Japar Sidiq Ajak Mahasiswa UBSI Jadi Pengusaha Sebelum Wisuda
- account_circle Sri Wahyuni
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Japar Sidiq Berbagi Motivasi Wirausaha kepada Mahasiswa UBSI | Sumber: Dok. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Sukabumi — Seminar Entrepreneur Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Sukabumi mengajak mahasiswa membangun pola pikir wirausaha sejak bangku kuliah. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi menggelar kegiatan ini pada Rabu (28/10/2026) di Aula UBSI Kampus Sukabumi. Acara berlangsung pukul 13.00–16.00 WIB dengan menghadirkan Japar Sidiq, CEO Sukarobot Academy.
Melalui seminar bertema From Campus to Business: Building the Entrepreneurial Mindset for the Future, mahasiswa mempelajari pengalaman dan strategi membangun bisnis. Kegiatan ini juga mendorong peserta mengenali peluang usaha sejak dini.
Seminar Entrepreneur UBSI Sukabumi Buka dengan Sambutan

Sambutan Bu Erika selaku Staf BEC | Sumber: Dok. Istimewa
Panitia mengawali kegiatan dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu. Setelah itu, pihak program studi menyampaikan sambutan. Kaprodi menegaskan bahwa seminar kewirausahaan bukan sekadar agenda wajib. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa entrepreneur.
Ia mengajak mahasiswa memanfaatkan ilmu serta pengalaman selama kuliah untuk merintis usaha. Dengan begitu, mahasiswa dapat mulai mengenali peluang bisnis tanpa harus menunggu kelulusan.
Japar Sidiq Bagikan Strategi Membangun Bisnis
Dalam sesi utama, Japar Sidiq membahas perjalanan membangun bisnis dari nol. Ia menjelaskan pola pikir pengusaha, cara mencari dan menguji ide bisnis, penyusunan model usaha, serta perencanaan aksi selama 90 hari.
Japar menekankan bahwa mahasiswa tidak perlu menunggu lulus atau memiliki modal besar untuk memulai usaha. Keahlian, laptop, semangat belajar, waktu, dan jaringan pertemanan juga dapat menjadi bekal awal.
Mahasiswa pun dapat mengembangkan hobi atau kemampuan pribadi menjadi peluang bisnis. Kuncinya, mereka perlu menawarkan sesuatu yang memberi nilai bagi orang lain.
Salah satu pesan utama dalam seminar ini berbunyi, “Mindset dulu, bisnis kemudian.” Pesan tersebut mengajak mahasiswa membangun pola pikir bertumbuh, berani mencoba, dan gigih menghadapi penolakan. Mereka juga perlu belajar dari kesalahan agar dapat memperbaiki langkah berikutnya.
Perjalanan Sukarobot Academy Jadi Inspirasi

Japar Sidiq Ajak Mahasiswa UBSI Mulai Berbisnis Sejak Kuliah | Sumber: Dok. Istimewa
Japar turut membagikan perkembangan Sukarobot Academy sebagai contoh perjalanan membangun usaha secara bertahap. Berdasarkan materi presentasi, usaha tersebut bermula pada 2021 dengan satu siswa dan dua mitra sekolah.
Pada 2022, jumlah siswa meningkat menjadi lebih dari 100 orang dengan enam mitra. Setahun kemudian, Sukarobot Academy memiliki lebih dari 350 siswa, 17 mitra, dan satu cabang di Bogor. Pada 2024, jumlah siswa mencapai lebih dari 580 orang dengan 20 mitra.
Dalam materi presentasi terbaru, Japar menjelaskan bahwa Sukarobot Academy telah memiliki lebih dari 1.000 anggota, 50 mitra, dan empat cabang. Perjalanan ini menunjukkan pentingnya konsistensi, perluasan jaringan, dan kemauan untuk terus belajar dalam membangun bisnis.
Mahasiswa Belajar Menemukan Peluang Bisnis
Selain berbagi pengalaman, Japar mengajak mahasiswa mencari peluang dari masalah nyata di lingkungan sekitar. Kebutuhan sehari-hari, perkembangan teknologi, keterampilan pribadi, hingga hobi dapat membuka peluang usaha.
Mahasiswa dapat mencoba berbagai bisnis, seperti jasa desain, penyuntingan video, pengelolaan media sosial UMKM, katering kegiatan organisasi, les privat, dan kelas teknologi.
Namun, calon pengusaha perlu menguji ide sebelum mengeluarkan modal. Mereka dapat mewawancarai calon pelanggan, menawarkan solusi sederhana beserta harganya, lalu mencatat respons yang muncul. Langkah ini membantu mahasiswa menilai kebutuhan pasar dan peluang memperoleh pembeli.
Japar juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan. Calon pengusaha perlu menghitung biaya, harga jual, keuntungan, dan titik impas. Mereka juga harus memisahkan uang pribadi dari uang usaha agar arus keuangan tetap teratur.
Dalam pemasaran, kepercayaan pelanggan turut menentukan perkembangan bisnis. Karena itu, pengusaha perlu memberikan pelayanan yang baik, menjaga kejujuran, dan memenuhi janji kepada pelanggan.
Rencana Aksi 90 Hari untuk Memulai Usaha

Japar Sidiq Dorong Mahasiswa UBSI Jadi Pengusaha Muda | Sumber: Dok. Istimewa
Sebagai langkah nyata, Japar memperkenalkan rencana aksi selama 90 hari. Pada 30 hari pertama, mahasiswa dapat mencari masalah dan mewawancarai calon pelanggan. Selanjutnya, pada 30 hari kedua, mereka mulai membuat produk sederhana dan menawarkannya kepada calon pembeli.
Pada 30 hari terakhir, mahasiswa dapat memperbaiki produk, mencari pelanggan pertama, dan mencatat keuangan usaha. Tahapan ini membantu mereka menjalankan ide bisnis secara bertahap sekaligus mengevaluasi hasilnya.
Melalui seminar ini, UBSI Sukabumi bersama BSI Entrepreneur Center (BEC) mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan semangat berwirausaha. Kampus berharap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga berani menerapkan ide menjadi tindakan nyata.
Mahasiswa tidak harus menunggu semuanya sempurna untuk memulai usaha. Mereka dapat mengambil langkah awal dengan mengenali masalah, menguji ide, menghitung risiko, dan belajar dari pengalaman. Dengan cara tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan membangun bisnis sejak kuliah sebagai bekal menuju masa depan.
- Penulis: Sri Wahyuni
- Editor: Ardila Khaylila
