Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Gempa Laut Pangandaran Guncang Sukabumi, BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

Gempa Laut Pangandaran Guncang Sukabumi, BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

  • account_circle Siti Hasna Wulandari
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz.com, Sukabumi – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab gempa bumi yang mengguncang wilayah laut Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu (5/8) malam. Gempa bermagnitudo 5,3 itu mengguncang sejumlah daerah, termasuk Kabupaten dan Kota Sukabumi.

Aktivitas sesar aktif di dasar laut memicu gempa tersebut. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa hasil pembaruan analisis menunjukkan magnitudo gempa sebesar 5,2. Gempa berlangsung pada pukul 21.55.41 WIB.

BMKG menetapkan pusat gempa sekitar 87 kilometer di barat daya Pangandaran. Titiknya berada pada koordinat 8,17 Lintang Selatan dan 107,86 Bujur Timur dengan kedalaman 14 kilometer.

Dikutip dari Sukabumiupdate, Wijayanto menjelaskan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter menunjukkan aktivitas sesar aktif di bawah laut memicu gempa dangkal tersebut.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pola pergerakan geser naik (oblique-thrust fault).

BMKG juga memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hasil pemodelan menunjukkan gempa tidak memicu gelombang tsunami sehingga masyarakat tidak perlu panik.

Getaran Mencapai Sukabumi

BMKG menerima laporan dari masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat yang merasakan getaran dengan intensitas berbeda.

Masyarakat di Kecamatan Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, Nagrak, dan Solokanjeruk merasakan guncangan dengan intensitas III MMI. Pada skala tersebut, getaran terasa jelas di dalam rumah seperti truk besar yang sedang melintas.

Masyarakat di Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Soreang, Pangalengan, dan Ciwidey juga merasakan guncangan dengan intensitas II–III MMI. Sebagian warga mengaku merasakan getaran cukup jelas saat berada di dalam bangunan.

Sementara itu, masyarakat di Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, hingga Palabuhanratu merasakan getaran pada skala II MMI. Getaran itu membuat beberapa benda ringan yang menggantung ikut bergoyang.

BMKG Catat Satu Gempa Susulan

Hingga pukul 22.30 WIB, BMKG mencatat satu gempa susulan (aftershock) bermagnitudo 2,2.

Dikutip dari Sukabumiupdate, Wijayanto mengatakan BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan. Pihaknya juga akan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat dan instansi terkait apabila muncul perkembangan baru.

BMKG Minta Masyarakat Tetap Tenang

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Selain itu, BMKG meminta warga menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak hingga petugas menyatakan bangunan tersebut aman.

Dikutip dari Sukabumiupdate, BMKG juga mengajak masyarakat mengikuti informasi terbaru melalui akun @infoBMKG, situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta WRS-BMKG.

  • Penulis: Siti Hasna Wulandari
  • Editor: Ina Haryani

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saat AI Menjadi Jalan Pintas: Apakah Masa Depan Intelektual Mahasiswa Terancam?

    Saat AI Menjadi Jalan Pintas: Apakah Masa Depan Intelektual Mahasiswa Terancam?

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Aulia Ramadhani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Kehadiran Artificial Intelligence (AI) membawa revolusi besar dalam dunia pendidikan. Mahasiswa kini dapat menyelesaikan tugas lebih cepat, mencari referensi lebih mudah, bahkan menghasilkan tulisan hanya dengan bantuan satu klik. Penggunaan AI secara berlebihan mulai menciptakan budaya akademik instan. Banyak mahasiswa lebih memilih memanfaatkan AI sebagai jalan pintas daripada berproses dengan pemikiran sendiri. Apakah […]

  • FBI Ingatkan Bahaya Fitur Share Screen WhatsApp yang Bisa Rugikan Pengguna | Sumber: KHOU

    Jangan Asal Share Screen di WhatsApp! FBI Ungkap Modus Penipuan Canggih

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat mengeluarkan peringatan penting bagi pengguna WhatsApp di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Lembaga tersebut menyoroti munculnya modus penipuan baru yang memanfaatkan fitur berbagi layar (share screen) pada aplikasi milik Meta tersebut. Modus Baru Bernama Phantom Hacker Scam Penipuan ini dikenal sebagai phantom hacker scam, yaitu modus ketika […]

  • 28 Years Later

    28 Years Later Sudah Tayang, Wajib Tonton Dua Film Sebelumnya Biar Kamu Nggak Clueless

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle LIL
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Sebelum HBO mempopulerkan jamur Cordyceps dan Pedro Pascal dalam The Last of Us, ada film horor iconic dari tahun 2002 berjudul 28 Days Later. Kini, dua dekade kemudian, film tersebut kembali dengan judul 28 Years Later yang rilis bersamaan dengan rumor tentang trilogi baru. Namun, sebelum menonton 28 Years Later, pastikan kamu sudah […]

  • Sambut Maba, UNM Beri Gairah Semangat Baru Lewat SERASI

    Sambut Maba, UNM Beri Gairah Semangat Baru Lewat SERASI

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
    • account_circle Dewin
    • 0Komentar

    DEPOK– Mahasiswa baru merupakan cikal bakal generasi masa depan yang perlu ditempa hard skill dan soft skill-nya. Universitas Nusa Mandiri (UNM) telah menyiapkan kegiatan yang akan membangun gairah semangat bagi para mahasiswa baru (maba) nya. Kegiatan ini akan dikemas dengan kegiatan Seminar Inspirasi (SERASI) dan akan terlaksana pada Sabtu (10/9) pukul 07.00 WIB hingga selesai, […]

  • Penyiraman Air Keras

    Ibu dan Anak di Sukabumi Jadi Korban Penyiraman Air Keras

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Peristiwa mengerikan terjadi di Kota Sukabumi pada Kamis pagi, (1/5/2025). Seorang ibu berusia 37 tahun dan anaknya yang berusia 10 tahun menjadi korban penyiraman air keras oleh dua pria tak dikenal. Mereka sedang berboncengan motor di Jalan Sudajaya, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, saat serangan itu terjadi. Pelaku mendekat dan langsung menyiramkan cairan kimia […]

  • Sistem Informasi UBSI Sukabumi

    Sistem Informasi UBSI Sukabumi Cocok untuk Generasi Digital

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Hasna Wulandari
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Univeritas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Sukabumi menjadi salah satu pilihan program studi yang relevan bagi generasi digital. Di era teknologi saat ini, hampir seluruh aktivitas manusia memanfaatkan sistem dan teknologi informasi. Karena itu, kebutuhan tenaga kerja yang menguasai teknologi terus meningkat dari tahun ke tahun. Program […]

expand_less