Puteri Indonesia, Devi Aprilia Putri Ubah Mimpi Masa Kecil Jadi Prestasi
- account_circle Ardila Khaylila
- calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Devi Aprilia Putri, Mahasiswi UBSI dan Puteri Indonesia Jawa Barat | Sumber: Dok. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Bekasi – Sebuah mimpi besar terkadang berawal dari hal sederhana. Devi Aprilia Putri mulai mengenal ajang Puteri Indonesia sejak kecil. Bersama sang kakak, ia diam-diam menonton kontes kecantikan tersebut dari rumah. Kini, pengalaman itu mengantarnya meraih posisi First Runner-Up Puteri Indonesia Jawa Barat Pariwisata dan Lingkungan 2025 sekaligus menjalani pendidikan sebagai mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).
Devi sudah memiliki keinginan untuk menjadi Puteri Indonesia sejak kecil. Bahkan, ia pernah menjalani “operasi rahasia” bersama sang kakak demi menyaksikan ajang tersebut. Saat itu, orang tua Devi melarangnya menonton televisi hingga larut malam dan meminta ia tidur sebelum pukul 22.00.
Mimpi Devi Bermula dari Tontonan Masa Kecil
Namun, sang kakak yang tomboi tetapi menyukai kontes kecantikan justru membangunkannya sekitar pukul 23.30. Keduanya lalu menonton Puteri Indonesia bersama sambil mengecilkan volume televisi agar orang tua mereka tidak mengetahui aksi tersebut.
Awalnya, Devi hanya tertarik pada mahkota dan gaun para peserta. Seiring bertambahnya usia, ketertarikan itu berkembang menjadi sebuah impian. Ia mulai melihat ajang tersebut bukan sekadar tontonan, tetapi sebagai tujuan yang ingin ia perjuangkan.
Perjalanan tersebut akhirnya membawa Devi meraih posisi First Runner-Up Puteri Indonesia Jawa Barat Pariwisata dan Lingkungan 2025. Pencapaian itu juga membuka kesempatan bagi Devi untuk melanjutkan pendidikan melalui beasiswa penuh 100 persen di UBSI yang mengusung konsep Kampus Digital Kreatif.
Beasiswa Membuka Jalan Devi Kuliah di UBSI
Kesempatan memperoleh beasiswa menjadi salah satu alasan Devi memilih UBSI untuk melanjutkan pendidikan. Ia menilai kampus tersebut memiliki pilihan program studi yang cukup beragam sehingga dapat mendukung rencana pendidikan sekaligus kariernya.
Selama menjadi mahasiswa, Devi juga menemukan berbagai pengalaman baru. Ia mengaku mendapat kesan positif dari lingkungan kampus dan pelayanan yang ia rasakan. Salah satunya saat ia berada di Wisma BSI dan ikut berperan sebagai speaker dalam Seminar Motivasi (SEMOT) UBSI 2026.
Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya terhadap pilihan pendidikan. Devi juga berharap lingkungan kampus mampu mendorong lebih banyak mahasiswa untuk berkembang dan meraih prestasi sesuai bidang masing-masing.
“Pendidikan menjadi bagian penting dari perjalanan mengejar mimpi. Gelar dan pengalaman akademik bukan sekadar pelengkap, tetapi dapat menjadi bekal untuk memperluas kemampuan dan membuka lebih banyak peluang,” ujar Devi.
Kuliah, Jadi Puteri Indonesia, Sekaligus Berkarier di KAI
Aktivitas Devi tidak hanya berkaitan dengan kuliah dan perannya sebagai Puteri Indonesia. Ia juga bekerja di PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai Executive Marketing Maintenance dan Operational Spare Part Service (MOS). Selain itu, Devi berperan sebagai influencer internal sekaligus brand ambassador yang turut mengenalkan layanan dan produk perusahaan kepada masyarakat.
Dengan berbagai aktivitas tersebut, kemampuan mengatur waktu menjadi bagian penting dalam kesehariannya. Namun, Devi tidak menganggap manajemen waktu sebagai sebuah rumus yang harus mengikuti pola tertentu. Menurutnya, tidak ada formula A-B-C-D khusus untuk membagi waktu. Ia justru menilai intention atau niat dan desire atau keinginan sebagai dua hal yang lebih utama.
Ketika seseorang memiliki niat dan keinginan kuat untuk mencapai sesuatu, berbagai aktivitas akan terasa lebih mudah untuk diatur. Dorongan untuk terus berkembang juga membuat seseorang mampu mencari cara agar pendidikan, pekerjaan, dan tanggung jawab lainnya tetap berjalan bersama.
Berani Mengejar Mimpi
Saat bertemu mahasiswa baru UBSI, Devi melihat energi dan potensi besar dalam diri generasi muda. Karena itu, ia membawa pesan tentang keberanian untuk
Saat bertemu mahasiswa baru UBSI, Devi melihat energi dan potensi besar dalam diri generasi muda. Karena itu, ia membawa pesan tentang keberanian untuk mempertahankan serta mengejar mimpi. Menurutnya, mimpi yang berharga bukanlah mimpi yang mudah seseorang raih. Semakin besar tantangannya, semakin kuat pula alasan untuk terus berusaha.
“Kalau kita punya mimpi dan itu bisa digapai, berarti mimpi itu belum terlalu berharga. Ketika mimpi itu sulit dan belum kita capai, itu adalah mimpi yang paling berharga dan harus terus diperjuangkan,” pesannya.
Pesan tersebut relevan bagi mahasiswa baru yang sedang memulai perjalanan pendidikan. Empat tahun kuliah bukan sekadar masa untuk menyelesaikan mata kuliah, tetapi juga kesempatan untuk mengenali potensi, mencoba berbagai aktivitas, memperluas relasi, serta menentukan arah masa depan.
Devi juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah takut saat menghadapi tantangan. Mimpi besar memang membutuhkan proses panjang. Ia mengajak mahasiswa untuk tetap mengingat mimpi yang pernah mereka miliki dan selalu bersyukur kepada Tuhan selama menjalani setiap proses. Kisah Devi menunjukkan bahwa sebuah mimpi bisa tumbuh dari hal sederhana hingga menjadi keberanian untuk mengejarnya dan akhirnya berdiri di atas panggung Puteri Indonesia.
- Penulis: Ardila Khaylila
- Editor: Ardila Khaylila
