Angin Kencang Terjang Cicurug Sukabumi, Rumah dan Fasilitas Sekolah Rusak
- account_circle Rayna Afraunisa
- calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Angin Kencang Terjang Cicurug Sukabumi, Rumah dan Fasilitas Sekolah Rusak. | Sumber : Beritasukabumi.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (30/9/2026). Cuaca ekstrem tersebut merusak rumah warga, fasilitas sekolah, hingga kendaraan yang berada di sekitar lokasi terdampak.
Berdasarkan laporan penanganan bencana di wilayah Cicurug, angin kencang menerjang sejumlah permukiman dan fasilitas umum. Di Kampung Bojong Pereng, Desa Nyangkowek, terpaan angin merusak bagian atap dan awning rumah warga.
Cuaca ekstrem juga merusak sejumlah fasilitas pendidikan. Di SMAN 1 Cicurug, sebuah pohon beringin berukuran besar tumbang setelah diterjang angin kencang. Batang dan dahan pohon menimpa bagian bangunan sekolah serta kendaraan yang terparkir di area tersebut. Sebanyak 12 kendaraan, terdiri dari dua mobil dan 10 sepeda motor, terdampak dalam kejadian itu.
Sementara itu, SMPN 2 Cicurug juga mengalami kerusakan setelah hujan deras, angin kencang, dan hujan es menerjang kawasan sekolah. Kondisi tersebut berdampak pada beberapa bagian bangunan, termasuk atap ruang kelas dan fasilitas sekolah lainnya.
Petugas Tangani Dampak Cuaca Ekstrem
Petugas langsung melakukan penanganan setelah cuaca kembali membaik. Tim gabungan membersihkan material pohon, mengevakuasi bagian bangunan yang rusak, serta mendata dampak bencana di sejumlah lokasi.
Penanganan di SMAN 1 Cicurug melibatkan petugas pemadam kebakaran, P2BK Cicurug, Tagana, serta relawan. Petugas menggunakan perlengkapan keselamatan untuk memotong dan mengevakuasi batang pohon yang tumbang.
Hingga Kamis (1/10/2026), petugas masih menangani sejumlah dampak cuaca ekstrem di wilayah Cicurug. Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan karena hujan deras dan angin kencang masih berpotensi terjadi.
Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerusakan rumah, fasilitas pendidikan, dan kendaraan membuat warga serta pihak sekolah harus melakukan penanganan dan perbaikan pada sejumlah bagian yang terdampak.
- Penulis: Rayna Afraunisa
- Editor: Neng Merly
