Keagamaan

Puasa Sunnah di Bulan Syawal: Keutamaan, Tata Cara, dan Manfaatnya

3
×

Puasa Sunnah di Bulan Syawal: Keutamaan, Tata Cara, dan Manfaatnya

Sebarkan artikel ini
puasa sunnah syawal
Puasa sunnah syawal | sumber : pixabay.com

sukabumihitz – Setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama sebulan penuh, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Puasa ini memiliki banyak keutamaan dan manfaat, baik dari segi spiritual maupun kesehatan. Berikut keutamaan, tata cara, dan manfaat puasa sunnah Syawal.

Keutamaan Puasa Sunnah Syawal

Puasa enam hari pada bulan Syawal memiliki keutamaan besar sebagaimana Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadits : “Barang siapa berpuasa Ramadhan, lalu diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim No. 1164a)

Hadits ini menjelaskan bahwa puasa Syawal melengkapi pahala puasa Ramadhan dan memberikan ganjaran seperti seseorang berpuasa selama setahun penuh. Setiap amal kebaikan dalam Islam mendapat pahala sepuluh kali lipat. Puasa Ramadhan selama 30 hari setara dengan 300 hari, dan enam hari pada bulan Syawal menyamai 360 hari atau setahun penuh.

Tata Cara Puasa Sunnah Syawal

  1. Niat Puasa
    Seperti ibadah puasa lainnya, umat Islam memulai puasa Syawal dengan niat. Niat puasa syawal bisa pada malam hari sebelum fajar atau  pagi hari sebelum waktu Dzuhur, selama belum makan dan minum.

    نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
    Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.”

  1. Waktu Pelaksanaan
    Puasa Syawal bisa kapan saja selama bulan Syawal, baik berturut-turut maupun tidak. Namun, beberapa ulama menganjurkan untuk melaksanakannya secara berurutan setelah Hari Raya Idul Fitri (2-7 Syawal), meskipun tidak wajib.
  1. Syarat dan Ketentuan
    – Dianjurkan bagi orang yang telah menyelesaikan puasa Ramadhan secara penuh.
    – Bagi yang memiliki utang puasa Ramadhan, lebih utama menggantinya terlebih dahulu sebelum      melaksanakan puasa Syawal.
    – Tidak boleh berpuasa pada tanggal 1 Syawal karena hari tersebut merupakan hari raya Idul Fitri yang haram berpuasa.

Baca juga : Kebahagiaan Menyambut Lebaran: Momentum Silaturahmi dan Kebersamaan Keluarga

Manfaat Puasa Sunnah Syawal

Selain memiliki keutamaan dari segi ibadah, puasa enam hari di bulan Syawal juga memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh. Mengutip dari NU Online, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Dosen FKM UI, mengungkapkan bahwa gizi seimbang berarti makan sesuai kebutuhan tubuh, dan puasa Syawal dapat membantu mengontrol diri serta menerapkan pola makan seimbang. Berikut beberapa manfaat puasa untuk kesehatan tubuh:

  1. Menstabilkan Metabolisme
    Setelah menjalani puasa Ramadhan, tubuh perlu waktu untuk beradaptasi kembali dengan pola makan normal. Puasa Syawal membantu menstabilkan metabolisme secara bertahap dan mencegah lonjakan berat badan yang drastis.
  1. Meningkatkan Kesehatan Jantung
    Puasa juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.
  1. Detoksifikasi Tubuh
    Dengan mengurangi asupan makanan dalam beberapa hari setelah lebaran, tubuh memiliki kesempatan lebih banyak untuk membersihkan racun yang tertinggal setelah mengkonsumsi makanan yang bersantan dan tinggi lemak.
  1. Membantu Menjaga Konsistensi Ibadah
    Melanjutkan ibadah puasa setelah Ramadhan membuat seseorang lebih disiplin dalam menjaga kebiasaan baik, termasuk pola makan, pengendalian diri, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Puasa sunnah enam hari di bulan Syawal sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan besar, di antaranya pahala puasa setahun penuh. Selain itu, puasa ini juga bermanfaat untuk kesehatan, baik dari segi metabolisme, jantung, maupun detoksifikasi tubuh. Ulama menganjurkan umat Islam menyelesaikan utang puasa Ramadhan dan melaksanakannya dengan niat ikhlas.

Dengan memahami keutamaan dan manfaatnya, semoga semakin banyak umat Islam yang termotivasi untuk menjalankan puasa sunnah Syawal sebagai bentuk kesempurnaan ibadah setelah Ramadhan. Wallahu a’lam bish-shawab.

Baca juga : Fondasi Generasi Hebat: Pentingnya Pendidikan Keagamaan Sejak Dini