Breaking News
light_mode
Beranda » Gaya Hidup » Tampil Memukau di Paris: Seragam Tim Olimpiade dari Berbagai Negara

Tampil Memukau di Paris: Seragam Tim Olimpiade dari Berbagai Negara

  • account_circle Redaksi Smi
  • calendar_month Jumat, 28 Jun 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Outfit Olimpiade bukan hanya sekadar pakaian atlet, tetapi juga menjadi simbol dari identitas dan prestasi nasional. Setiap negara berupaya menciptakan desain yang tidak hanya modis tetapi juga nyaman, mendukung performa atlet di panggung internasional.

Amerika Serikat

Tim Olimpiade Amerika Serikat untuk Paris 2024 akan mengenakan seragam inovatif hasil kolaborasi dengan desainer terkenal. Seragam ini menonjolkan patriotisme dengan warna merah, putih, dan biru serta motif yang terinspirasi dari sejarah dan budaya Amerika. Desainnya juga memperhatikan keberlanjutan dengan menggunakan bahan ramah lingkungan, fokus pada kenyamanan, mobilitas, dan fungsionalitas atlet selama upacara.

Sumber : @ralphlauren (Instagram)

Baca Juga : Euro 2024 Memasuki Fase Knockout: Georgia dan Tim Besar Siap Beraksi

Perancis

Desainer Perancis Stephane Ashpool, yang terkenal dengan merek streetwear Pigalle, ditugaskan untuk merancang seragam tim Perancis untuk Paris 2024. Desainnya menggabungkan elemen fashion kontemporer dengan keanggunan tradisional Perancis, mencerminkan warisan budaya negara itu. Seragam ini tidak hanya memenuhi kebutuhan atlet namun juga mewakili Perancis dengan simbolisme yang kuat di tingkat global.

Sumber : @lecoqsportif (Instagram)

Jepang

Jepang telah meluncurkan seragam resmi untuk Olimpiade dan Paralimpiade Paris 2024, yang terinspirasi oleh matahari terbit di kota Paris. Seragam ini menggunakan bahan daur ulang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, sambil memberikan kenyamanan dan kepercayaan diri bagi atlet seperti Daiki Hashimoto, Yuji Nishida, dan Takayuki Hirose.

Sumber : Asics

Korea Selatan

Korea Selatan untuk Olimpiade Musim Panas 2024 di Paris, dirancang oleh Nike, menampilkan seragam rumah dengan warna merah ikonik dan pola inspiratif dari seni arsitektur tradisional Korea, termasuk pola “dancheong” pada kerah dan lengan. Seragam tandang menggabungkan kerja inlay mother-of-pearl tradisional Korea dengan pola digital yang mengkilap. Kedua seragam ini mengintegrasikan teknologi Nike untuk meningkatkan kenyamanan dan performa atlet di lapangan, sambil mencerminkan identitas estetika Korea Selatan.

Sumber : @thenorthface_kr (Instagram)

Thailand

Mengikuti tren global, ada kemungkinan besar seragam tim Thailand untuk Olimpiade Paris 2024 akan menggunakan bahan ramah lingkungan. Ini bisa termasuk penggunaan serat daur ulang atau bahan organik untuk mendukung keberlanjutan dan mengurangi dampak lingkungan. Desain seragam akan mempertimbangkan kenyamanan dan performa atlet. Ini mencakup pemilihan bahan yang ringan dan bernapas, serta desain yang memungkinkan mobilitas dan kenyamanan optimal bagi para atlet selama kompetisi.

Kanada

Tim Kanada untuk Olimpiade Paris 2024 akan mengenakan seragam hasil desain Hudson’s Bay. Seragam ini menggunakan warna merah dan putih dengan motif daun maple yang khas. Dibuat dari bahan ramah lingkungan dan teknologi mutakhir, seragam ini dirancang untuk kenyamanan, performa, dan keberlanjutan. Hudson’s Bay memastikan seragam ini sesuai untuk berbagai kondisi, dengan fitur seperti ventilasi tambahan dan kain cepat kering, sehingga atlet dapat berkompetisi dengan optimal dan nyaman.

Afrika Selatan

Pada Olimpiade Paris 2024, tim Afrika Selatan akan memakai seragam yang memadukan budaya tradisional dengan gaya kontemporer. Seragam ini menonjolkan warna-warna terang dan motif etnik khas Afrika Selatan, menggunakan bahan ramah lingkungan. Dirancang untuk kenyamanan dan performa optimal, seragam ini memastikan para atlet tampil prima sambil memamerkan kebanggaan mereka terhadap warisan budaya Afrika Selatan.

Sumber : @officialteamrsa (Instagram)

Australia

Seragam Olimpiade Australia untuk Paris 2024 akan menggabungkan warisan nasional dengan elemen modern. Hasil kolaborasi dengan desainer terkemuka, seragam ini menonjolkan warna hijau dan emas serta motif flora dan fauna Australia.

Sumber : @asicsaustralia (Instagram)

Baca Juga : Raksasa Muda China, Zhang Ziyu, Hancurkan Harapan Timnas U-18 Putri Indonesia di FIBA Asia Cup!

  • Penulis: Redaksi Smi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi Zilenial dan Pemerintah Hijaukan Titik Rawan Longsor di Sukabumi

    Sinergi Zilenial dan Pemerintah Hijaukan Titik Rawan Longsor di Sukabumi

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Sinergi generasi muda dalam mitigasi bencana di Kabupaten Sukabumi memasuki level baru. Kegiatan yang berlangsung pada 14 Februari 2026 di Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi ini menandai meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap isu kebencanaan. Seiring meningkatnya kepedulian tersebut, kolaborasi lintas sektor yang melibatkan komunitas kepemudaan, mahasiswa, hingga pemerintah daerah menegaskan bahwa isu […]

  • PLN Icon Plus Raih Dua Penghargaan Bergengsi di CEO Forum 2026 | Doc. Istimewa

    Dari Inovasi ke Prestasi, PLN Icon Plus Tampil Gemilang di CEO Forum 2026

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – PLN Icon Plus kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui ajang CEO Forum 2026. The Iconomics Media bersama Axia Research menyelenggarakan forum tersebut sebagai bentuk apresiasi bagi para pemimpin perusahaan. Melalui ajang ini, jajaran pimpinan PLN Icon Plus berhasil meraih penghargaan bergengsi berkat kepemimpinan dan inovasi yang mereka tunjukkan. Dalam kesempatan tersebut, Direktur […]

  • Sah!Katanya…Hadir di Bioskop, Gabungkan Komedi Segar dan Drama Keluarga yang Menyentuh

    Sah!Katanya…Hadir di Bioskop, Gabungkan Komedi Segar dan Drama Keluarga yang Menyentuh

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Film komedi-drama Indonesia terbaru, Sah! Katanya… resmi tayang di bioskop mulai Kamis, 24 April 2025. Tak hanya itu, Loeloe Hendra Komara menyutradarai Sah! Katanya… dengan Nadya Arina, Dimas Anggara, dan Calvin Jeremy sebagai pemeran utamanya. Sinopsis Singkat Film Sah!Katanya… Marni adalah anak bungsu yang merawat orang tuanya di Yogyakarta. Namun, setelah ayahnya tiba-tiba meninggal, Marni […]

  • Sistem Informasi Akuntansi dan Siklus Pendapatan

    Sistem Informasi Akuntansi dan Siklus Pendapatan

    • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihiz – Sistem Informasi Akuntansi (SIA) memainkan peran yang sangat vital dalam mendukung setiap tahap dalam siklus pendapatan perusahaan. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa kontribusi utama SIA dalam siklus pendapatan: 1.Pencatatan Transaksi Penjualan Pertama-tama, SIA mencatat setiap transaksi penjualan yang terjadi, mulai dari pemesanan barang atau jasa hingga pengiriman dan penerbitan faktur kepada pelanggan. […]

  • Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Informatika UBSI Sukabumi, Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan | Doc. Istimewa

    Tingkatkan Mutu Pendidikan, Prodi Informatika Jalani Asesmen Akreditasi

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – 17 Juli 2025 – Program Studi Informatika Kampus Kota Sukabumi, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai kampus digital kreatif, tengah menjalani Asesmen Lapangan Akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, pada 17 hingga 19 Juli 2025, di Kampus UBSI Sukabumi, Jalan Cemerlang No. 8, […]

  • Fenomena Toxic Productivity di Kalangan Anak Muda dan Cara Mengatasinya

    Fenomena Toxic Productivity di Kalangan Anak Muda dan Cara Mengatasinya

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Aulia Ramadhani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Toxic productivity menjadi fenomena yang semakin sering terjadi di era digital. Banyak anak muda merasa harus terus produktif setiap saat dan menganggap kesibukan sebagai tanda keberhasilan, sehingga sulit memberi ruang untuk beristirahat. Kondisi ini membuat seseorang merasa bersalah ketika tidak melakukan aktivitas produktif. Media sosial ikut mendorong munculnya kondisi tersebut. Anak muda terus […]

expand_less