Tumbuhkan Empati! Edukasi Cegah Bullying di SDN 1 Gunungbatu
- account_circle Shinta Septi
- calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bangun Sekolah Ramah Lewat Edukasi Perasaan | Doc: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Gunungbatu – Mahasiswa BSI Explore Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi hadirkan edukasi pengelolaan perasaan sebagai upaya mencegah bullying bagi siswa SDN 1 Gunungbatu pada Kamis (20/08/2026). Kegiatan ini mengajak siswa mengenali perasaan, mengelola emosi, dan membangun hubungan positif dengan teman.
Siswa kelas 6 SDN 1 Gunungbatu menjadi sasaran kegiatan karena akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Melalui kegiatemosian tersebut, mahasiswa memberikan bekal untuk menghadapi perubahan lingkungan, teman, dan pola belajar sekaligus membangun kesiapan menghadapi situasi sosial baru.
Dorong Lingkungan Sekolah Gunungbatu Tanpa Bullying
Mahasiswa BSI Explore Gunungbatu membahas pengelolaan perasaan yang berkaitan dengan interaksi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Materi mengarahkan siswa kelas 6 SDN 1 Gunungbatu untuk memahami respons emosional saat menghadapi berbagai situasi, termasuk ketika muncul konflik dengan teman.
Selanjutnya, mahasiswa mengaitkan pengelolaan perasaan dengan pencegahan bullying. Siswa memahami bahwa ucapan dan tindakan dapat memengaruhi rasa aman, kepercayaan diri, serta kenyamanan teman. Mahasiswa juga mendorong siswa membangun komunikasi yang saling menghargai dan berani menyampaikan pengalaman yang membuat tidak nyaman.
Melalui pemahaman tersebut, siswa dapat mengembangedukaskan kemampuan merespons situasi sosial secara lebih tepat. Pengelolaan perasaan membantu siswa mengendalikan respons saat menghadapi masalah sekaligus mengambil keputusan yang lebih bijak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekolah.
Kotak Cerita Jadi Bagian Edukasi Pengelolaan Perasaan
Sebagai bagian dari kegiatan, mahasiswa BSI Explore Gunungbatu mengadakan sesi Kotak Cerita sebagai ruang bagi siswa untuk menyampaikan cerita dan perasaan. Siswa menuliskan pengalaman, pikiran, atau perasaan dalam bentuk surat untuk kemudian dimasukkan ke dalam Kotak Cerita.
Melalui sesi tersebut, mahasiswa dapat mengetahui pengalaman yang ingin siswa sampaikan secara tertulis. Kegiatan ini juga mendorong siswa untuk lebih terbuka mengenali kondisi emosional serta berani menyampaikan hal-hal yang mengganggu kenyamanan dalam pergaulan.

Hadirkan Ruang Aman bagi Siswa Gunungbatu | Doc: Istimewa
Kegiatan ini memperkuat pemahaman siswa tentang pentingnya mengenali perasaan, menghargai orang lain, dan menjaga komunikasi dalam pertemanan. Bekal tersebut dapat membantu siswa menghadapi lingkungan pendidikan yang baru dengan lebih percaya diri serta membangun hubungan sosial yang sehat.
Melalui edukasi ini, mahasiswa BSI Explore Gunungbatu turut mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah membangun kesadaran siswa untuk mengelola perasaan dan mencegah bullying sejak dini.
- Penulis: Shinta Septi
