Dari Konsep hingga Praktik, Saeful Bekali Guru Dasar Pemrograman Python
- account_circle Rifa Fitriyani
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dari Konsep hingga Praktik, Saeful Bekali Guru Dasar Pemrograman Python | Doc: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz – Pemrograman Python menjadi salah satu materi yang diperkenalkan kepada guru dalam Workshop Implementasi Kurikulum Informatika dan Pelatihan Koding menggunakan Scratch dan Python. Saeful, salah satu dosen UBSI Sukabumi, hadir sebagai Speaker II untuk membekali peserta dengan pemahaman dasar pemrograman Python melalui materi dan praktik sederhana.
Workshop tersebut berlangsung untuk meningkatkan kompetensi guru dalam implementasi kurikulum, computational thinking, dan pemrograman berbasis proyek. Saeful menggunakan pendekatan sederhana agar peserta dapat memahami konsep sekaligus mencoba praktik secara langsung.
Saeful Sesuaikan Materi dengan Kebutuhan Guru
Sebelum menyampaikan materi, Saeful terlebih dahulu memahami karakteristik peserta workshop. Ia menyesuaikan materi dengan kebutuhan guru agar pembelajaran coding tidak hanya berisi teori.
Saeful menggunakan bahasa yang sederhana dan praktis karena peserta berasal dari kalangan guru. Ia juga menyiapkan contoh serta latihan agar peserta dapat mencoba konsep yang mereka pelajari.
“Untuk persiapannya, saya mulai dengan memahami terlebih dahulu siapa peserta workshop dan kebutuhan mereka. Karena pesertanya adalah para guru, saya berusaha membuat materi yang sederhana, praktis, dan mudah diterapkan,” ujar Saeful.
Menurutnya, pendekatan tersebut membantu guru memahami konsep pemrograman. Guru juga dapat melihat penerapan coding dalam proses pembelajaran.
Kenalkan Dasar Python hingga Program Sederhana
Dalam sesi pemaparan, Saeful mengenalkan dasar-dasar pemrograman Python. Materi mencakup pengenalan Python, variabel, tipe data, dan operator.
Ia kemudian menjelaskan percabangan dan perulangan sebagai bagian dari konsep dasar pemrograman. Setelah itu, Saeful mengajak peserta membuat program sederhana.
Saeful juga memberikan studi kasus yang menggabungkan beberapa konsep pemrograman. Melalui studi kasus tersebut, peserta dapat melihat cara coding membantu menyelesaikan sebuah masalah.
Pendekatan tersebut membuat peserta tidak hanya mempelajari sintaks. Mereka juga memahami alur berpikir saat membuat sebuah program.
Senang Bisa Berbagi Ilmu Coding
Bagi Saeful, menjadi pemateri dalam workshop tersebut memberikan pengalaman yang menyenangkan. Ia merasa antusias saat mendapat kesempatan berbagi pengetahuan kepada para guru.
Menurutnya, kepuasan muncul ketika peserta mulai memahami konsep yang sebelumnya terlihat sulit. Ia juga merasa senang ketika peserta mampu mengikuti praktik dan menghasilkan program sendiri.
“Saya merasa senang dan cukup antusias. Bagi saya, berbagi ilmu merupakan pengalaman yang menyenangkan, apalagi ketika melihat peserta mulai memahami konsep yang sebelumnya mungkin dianggap sulit,” ungkap Saeful.
Pengalaman tersebut memberi Saeful kesempatan melihat respons peserta selama pembelajaran. Ia juga dapat mengetahui bagian materi yang perlu ia jelaskan dengan cara lebih sederhana.
Coding Jadi Bagian dari Perjalanan Saeful
Ketertarikan Saeful terhadap coding sudah muncul sejak awal perjalanannya mengenal teknologi. Ia melihat pemrograman bukan sekadar aktivitas menulis baris kode.

Peserta mengikuti praktik pemrograman Python dalam workshop coding UBSI Sukabumi. | Doc: Istimewa
Menurutnya, coding juga melatih cara berpikir logis dan kemampuan memecahkan masalah. Semakin banyak mempelajari pemrograman, semakin banyak pula hal yang ingin ia eksplorasi.
Pandangan tersebut mendorong Saeful mengajak peserta agar tidak menganggap coding sebagai sesuatu yang sulit. Ia menilai proses belajar dapat dimulai dari konsep paling sederhana.
Jangan Takut Memulai Belajar Coding
Saeful berpesan kepada para guru agar tidak takut mulai belajar coding. Menurutnya, pemrograman memang dapat terlihat sulit pada tahap awal.
Namun, latihan secara bertahap dapat membantu seseorang memahami konsep dengan lebih baik.
“Coding memang terlihat sulit di awal, tetapi sebenarnya yang paling penting adalah berani mencoba dan terus berlatih. Tidak harus langsung membuat program yang kompleks. Mulai dari hal sederhana, pahami konsepnya, lalu berkembang sedikit demi sedikit,” pesannya.
Ia berharap para guru tidak berhenti pada pemahaman Python. Guru juga dapat melihat pemrograman sebagai media pembelajaran yang menarik bagi siswa.
Saeful berharap semakin banyak guru yang percaya diri mengenalkan computational thinking dan pemrograman kepada siswa. Guru dapat memperkenalkan materi tersebut melalui pembelajaran yang sederhana, bertahap, dan menyenangkan.
- Penulis: Rifa Fitriyani
- Editor: Rifa Fitriyani
