Bangkok Jadi Saksi Dosen UBSI Raih Top 5 Best Speaker
- account_circle Ardila Khaylila
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dosen UBSI Masuk Top 5 Best Speaker | Sumber: Dok. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Bangkok – Kali ini, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Cicih Nuraeni, dosen Program Studi Sastra Inggris UBSI, berhasil masuk jajaran Top 5 Best Speaker pada ajang Global Youth Congress (GYC) 2026. Adapun kegiatan tersebut berlangsung di C ASEAN Ratchada, Bangkok, Thailand, pada Jumat (3/7).
Forum internasional itu mempertemukan pemuda, akademisi, dan pemimpin muda dari berbagai negara. Pada kesempatan tersebut, Cicih mewakili Indonesia dengan membawakan pidato berjudul Innovation Begins with Education atau Inovasi Dimulai dari Pendidikan.
Pendidikan Jadi Awal Munculnya Inovasi
Melalui pidatonya, Cicih menegaskan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari kecanggihan teknologi. Sebaliknya, pendidikan memegang peran penting dalam membentuk karakter, pola pikir, dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Ketika kita berbicara tentang inovasi, kita sering kali memikirkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), robotika, atau teknologi yang revolusioner. Namun, saya percaya bahwa inovasi terbesar tidak dimulai dari mesin, melainkan dari pendidikan,” ungkap Cicih.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa kecerdasan buatan mampu menghasilkan ide dan menyelesaikan berbagai persoalan dengan cepat. Namun, AI tidak memiliki rasa ingin tahu, empati, integritas, maupun keberanian mengambil keputusan secara etis. Oleh karena itu, pendidikan dan peran guru tetap memegang peranan penting dalam membentuk nilai-nilai tersebut.
Selain itu, Cicih mengajak peserta memanfaatkan teknologi untuk memperkuat proses pembelajaran. Dengan demikian, teknologi dapat membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif, personal, dan bermakna, bukan menggantikan peran pendidik.
Soroti Pentingnya Growth Mindset
Untuk memperkuat argumennya, Cicih mengutip hasil studi PISA 2022 dari OECD. Bahkan, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa siswa dengan growth mindset memiliki capaian belajar yang lebih baik daripada siswa dengan fixed mindset.
Dengan demikian, temuan tersebut membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya mengajarkan pengetahuan. Akan tetapi, pendidikan juga membantu seseorang membangun kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan terus berinovasi sepanjang hayat.
“Sebagai seorang dosen, saya percaya bahwa tanggung jawab kami tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi ujian. Kami sedang mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan yang bahkan belum ada saat ini, serta pekerjaan yang belum pernah diciptakan,” ujarnya.
Prestasi Internasional untuk UBSI
Pada akhir pidatonya, Cicih mengajak seluruh peserta menjadikan pendidikan sebagai investasi terbesar bagi masa depan. Menurutnya, setiap inovasi dan solusi terhadap tantangan global selalu berawal dari ruang kelas yang mampu menumbuhkan mimpi dan inspirasi. Dengan begitu, pendidikan menjadi fondasi utama dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Tidak hanya itu, prestasi sebagai Top 5 Best Speaker membuktikan bahwa gagasan dari dunia pendidikan Indonesia mampu mendapat apresiasi internasional. Selain itu, pencapaian tersebut memperkuat komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang terus mendorong dosen dan sivitas akademika berkontribusi dalam forum global.
Ke depan, melalui keikutsertaan pada Global Youth Congress 2026, UBSI berharap semakin banyak pendidik dan generasi muda Indonesia berani menyampaikan gagasan, membangun kolaborasi internasional, serta menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan dunia. Dengan harapan tersebut, kontribusi insan pendidikan Indonesia akan semakin besar dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat global.
- Penulis: Ardila Khaylila
- Editor: Ardila Khaylila
