka dalam menjalani perkuliahan sekaligus mengejar prestasi di tingkat nasional dan internasional.
Prof. Dwiza menyebut setiap mahasiswa menghadapi tantangan yang berbeda. Selain menyelesaikan tuntutan akademik, mereka juga perlu mengatasi persoalan administrasi, biaya kuliah, dan berbagai keterbatasan lainnya.
“Mahasiswa-mahasiswa berprestasi ini memiliki momen perjuangan sendiri. Ada tantangan administrasi, pembayaran, dan keterbatasan lainnya, namun mereka mampu menyiasatinya di sisi pembelajaran hingga sukses meraih prestasi,” tambahnya.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa prestasi tidak hanya bergantung pada hasil akhir. Ketekunan menjalani perkuliahan, kemampuan menghadapi keterbatasan, dan semangat untuk terus berkembang juga menjadi bagian penting dari perjalanan mahasiswa.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM turut mendokumentasikan proses perjuangan mahasiswa melalui buku tersebut. Kisah mereka menjadi catatan perjalanan sekaligus sumber inspirasi bagi mahasiswa lainnya.
Dua Buku Jadi Sumber Inspirasi bagi Generasi Berikutnya
UNM berharap kedua buku tersebut dapat memberikan manfaat bagi berbagai kalangan. Kisah para alumni dan mahasiswa tidak hanya ditujukan bagi lingkungan kampus, tetapi juga calon mahasiswa dan masyarakat yang sedang memperjuangkan pendidikan maupun cita-cita.
Prof. Dwiza berharap pengalaman yang terangkum dalam kedua buku dapat memotivasi pembaca untuk terus belajar dan berusaha. Ia juga menekankan pentingnya dukungan keluarga serta institusi dalam membantu seseorang mencapai tujuan.
“Mudah-mudahan kedua buku ini bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin belajar, berjuang, dan bersungguh-sungguh. Dengan ikhtiar, hati nurani, dan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, apa pun impian yang diupayakan bersama keluarga dan institusi akan dapat tercapai,” pungkasnya.
Memasuki usia ke-25, UNM tidak hanya merayakan perkembangan institusi. Kampus juga mengenang perjalanan orang-orang yang tumbuh dan berkembang di dalamnya. Melalui kedua buku ini, UNM menjaga kisah perjuangan tersebut agar terus menginspirasi generasi berikutnya.
- Penulis: Anita Rahmawati
