Shadow Work di Tempat Kerja dan Cara Mengatasinya
- account_circle Keysya Aprillia
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja melalui diskusi, kolaborasi, dan pengembangan soft skill. | Sumber: Generated AI (Gemini)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com – Shadow Work di Tempat Kerja menjadi salah satu konsep pengembangan diri yang semakin banyak dibahas dalam dunia profesional. Banyak orang merasa sudah bekerja keras setiap hari, tetapi kesempatan promosi belum juga datang. Hambatan terbesar tidak selalu berasal dari persaingan kerja atau kurangnya kemampuan teknis. Sering kali, kebiasaan dan pola pikir yang tidak disadari justru menghambat perkembangan karier.
Mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja juga perlu memahami hal tersebut. Hard skill memang penting, tetapi kemampuan mengenali emosi, menerima kritik, dan mengelola respons terhadap berbagai situasi akan membantu seseorang berkembang lebih cepat di lingkungan profesional.
Memahami Shadow Work di Tempat Kerja
Dalam psikologi, shadow work merupakan proses mengenali sisi diri yang selama ini tersembunyi, seperti rasa takut, rasa tidak percaya diri, atau kebiasaan yang menghambat perkembangan. Shadow Work di Tempat Kerja membantu seseorang mengenali pola perilaku tersebut sejak awal.
Ketika memahami sisi tersebut, seseorang dapat memperbaiki cara berpikir, mengambil keputusan secara lebih objektif, serta membangun hubungan kerja yang lebih baik dengan rekan maupun atasan.
Mengenali Pola Self Sabotage di Kantor
Banyak orang tanpa sadar melakukan self sabotage atau sabotase diri. Perilaku ini muncul ketika seseorang menunda pekerjaan karena takut hasilnya tidak sempurna. Sebagian orang juga menolak tanggung jawab baru karena merasa belum cukup mampu. Ada pula yang terus meragukan kemampuannya sendiri meskipun memiliki kompetensi yang baik.
Kebiasaan tersebut dapat menghambat perkembangan karier. Atasan lebih menghargai karyawan yang berani mengambil inisiatif, menyelesaikan tantangan, dan menunjukkan kesiapan untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar.
Shadow Work di Tempat Kerja Membantu Menerima Kritik

Persiapkan Diri Untuk Karier Impianmu | Sumber : istockphoto.com
Cara seseorang menerima kritik juga menunjukkan tingkat kematangan profesionalnya. Sebagian orang langsung merasa tersinggung atau menganggap kritik sebagai serangan pribadi. Reaksi seperti ini justru menghambat proses belajar.
Sebaliknya, profesional yang terus berkembang memanfaatkan kritik sebagai bahan evaluasi. Mereka memisahkan penilaian terhadap pekerjaan dari nilai diri sebagai individu. Pola pikir tersebut membantu mereka meningkatkan kualitas kerja tanpa kehilangan rasa percaya diri.
Sikap terbuka terhadap masukan juga memperkuat komunikasi dengan rekan kerja dan atasan. Banyak perusahaan menghargai karyawan yang mau belajar dan terus berkembang.
Cara Memulai Shadow Work di Tempat Kerja
Anda dapat memulai shadow work melalui kebiasaan sederhana. Saat muncul rasa iri, cemas, atau takut gagal, tuliskan penyebab emosi tersebut. Cara ini membantu Anda mengenali pola pikir yang memengaruhi setiap keputusan.
Biasakan juga memberi jeda sebelum merespons kritik. Dengarkan masukan sampai selesai, lalu ajukan pertanyaan seperti, “Bagian mana yang bisa saya tingkatkan?” Respons tersebut menunjukkan sikap profesional sekaligus membuka kesempatan untuk terus berkembang.
Semakin sering Anda melatih kesadaran diri, semakin mudah pula Anda mengendalikan emosi ketika menghadapi tekanan pekerjaan maupun tantangan dalam tim.
Persiapkan Karier Bersama BSI Career Center
Membangun karier tidak hanya bergantung pada kemampuan akademik. Mahasiswa juga perlu mengembangkan karakter, komunikasi, kepemimpinan, dan kecerdasan emosional agar mampu beradaptasi di dunia profesional.
Melalui BSI Career Center (BCC), mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dapat mengikuti seminar, lokakarya, konseling karier, dan berbagai program pengembangan soft skill. Program tersebut membantu mahasiswa mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja.
Dengan mengikuti berbagai kegiatan BCC, mahasiswa dapat meningkatkan kesiapan menghadapi proses rekrutmen sekaligus membangun mental profesional. Bekal tersebut membantu lulusan UBSI bersaing di dunia kerja sekaligus berkembang menjadi profesional yang adaptif.
- Penulis: Keysya Aprillia
- Editor: Siti Hasna Wulandari
