Kemarau Panjang 2026 Picu Krisis Air Bersih di Jawa Barat, 1 Juta Jiwa Terdampak
- account_circle Syaila Apriani Sukma
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kemarau Panjang 2026 Picu Krisis Air Bersih di Jawa Barat, 1 Juta Jiwa Terdampak. | Sumber : Radarsukabumi.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz, Jawa Barat – Kemarau panjang 2026 kembali memperburuk kondisi air bersih di Jawa Barat. Hingga 21 September, kekeringan berdampak pada lebih dari satu juta warga di 688 desa atau kelurahan yang tersebar pada 247 kecamatan. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Mengutip dari RadarSukabumi.com, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat dampak kekeringan yang terus meluas. Data BPBD menunjukkan sebanyak 1.018.922 jiwa dari 307.295 kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan akibat kondisi tersebut.
“Jumlah desa/kelurahan terdampak saat ini mencapai 688, kecamatan 247, KK terdampak 307.295, dan jumlah jiwa terdampak 1.018.922,” ujar Pranata Humas BPBD Jabar, Hadi Rahmat, pada Rabu (23/9).
Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak paling tinggi, yakni 326.445 jiwa. Selanjutnya, Kabupaten Purwakarta mencatat 99.525 jiwa dan Kabupaten Bekasi sebanyak 93.236 jiwa. Sementara itu, jumlah warga terdampak di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 76.929 jiwa, disusul Kota Tasikmalaya dengan 55.782 jiwa.
Sementara itu, beberapa daerah mencatat jumlah terdampak lebih rendah. Kota Bogor mencatat 1.660 jiwa, Kota Bekasi 2.700 jiwa, Kota Cimahi 3.100 jiwa, Kota Bandung 3.615 jiwa, dan Kabupaten Majalengka 4.899 jiwa.
BPBD Salurkan Jutaan Liter Air Bersih
Untuk membantu masyarakat, BPBD Jawa Barat menyalurkan 27,63 juta liter air bersih ke sejumlah daerah. Kabupaten Bekasi menerima distribusi terbesar dengan 11,27 juta liter. Kabupaten Bogor mendapat 5,51 juta liter, Ciamis 1,59 juta liter, Pangandaran 1,38 juta liter, dan Kota Tasikmalaya 1,22 juta liter.
Petugas juga mengirimkan bantuan ke Kabupaten Karawang, Purwakarta, Tasikmalaya, Bandung Barat, dan Garut. Distribusi tersebut membantu warga memenuhi kebutuhan air selama kekeringan masih berlangsung.
- Penulis: Syaila Apriani Sukma
- Editor: Neng Merly
