50 Keluarga di Nanggeleng Dapat Bantuan Sanitasi Rp352 Juta
- account_circle Syaila Apriani Sukma
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Masyarakat bersama perwakilan pemerintah dalam kegiatan terkait program bantuan septic tank di Kelurahan Nanggeleng, Kota Sukabumi | Sumber: portal.sukabumikota.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Sukabumi – Pemerintah mengalokasikan bantuan pembangunan septic tank senilai sekitar Rp352 juta untuk 50 rumah warga di Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), pemerintah menyalurkan bantuan dari pemerintah pusat tersebut pada Rabu (28/10).
Program ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas sanitasi yang layak. Selain itu, pemerintah memprioritaskan warga yang belum memiliki septic tank, terutama keluarga rawan stunting. Dengan demikian, fasilitas sanitasi yang memadai dapat membantu keluarga menjaga kesehatan sekaligus memelihara kebersihan lingkungan permukiman.
Bantuan Septic Tank Sukabumi Capai 35 Rumah
Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Nanggeleng, Dede, menjelaskan bahwa pembangunan telah berlangsung sekitar dua bulan. Dari target 50 unit, tim pelaksana telah membangun 35 unit di rumah penerima manfaat yang tersebar di empat RW.
“Pelaksanaannya sudah kurang lebih dua bulan. Kelurahan Nanggeleng mendapatkan bantuan 50 unit septic tank, senilai sekitar Rp352 juta. Kita sudah melaksanakan pembangunan di 35 rumah penerima manfaat yang tersebar di empat RW,” jelas Dede dikutip dari radarsukabumi.com, Rabu (28/10).
Selanjutnya, Dede menjelaskan bahwa tim telah menjalankan tahap pertama dan kedua. Saat ini, pihaknya mempersiapkan tahap ketiga untuk melanjutkan pembangunan di rumah warga yang memenuhi kriteria penerima bantuan.
“Program tersebut tidak sekadar membangun fasilitas sanitasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” paparnya.
Sanitasi Layak Dukung Kesehatan Keluarga
Menurut Dede, fasilitas sanitasi yang memadai dapat membantu keluarga menjaga kesehatan. Selain itu, pengelolaan limbah domestik yang tepat juga dapat menekan risiko pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, program ini menyasar keluarga rawan stunting dan warga yang belum memiliki septic tank.
“Penentuan sasaran tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperluas akses terhadap sarana sanitasi yang lebih layak,” ucapnya.
Keterbatasan Lahan Jadi Kendala
Meski memiliki manfaat bagi masyarakat, pembangunan septic tank di kawasan padat penduduk menghadapi tantangan berupa keterbatasan lahan. Jarak rumah yang berdekatan membuat petugas perlu menyesuaikan lokasi pemasangan dengan ruang yang tersedia di setiap rumah.
“Untuk kendala di lapangan, salah satunya jarak rumah yang berdekatan dan sulit mencari lahan yang cukup luas untuk penempatan septic tank. Namun, sejauh ini proses pemasangan bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Karena itu, tim pelaksana menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi lingkungan dan ketersediaan lahan. Meski menghadapi kendala tersebut, pembangunan sejauh ini tetap berjalan dengan baik.
Dede berharap seluruh tahapan pembangunan dapat selesai sehingga 50 keluarga penerima manfaat segera memperoleh fasilitas sanitasi yang layak.
“Dengan tersedianya septic tank, masyarakat diharapkan semakin terbantu dalam menjaga kebersihan rumah sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat,” tutupnya.
- Penulis: Syaila Apriani Sukma
- Editor: Siti Hasna Wulandari
