Breaking News
light_mode
Beranda » Hiburan » Musik » Fourtwnty Sukses Bikin Lagu “Mangu” Viral Lagi, Kisah Cinta Beda Keyakinan yang Menyayat Hati

Fourtwnty Sukses Bikin Lagu “Mangu” Viral Lagi, Kisah Cinta Beda Keyakinan yang Menyayat Hati

  • account_circle Redaksi Smi
  • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Band indie asal Indonesia, Fourtwnty, kembali menarik perhatian lewat lagu “Mangu“. Meski dirilis pada 2022, lagu ini mendadak viral di TikTok. Banyak pengguna yang menjadikannya latar untuk video bertema cinta beda agama. Efeknya luar biasa. Lagu ini kini duduk di posisi kedua Top 50 Spotify Indonesia dan telah diputar lebih dari 61 juta kali.

Mangu: Lagu yang Jujur dan Penuh Luka

“Mangu” menggambarkan rasa diam yang timbul karena sedih atau kecewa. Fourtwnty menuliskan kisah cinta yang kandas bukan karena hilangnya cinta, tapi karena perbedaan keyakinan. Lirik seperti ‘tak lagi sama cara berdoa’ dan ‘tak lagi sama arah kiblatnya’ menunjukkan konflik yang memisahkan dua hati yang masih saling mencintai.

Baca juga: Lirik Lagu Niki – You’ll Be In My Heart

Ari Lesmana Mengambil Inspirasi dari Kehidupan Nyata

Ari Lesmana tidak menciptakan lagu ini dari imajinasi semata. Ia mendengar kisah sahabatnya di Solo yang harus bercerai karena perbedaan agama. Ari lalu menuangkan kisah itu ke dalam lagu. Hasilnya? Lagu yang menyentuh hati banyak orang karena terasa nyata dan relevan.

Charita Utami tidak hanya menyumbangkan suara, tapi juga menambah warna pada lagu ini. Suaranya menyatu dengan nada sendu yang Fourtwnty bangun. Ari mengakui bahwa Charita membuat lagu ini terdengar lebih kuat secara emosional dan terasa lebih dalam.

TikTok Membawa Mangu ke Generasi Baru Pendengar

Pengguna TikTok memainkan peran penting dalam kebangkitan lagu ini. Mereka menggunakan Mangu untuk video-video yang menceritakan cinta yang tak bisa bersatu. Alur cerita yang mereka tampilkan memperkuat makna lagu. Resonansi inilah yang mendorong jutaan pendengar baru untuk memutar lagu ini berulang kali.

Fourtwnty menunjukkan bahwa musik yang jujur akan selalu menemukan pendengarnya. Lagu “Mangu” tidak hanya indah dari sisi melodi, tapi juga kuat secara makna. Lagu ini berhasil menyuarakan kisah cinta yang kerap terjadi, namun jarang dibicarakan secara terbuka.

Baca juga: Lagu “Nina” dari .Feast: Cinta, Harapan, dan Keluarga.

  • Penulis: Redaksi Smi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Universitas BSI Gandeng Pengusaha untuk Tingkatkan Lulusan Siap Kerja

    Universitas BSI Gandeng Pengusaha untuk Tingkatkan Lulusan Siap Kerja

    • calendar_month Minggu, 17 Sep 2023
    • account_circle Dewin
    • 0Komentar

    SukabumiHitz.com – Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Sukabumi melalui Program Studi Sistem Informasi Kampus Kota Sukabumi terus berbenah dan meningkatkan lulusan mahasiswa. Agar mampu bersaing di dunia usaha maupun dunia industri dengan pengembangan kurikulum. Salah satu usahanya dengan melakukan Forum Group Discussion (FGD). Menghadirkan pengusaha dan wirausaha untuk berdiskusi guna menghasilkan lulusan yang sesuai dengan […]

  • KB-TK Bosowa Bina Insani Bogor Laksanakan Puncak Tema Kebutuhanku

    KB-TK Bosowa Bina Insani Bogor Laksanakan Puncak Tema Kebutuhanku

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Bogor– Sebanyak 131 peserta didik KB-TK Bosowa Bina Insani  (BBI) Bogor, didampingi guru-guru, Kepala TK BBI Femi Balti dan Vice Director Bidang  Akademik Bosowa School Eko Arianto  melaksanakan Puncak Tema Kebutuhanku dengan berbelanja buah-buahan dan susu di supermarket Ramayana Bogor. Kegiatan itu dilaksanakan pada Rabu (13/9/2023). “Kegiatan Puncak Tema Kebutuhanku  ini  dilaksanakan dengan tujuan […]

  • Haqqi Anugrah Siap Hadapi Dunia Kerja lewat Magang di PT Puncak Lembah Hijau

    Haqqi Anugrah Siap Hadapi Dunia Kerja lewat Magang di PT Puncak Lembah Hijau

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Haqqi Anugrah, mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Teknologi Informasi Cyber University, telah memulai perjalanan magangnya di PT Puncak Lembah Hijau dari bulan April lalu. Haqqi berperan sebagai Software Engineer, di mana ia terlibat dalam pengembangan dan pemeliharaan perangkat lunak yang mendukung operasional perusahaan. Program magang ini merupakan bagian dari Company Learning Program (CLP) […]

  • kota tertata terkoneksi

    Dukung Kota Tertata dan Terkoneksi, PLN Icon Plus Tata Ulang Kabel FO di Tangerang

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sukabuhitz.com, Tangerang – Dalam upaya menciptakan kota yang tertata sekaligus terkoneksi secara digital, PLN Icon Plus Regional Jakarta dan Banten terus melanjutkan program penataan kabel fiber optik (FO). Kali ini, kegiatan berlangsung di Jl. Raden Patah, Kecamatan Ciledug, pada Jumat (31/10), sebagai wujud nyata kontribusi PLN Icon Plus bagi keindahan dan kemajuan Kota Tangerang. Penataan […]

  • Menjelajah Pantai Karang Gantungan, Pesona Tebing dan Laut Biru Sukabumi | Sumber : BookingTogo

    Pantai Karang Gantungan: Surga Tersembunyi dengan Tebing Dramatis

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Pantai Karang Gantungan merupakan salah satu destinasi wisata alam yang memikat di Sukabumi, Jawa Barat. Pantai ini menawarkan pemandangan tebing karang yang dramatis, ombak yang tenang di beberapa titik, serta suasana yang masih asri dan alami. Cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati panorama laut, bersantai, atau berfoto dengan latar tebing dan samudra yang […]

  • Tupperware

    Tupperware Bangkrut Setelah 78 Tahun, Kalah Saing dan Terbebani Utang

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Tupperware, merek peralatan rumah tangga yang terkenal di kalangan ibu-ibu Indonesia, resmi bangkrut setelah 78 tahun beroperasi. Perusahaan asal Amerika Serikat ini mengajukan perlindungan kebangkrutan pada 17 September 2024 di Delaware, AS. Beban utang yang membengkak hingga US$812 juta atau sekitar Rp12,4 triliun menjadi salah satu alasan utama kebangkrutan tersebut. Penurunan permintaan yang […]

expand_less