Sukabumihitz – Perkembangan teknologi membuat kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja ikut berubah, termasuk pada bidang keuangan. Saat ini, banyak perusahaan mencari akuntan yang menguasai teknologi karena sistem bisnis modern semakin bergantung pada digitalisasi, artificial intelligence (AI), dan software Enterprise Resource Planning (ERP).
Jika dulu akuntan identik dengan pembukuan manual dan laporan keuangan berbasis spreadsheet, kini perusahaan membutuhkan tenaga keuangan yang mampu membaca data, mengoperasikan sistem digital, serta membantu pengambilan keputusan bisnis melalui analisis data. Perubahan tersebut membuat profesi akuntan mengalami transformasi besar di era digital.
Perusahaan Beralih ke Sistem Keuangan Digital
Banyak perusahaan mulai menggunakan sistem otomatisasi untuk mengelola aktivitas keuangan dengan lebih cepat dan efisien. Teknologi modern membantu proses input transaksi, rekonsiliasi bank, hingga analisis laporan keuangan secara real-time dengan tingkat akurasi tinggi.
Kondisi tersebut membuat perusahaan tidak lagi hanya mencari akuntan yang memahami debit dan kredit. Perusahaan kini juga membutuhkan tenaga profesional yang mampu memanfaatkan teknologi dalam proses bisnis. Fenomena ini terlihat pada perusahaan global. Firma Big Four seperti Deloitte, EY, KPMG, dan PwC mulai membuka lebih banyak posisi berbasis AI dan teknologi dibanding beberapa posisi audit konvensional.
Skill Teknologi Jadi Nilai Tambah Akuntan Modern
Di Indonesia, banyak perusahaan mulai menggunakan software akuntansi berbasis cloud seperti SAP, Oracle, dan Accurate. Perusahaan juga memanfaatkan sistem ERP yang mengintegrasikan berbagai aktivitas bisnis dalam satu platform.
Karena itu, kemampuan teknologi menjadi nilai tambah penting bagi mahasiswa maupun lulusan akuntansi. Perusahaan kini mencari kandidat yang memahami data analytics, dashboard keuangan, cloud accounting, hingga penggunaan AI untuk forecasting dan analisis risiko. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa profesi akuntan mulai bergerak dari pekerjaan administratif menuju peran strategis dalam perusahaan.
Baca juga: QRIS dan Cashless Ubah Cara Transaksi, Akuntansi Digital Jadi Skill Penting di Era Modern
AI Mengubah Cara Kerja Akuntan
Perkembangan AI generatif seperti ChatGPT membuat banyak pekerjaan repetitif dapat terselesaikan secara otomatis dalam waktu singkat. Meski begitu, teknologi tetap membutuhkan manusia untuk melakukan interpretasi data, pengawasan, serta pengambilan keputusan bisnis.
AI memang mampu mengolah data lebih cepat. Namun, sistem tetap tidak memiliki intuisi bisnis, etika profesional, dan pertimbangan manusia saat menghadapi situasi tertentu. Karena itu, akuntan yang mampu mengombinasikan kemampuan keuangan dan teknologi justru menjadi aset penting bagi perusahaan.
Sistem Informasi Akuntansi Jadi Pilihan Relevan di Era Digital
Perkembangan industri digital membuat kebutuhan tenaga akuntansi berbasis teknologi terus meningkat. Kondisi tersebut menjadikan Program Studi Sistem Informasi Akuntansi semakin relevan bagi mahasiswa yang ingin memiliki kemampuan keuangan sekaligus teknologi.
Melalui Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, mahasiswa tidak hanya mempelajari laporan keuangan dan pencatatan transaksi. Mahasiswa juga memahami penggunaan software akuntansi, sistem ERP, data analytics, hingga teknologi digital yang banyak perusahaan gunakan saat ini.
Di lingkungan Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Sukabumi, mahasiswa Sistem Informasi Akuntansi mendapat kesempatan mengembangkan keterampilan praktis melalui pelatihan, project digital, dan berbagai kegiatan yang sesuai kebutuhan industri modern. Kombinasi kemampuan akuntansi dan teknologi tersebut menjadi bekal penting agar mahasiswa lebih siap menghadapi persaingan kerja pada era AI dan transformasi digital.














