Stranger Than Heaven, Banyak Artis hadir dalam Sebuah Game!
- account_circle M. Daud Ibrahim
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sampul Stranger Than Heaven | Sumber : Xbox.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com – (Stranger Than Heaven) Bayangkan sebuah game yang menempatkan penyanyi paling misterius di Jepang dan rapper paling ikonik di Amerika dalam satu dunia yang sama, lalu membungkusnya dengan narasi 50 tahun sejarah Jepang, pertarungan jalanan yang brutal, dan industri hiburan penuh intrik. Itulah gambaran paling ringkas dari, proyek terbaru RGG Studio yang telah lama menggelitik rasa penasaran dunia game sejak pertama kali diumumkan dengan nama sandi Project Century di The Game Awards 2024.
Pada 6–7 Mei 2026, SEGA dan Xbox akhirnya membuka tirai sepenuhnya lewat siaran khusus Xbox Presents: A Special Look at Stranger Than Heaven. Yang terungkap bukan hanya detail cerita dan gameplay, tetapi juga deretan nama, jyang mana jika dibaca satu per satu, terasa seperti lineup festival musik kelas dunia yang entah bagaimana nyasar ke dalam video game.
Ado: Kejutan luar biasa pada game Stranger Than Heaven

Cast Ado dalam game Stranger Than Heaven | Sumber : stranger-than-heaven.com
Dari semua nama yang muncul, Ado memicu reaksi paling besar. Penyanyi fenomenal pemilik Usseewa, Kyōken, dan soundtrack One Piece Film: Red ini terjun ke dunia video game untuk pertama kalinya. Ia memerankan Keiko Shirai, seorang penyanyi muda dengan peran penting dalam latar dunia hiburan Stranger Than Heaven.
Kehadiran Ado langsung menyulut satu pertanyaan besar, apakah wajah Keiko Shirai menggunakan wajah asli Ado? RGG Studio memang terkenal mendigitalisasi wajah para aktornya secara realistis. Asumsi itu sangat masuk akal. Namun Masayoshi Yokoyama, sutradara eksekutif game ini, meluruskan spekulasi tersebut dalam wawancaranya pada kanal youtube RGG. “Itu bukan wajah asli dia. Saya tegaskan sekali lagi bahwa wajahnya berbeda,” ujarnya tegas.
Tim RGG Studio merancang Keiko Shirai sebagai karakter orisinal. Mereka kemudian mempresentasikan desain itu kepada Ado untuk mendapat masukan dan persetujuan akhir. Yokoyama sendiri mengaku tidak mengetahui wajah asli sang penyanyi. Fakta itu membuat kolaborasi ini berjalan murni tanpa menggeser batas privasi yang selama ini Ado jaga dengan sangat ketat.
Di atas panggung nyata, Ado selalu tampil di balik siluet dan pencahayaan teratur. Di Stranger Than Heaven, ia hadir dengan cara yang sama: suaranya terdengar jelas, wajahnya tetap menjadi misteri.
Ado mengonfirmasi keterlibatannya lewat akun X pribadinya tak lama setelah pengumuman resmi. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai sesuatu yang “tidak masuk akal tingkat kemewahan”nya, kalimat yang terasa sangat tepat jika melihat siapa saja yang turut terlibat.
Snoop Dogg Sebagai Orpheus: Kejutan Paling Ikonik dari Barat

Snoop Dogg dalam game Stranger Than Heaven | Sumber : stranger-than-heaven.com
Jika Ado menjadi kejutan terbesar dari sisi Jepang, Snoop Dogg adalah yang paling tidak terduga dari belahan bumi lain. Rapper asal California ini sudah membangun karier selama lebih dari tiga dekade. Kini ia hadir sebagai Orpheus, karakter penyelundup misterius yang langsung mencuri perhatian sejak cuplikan pertama tayang.
RGG Studio membangun karakter Orpheus dengan mengacu langsung pada penampilan asli Snoop Dogg. Suara rendahnya yang khas dan postur tubuhnya yang ikonik hadir utuh dalam sosok Orpheus. Studio ini tampaknya sangat sadar bahwa Snoop Dogg adalah persona tersendiri. Ia justru paling kuat ketika tampil apa adanya.
Snoop Dogg tidak hanya berperan sebagai karakter. Ia juga membawakan lagu tema utama game berjudul Stranger Than Heaven bersama Ado, Satoshi Fujihara dari Official HIGE DANdism, dan Tori Kelly. Hasilnya benar-benar segar. Vokal Ado yang gelap dan ekspresif berpadu dengan rap Snoop Dogg, melodi Fujihara, dan sentuhan Tori Kelly. Lagu itu terasa seperti cerminan sempurna dari dunia yang game ini bangun.
Tori Kelly, Dean Fujioka, dan Bunta Sugawara: Cast yang Tak Kalah Berbobot dalam Stranger Than Heaven

Cast Reveal Dalam Game Stranger Than Heaven | Sumber : Sega.com
Di luar Ado dan Snoop Dogg, barisan pengisi karakter Stranger Than Heaven tetap tidak main-main. Tori Kelly, penyanyi Amerika dengan vokal yang powerful, memerankan Suzy Day sekaligus tampil dalam lagu tema. Dean Fujioka, aktor dan musisi ternama Asia, mengambil peran Yu Shinjo, karakter yang tampaknya cukup sentral dalam cerita utama.
Momen paling mengharukan datang dari kehadiran mendiang Bunta Sugawara. Ia adalah ikon sinema Jepang lewat serial film Battles Without Honor and Humanity dan wafat pada 2014. RGG Studio menghadirkannya kembali sebagai karakter Genzo Iwaki. Tim studio membangun model CG-nya dari rekaman arsip dan foto-foto lama atas persetujuan resmi keluarga serta dukungan materi dari Toei Company Ltd. Takashi Ukaji, rekan aktor yang memiliki kedekatan personal dengan almarhum, kemudian mengisi suara karakter tersebut.
Ini bukan sekadar gimmick nostalgia. Pendekatan penuh kehormatan ini membuktikan seberapa jauh RGG Studio bersedia melangkah demi menghadirkan pengalaman naratif yang sinematik dan autentik.
Gameplay Stranger Than Heaven: Lima Era, Dua Tangan, Satu Takdir

Time Reveal Stranger Than Heaven | Sumber : Stranger-Than-Heaven.com
Di balik semua kemewahan cast, Stranger Than Heaven tetaplah sebuah game dan RGG Studio tidak sedang bermain aman dari sisi gameplay.
Pemain mengendalikan Makoto Daito, seorang pria keturunan Amerika-Jepang. Perjalanannya dimulai di pelabuhan San Francisco pada 1915. Ia kehilangan kedua orang tuanya dan menghadapi diskriminasi berat di Amerika. Tanpa pilihan lain, ia nekat menyelinap ke kapal menuju Jepang, tanah ibunya. Kisah itu kemudian berkembang melewati lima kota dan lima dekade yang masing-masing punya karakter sangat berbeda:
- Kokura, Fukuoka (1915) Kota industri baja yang keras, padat asap dan ambisi
- Kure, Hiroshima (1929) Pelabuhan galangan kapal terbesar Jepang, di bawah cengkeraman kriminal
- Minami, Osaka (1943) Distrik hiburan terbesar Jepang barat, bernapas di bawah bayang-bayang perang
- Atami, Shizuoka (1951) Kota resor air panas yang menjadi simbol kebangkitan pascaperang
- Kamurocho, Shinjuku, Tokyo (1965) Distrik ikonik yang dikenal penggemar seri Yakuza, tempat cerita Makoto mencapai puncaknya
Sistem pertarungan Stranger Than Heaven jauh lebih radikal dari seri RGG sebelumnya. Pemain mengendalikan sisi kiri dan kanan tubuh Makoto secara independen. Sistem ini memungkinkan kombinasi serangan yang lebih organik: meninju dengan satu tangan, memblokir dengan yang lain, atau menahan musuh ke tanah lalu menghabisinya. Pisau, palu, dan katana juga tersedia dan bisa ditingkatkan seiring perjalanan.
Selain bertarung, Makoto juga menjalani karier di dunia hiburan lewat sistem Showman. Ia mengumpulkan suara-suara dari lingkungannya gemuruh kereta, dengkuran tetangga, bahkan erangan musuh. Suara-suara itu kemudian ia olah menjadi pertunjukan musik yang memukau penonton. Sisi inilah yang membuat keterlibatan Ado, Snoop Dogg, Tori Kelly, dan Fujihara terasa bukan sekadar tempelan nama. Musik adalah DNA dari cerita ini.
Mini-game klasik khas RGG juga tetap hadir dadu, kartu, panco, hingga manajemen klub malam, memastikan dunia Makoto terasa hidup jauh melampaui arena pertarungan.
Koneksi ke Yakuza dan Cara Mendapatkannya
Penggemar lama waralaba Like a Dragon akan menemukan sesuatu yang istimewa di sini. Stranger Than Heaven mengisahkan asal-usul Klan Tojo, organisasi yakuza fiksi yang menjadi jantung narasi hampir seluruh seri Yakuza. Namun pemain baru tetap bisa menikmati game ini sepenuhnya. RGG Studio merancangnya agar bisa berdiri sendiri tanpa pengetahuan apa pun tentang seri sebelumnya.
Stranger Than Heaven hadir pada Winter 2026 di PS5, Xbox Series X|S, dan PC via Steam. Game ini tersedia sebagai judul Day One di Xbox Game Pass dan juga bisa dimainkan lewat Xbox Cloud Gaming. Pemain sudah bisa menambahkannya ke daftar wishlist sekarang di Steam, PlayStation Store, maupun Xbox Store.
Narasi setengah abad, cast sekelas festival musik dunia, sistem pertarungan yang berani, dan musik sebagai tulang punggung cerita Stranger Than Heaven bukan sekadar game yang layak ditunggu. Ia adalah bukti bahwa video game, di tangan yang tepat, bisa menjadi sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar hiburan.
Stranger Than Heaven akan tersedia di PS5, Xbox Series X/S, dan PC (Steam) pada Winter 2026. Tambahkan ke wishlist Anda sekarang di platform pilihan Anda.
- Penulis: M. Daud Ibrahim
- Editor: Ardila Khaylila Agusti
