Prodi Sistem Informasi UBSI Sukabumi Siapkan Kurikulum 2027–2031 Sesuai Tren Profesi Digital
- account_circle Hasna Wulandari
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Review kurikulum Program Studi Sistem Informasi UBSI 2027–2031 | Doc: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Sukabumi – Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Sukabumi mendukung pengembangan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri digital. Upaya ini sejalan dengan agenda review Kurikulum 2027–2031 Program Studi Sistem Informasi (S1) Kampus Utama dan PSDKU bersama pakar pada Rabu (28/10).
UBSI menggelar rapat tersebut secara hybrid dari Rektorat. Pimpinan program studi, dosen, dan tim pengembang kurikulum mengikuti kegiatan ini. Prof. Dr. Rer. Nat. Achmad Benny Mutiara, S.Si., M.Kom. dari Universitas Gunadarma hadir sebagai pakar.
Review ini bertujuan menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan teknologi. Selain itu, agenda tersebut membahas kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Kurikulum Sistem Informasi Perhatikan Tren Profesi Digital

Tren Profesi Infokom 2027 | Doc: Istimewa
Dalam pemaparannya, Prof. Benny membahas tren profesi teknologi informasi dan komunikasi (Infokom) pada 2027. Ia juga menjelaskan implikasinya terhadap kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Sejumlah bidang menjadi perhatian utama. Bidang tersebut meliputi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), analisis data, keamanan siber, komputasi awan (cloud computing), dan inovasi digital.
Perkembangan tersebut mendorong perguruan tinggi untuk menyiapkan kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan industri. Karena itu, pengelola program studi perlu mengevaluasi kurikulum secara berkala melalui siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA).
Pembelajaran juga perlu menyeimbangkan teori dan praktik. Dosen dapat mendorong mahasiswa menghasilkan proyek yang bermanfaat bagi masyarakat maupun industri. Selain itu, mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi melalui workshop teknis, magang industri, dan sertifikasi.
Empat Profil Lulusan Jadi Arah Pengembangan Kurikulum
Dalam agenda yang sama, Sriyadi, M.Kom. selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi Kampus Utama memaparkan rancangan Kurikulum 2027. Tim menyusun rancangan tersebut dengan mempertimbangkan analisis pasar kerja, regulasi, dan masukan alumni.

Empat profil lulusan Sistem Informasi UBSI dalam Kurikulum 2027 | Doc: Istimewa
Rancangan itu menetapkan empat profil lulusan utama. Keempatnya meliputi Digital Product Development, Data Science–Artificial Intelligence, IT Governance, dan Digital Innovation.
Tim kurikulum juga mengacu pada masukan dari 38 alumni. Mereka menyoroti enam fokus kompetensi, yaitu AI, analisis data dan Business Intelligence, keamanan serta audit TI, pemrograman, analisis sistem dan dokumentasi, serta praktik industri.
Rancangan kurikulum tersebut memiliki total beban studi 145 SKS selama delapan semester. Struktur pembelajarannya mencakup fondasi komputasi, basis data, pemrograman, analitik data, dan pengembangan aplikasi.
Mahasiswa juga mempelajari infrastruktur TI, keamanan sistem informasi, serta tata kelola TI. Pada tahap akhir, kurikulum menyediakan ruang untuk praktik kerja lapangan atau magang industri, skripsi, dan publikasi artikel ilmiah.
Pakar Tekankan Kompetensi Inti Sistem Informasi
Prof. Benny memberikan sejumlah rekomendasi untuk menyempurnakan rancangan kurikulum. Ia menekankan pentingnya menjaga karakteristik keilmuan Sistem Informasi.
Kompetensi inti tersebut mencakup analisis sistem, analisis data, proses bisnis, tata kelola TI, dan inovasi digital. Program studi perlu menjaga fokus ini agar kurikulumnya tidak tumpang tindih dengan bidang Informatika atau Ilmu Komputer.
Prof. Benny juga mendorong pengelola program studi menyesuaikan kurikulum dengan regulasi terbaru. Selain itu, mahasiswa perlu memperoleh pengalaman belajar di luar kampus melalui magang industri, penelitian bersama mitra, atau proyek independen.
Penguatan kompetensi dosen turut menjadi perhatian. Dosen yang mengampu bidang AI, Big Data, dan keamanan siber perlu meningkatkan kemampuan teknis serta menerapkan metode pembelajaran OBE. Universitas juga perlu memperkuat infrastruktur sistem informasi terpadu untuk mendukung administrasi dan akreditasi.
Secara umum, Prof. Benny menilai rancangan Kurikulum 2027 Program Studi Sistem Informasi UBSI telah tersusun secara terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
Prodi Sistem Informasi UBSI Sukabumi Dukung Pendidikan Adaptif
Pada akhir rapat, tim kurikulum menyepakati tindak lanjut berupa finalisasi pemetaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Bahan Kajian (BK), dan mata kuliah berdasarkan masukan pakar.
Pengembangan kurikulum yang adaptif menjadi salah satu aspek penting dalam pendidikan Sistem Informasi. Langkah ini membantu program studi mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memperhatikan kebutuhan dunia kerja.
Melalui penguatan kompetensi akademik, praktik, dan pengalaman industri, mahasiswa diharapkan lebih siap menghadapi tantangan profesi digital. Bekal tersebut juga dapat mendukung kontribusi mereka dalam transformasi digital di berbagai sektor.
- Penulis: Hasna Wulandari
