Monev PKM 2026, Tim SIA UBSI Sukabumi Perkuat Inovasi Budidaya Ikan
- account_circle Rahma Putri
- calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Monev PKM 2026, Tim SIA UBSI Sukabumi Perkuat Inovasi Budidaya Ikan | Doc: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com – Sukabumi, Evaluasi menjadi langkah penting untuk memastikan program pengabdian kepada masyarakat memberikan manfaat nyata. Atas dasar itu, tim dosen Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi mengikuti Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) 2026 secara daring pada Kamis (1/10/2026).
Tim mengikuti kegiatan secara daring dengan Prof. I Wayan Karyasa sebagai reviewer. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Melalui forum ini, tim memperoleh kesempatan untuk meninjau pelaksanaan program sekaligus mengevaluasi perkembangan kegiatan pengabdian yang mereka jalankan.
Tim SIA UBSI Sukabumi Evaluasi Program Hibah PKM 2026
Kelompok 5 yang terdiri atas Rusda Wajhillah sebagai ketua, bersama Ita Yulianti dan Yuri Rahayu sebagai anggota dosen. Tim ini juga melibatkan dua mahasiswa aktif, yaitu Nur Hidayat Suharlan dan Rahma Sri Melati Putri.
Dalam program hibah tersebut, tim mengusung judul “Optimalisasi Produktivitas Budidaya Ikan pada Pokdakan Teratai Fish Farm Melalui Sistem Aerasi dan Pengelolaan Keuangan Digital.” Program ini berfokus pada peningkatan produktivitas budidaya ikan sekaligus penguatan pengelolaan usaha berbasis teknologi.
Sebelumnya, tim telah berdiskusi dengan mitra Pokdakan Teratai Fish Farm untuk memetakan kebutuhan usaha. Tim kemudian merancang solusi melalui penerapan teknologi aerasi dan pengembangan pengelolaan keuangan digital. Kedua aspek tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses budidaya dan tata kelola usaha yang lebih terstruktur.

Penyampaian Laporan Kemajuan oleh Rusda Wajhillah selaku Ketua Kelompok| Doc: Istimewa
Program ini merupakan bagian dari Hibah Tahun 2026 yang mendapatkan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi, tim dapat meninjau pelaksanaan program serta memastikan kesesuaiannya dengan rencana yang telah disusun. Selain itu, proses ini menjadi ruang untuk mengevaluasi perkembangan kegiatan dan mengidentifikasi aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Dalam sesi evaluasi, Prof. I Wayan Karyasa mengapresiasi upaya tim dalam merancang solusi untuk menjawab permasalahan masyarakat. Namun, ia juga menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak dari setiap solusi yang diusulkan.
Menurutnya, sebuah inovasi tidak cukup hanya menawarkan jawaban terhadap persoalan yang ada. Tim pengabdian juga perlu menilai kemungkinan dampak lanjutan agar solusi tersebut tidak memunculkan persoalan baru.

Reviewer Apresiasi Tim dan Tekankan Dampak Solusi | Doc: Istimewa
“Saya mengapresiasi upaya tim dalam merancang solusi bagi permasalahan yang ada di masyarakat. Namun, ketika mengusulkan sebuah solusi, kita juga perlu memikirkan dampak yang mungkin muncul. Apakah solusi tersebut benar-benar menyelesaikan masalah, atau justru berpotensi menimbulkan permasalahan lain? Karena itu, setiap solusi perlu dikaji secara menyeluruh agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Prof. I Wayan Karyasa.
Masukan tersebut menjadi pengingat bagi tim untuk tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi. Tim juga perlu memperhatikan kesesuaian solusi dengan kondisi mitra, kemudahan penerapan, serta keberlanjutan manfaat setelah program selesai.
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Dorong Pengabdian Berdampak
Keterlibatan dosen dan mahasiswa menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan program PKM ini. Dosen berperan dalam merancang dan menjalankan program sesuai bidang keilmuan. Sementara itu, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis melalui keterlibatan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut juga mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan mitra di lapangan. Dengan begitu, program pengabdian tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan pengelolaan usaha masyarakat.
Ketua tim, Rusda Wajhillah, menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting dalam menjaga arah pelaksanaan program.
“Bagi kami, kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi kesempatan untuk meninjau perkembangan program sekaligus memastikan setiap langkah berjalan sesuai rencana. Kami juga ingin terus meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan agar solusi yang kami berikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mitra,” ujar Rusda.
UBSI Kampus Digital Kreatif Perkuat Kontribusi kepada Masyarakat
Program PKM ini menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, dan mitra, tim berupaya menghadirkan solusi yang relevan bagi pengembangan usaha budidaya ikan.
Selain itu, kegiatan monitoring dan evaluasi membantu tim menjaga fokus pelaksanaan program. Evaluasi secara berkala juga memberikan ruang bagi tim untuk meninjau capaian dan menyempurnakan langkah berikutnya.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong sivitas akademika untuk mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, dosen dan mahasiswa Prodi SIA UBSI Sukabumi turut mengambil peran dalam memperkuat penerapan teknologi serta mendukung pengembangan usaha lokal.
- Penulis: Rahma Putri
