Breaking News
light_mode
Beranda » Gaya Hidup » Salt Bread Viral di Indonesia, Ini Sejarah dan Asalnya

Salt Bread Viral di Indonesia, Ini Sejarah dan Asalnya

  • account_circle Ardila Khaylila
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz.com – Salt bread atau masyarakat mengenalnya sebagai shio pan kembali menjadi salah satu tren kuliner yang ramai menjadi perbincangan di Indonesia. Roti berbentuk gulungan dengan cita rasa gurih ini semakin populer di berbagai bakery dan kafe. Bahkan, sejumlah gerai menjadikannya sebagai menu andalan.

Popularitas salt bread sebenarnya bukan tren baru. Roti ini mulai booming di Indonesia sejak 2024 dan peminatnya masih bertahan hingga 2026. Media sosial turut berperan besar dalam memicu rasa penasaran masyarakat terhadap tekstur dan cita rasa khasnya.

Bukan dari Korea, Roti Gurih Ini Berasal dari Jepang

Roti gurih khas Jepang yang dikenal sebagai shio pan | Sumber: Pinterest

Meski banyak orang menyebutnya sebagai roti Korea, salt bread justru memiliki akar dari Jepang. Di Negeri Sakura, masyarakat mengenalnya sebagai shio pan, yang secara sederhana berarti roti garam.

Sejumlah sumber kuliner menyebut kemunculan shio pan bermula dari Prefektur Ehime di Pulau Shikoku. Roti tersebut kemudian berkembang sejak sekitar dekade 2010-an. Perpaduan mentega dan garam yang sederhana menghasilkan rasa serta tekstur yang khas.

Popularitasnya kemudian menyebar ke Korea Selatan. Masyarakat Korea mengenalnya sebagai sogeum-ppang. Di sana, pelaku industri bakery dan kafe memberikan sentuhan baru pada roti tersebut. Tren itu semakin kuat sekitar 2021 dan membuat salt bread menjadi salah satu menu populer di berbagai bakery Korea. Kawasan pusat kafe seperti Seongsu, Seoul, turut memperkuat tren tersebut.

Apa yang Membuat Salt Bread Berbeda?

Sekilas, bentuk salt bread memang mengingatkan pada croissant. Namun, keduanya memiliki karakter berbeda. Salt bread tidak menggunakan teknik laminasi seperti croissant.

Baker biasanya menggiling adonan hingga tipis. Setelah itu, mereka menambahkan mentega sebelum menggulung adonan hingga membentuk roti menyerupai bulan sabit atau gulungan. Baker kemudian menaburkan garam kasar pada bagian atas sebelum proses pemanggangan.

Mentega dalam adonan akan meleleh selama proses pemanggangan. Lelehan tersebut membantu menciptakan bagian bawah roti yang renyah. Sementara itu, bagian dalamnya tetap lembut dan ringan. Kontras tekstur inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama roti tersebut.

Kenapa Roti Ini Bisa Viral di Indonesia?

Roti gurih dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam | Sumber: Pinterest

Masuknya berbagai tren bakery Korea menjadi salah satu faktor yang membantu salt bread semakin populer di Indonesia. Ketika popularitasnya meningkat di Korea, masyarakat Indonesia yang mengikuti tren kuliner Asia melalui media sosial pun mulai ikut penasaran.

Pada awal 2024, salt bread mulai booming di Indonesia. Salah satu gerai yang ikut mengenalkan tren ini di Jakarta berada di kawasan Blok M. Antrean saat bakery tersebut mulai populer turut meningkatkan perhatian masyarakat terhadap roti ini.

Selanjutnya, media sosial membuat tren tersebut menyebar lebih cepat. Video yang memperlihatkan orang membelah roti, tekstur bagian dalam, hingga suara renyah ketika menggigitnya menjadi konten yang menarik secara visual maupun audio. Bahkan pada 2026, tren ini masih berkembang di sejumlah daerah.

Tidak Lagi Hanya Rasa Original

Perkembangan salt bread di Indonesia semakin menarik karena bakery mulai menghadirkan berbagai varian, seperti keju, cokelat, bawang putih, hingga pistachio. Karakter adonan yang sederhana memberi ruang bagi baker untuk berkreasi tanpa menghilangkan rasa gurih dan aroma mentega yang menjadi ciri khasnya.

Perjalanan roti ini dari Jepang, lalu populer di Korea Selatan hingga masuk ke Indonesia juga menunjukkan kuatnya pengaruh budaya kuliner dan media sosial. Kombinasi bagian luar yang renyah, bagian dalam yang lembut, serta rasa asin ringan membuatnya tetap menarik perhatian hingga 2026.

Kini, salt bread tidak lagi sekadar makanan viral. Beragam varian dan karakter rasanya membuat roti ini perlahan menjadi salah satu pilihan pastry yang memiliki penggemar tersendiri di Indonesia.

  • Penulis: Ardila Khaylila

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Banyak Ide, Tapi Kok Cuma Wacana?

    Mahasiswa Banyak Ide, Tapi Kok Cuma Wacana?

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Mahasiswa masa kini sejatinya tidak kekurangan gagasan bisnis. Yang masih menjadi persoalan justru keberanian untuk melangkah dan ketersediaan ruang yang mau menerima kegagalan. Kalimat yang kerap terdengar pun hampir selalu sama: “Idenya sudah ada, Pak… tapi bingung mulainya dari mana.” Ada pula yang lebih lugas mengakui, “Takut salah.” Persoalan ini bukan soal kemalasan. […]

  • Kegiatan Bulan Ramadhan ‘Mengukir Memori dengan Sejuta Senyuman’ yang Diselenggarakan HIMASI di Kp. Bonceret

    Kegiatan Bulan Ramadhan ‘Mengukir Memori dengan Sejuta Senyuman’ yang Diselenggarakan HIMASI di Kp. Bonceret

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz– Semangat kebersamaan dan keberkahan Bulan Ramadhan sangat terasa dalam pelaksanaan Kegiatan Bulan Ramadhan (KBR) yang berlangsung pada 22-23 Maret 2025 di Kp. Bonceret, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Acara ini mengusung tema “Mengukir Memori dengan Sejuta Senyuman” dan berhasil menciptakan momen indah serta mempererat hubungan antar warga. Santunan Anak Yatim dan Kebersamaan Warga […]

  • Hasil Piala Dunia 2026: Argentina Menang Dramatis atas Tanjung Verde

    Hasil Piala Dunia 2026: Argentina Menang Dramatis atas Tanjung Verde

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Raffi Ahmad
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Hasil Piala Dunia 2026 menghadirkan pertandingan penuh drama saat Argentina mengalahkan Tanjung Verde dengan skor 3-2 pada babak 32 besar, Sabtu (4/7/2026). Pertandingan berlangsung sengit hingga babak tambahan dan memastikan La Albiceleste melangkah ke babak 16 besar. Laga yang berlangsung di Miami Stadium menyuguhkan duel menarik sejak menit awal. Hasil Piala Dunia 2026 […]

  • Pembekalan Sertifikasi Zahir Accounting

    Mengoptimalkan Keahlian Mahasiswa, Pembekalan Pelaksanaan Kegiatan Sertifikasi Zahir Accounting Sukses Digelar

    • calendar_month Kamis, 25 Jan 2024
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Universitas BSI Kampus Bogor sukses menggelar Pembekalan Pelaksanaan Kegiatan Sertifikasi Zahir Accounting pada Selasa (23/01). Kegiatan yang dilaksanakan secara online melalui zoom meeting ini diperuntukan untuk mahasiswa semester 3, 4 dan 6 untuk Prodi Sistem Informasi Akuntansi. Adapun pelaksanaan Sertifikasi Zahir Accounting yang akan berlangsung pada Rabu hingga Sabtu (24-27/01). Mahasiswa wajib mengikuti […]

  • Bisnis Mahasiswa: Ubah Keahlian Jurusan Jadi Agensi

    Bisnis Mahasiswa: Ubah Keahlian Jurusan Jadi Agensi

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Bisnis kini bisa mahasiswa mulai sejak bangku kuliah, bukan harus menunggu lulus dan memegang ijazah. Banyak mahasiswa sering merasa “terjebak” dalam teori. Ada anggapan bahwa untuk membuka jasa profesional, seseorang harus menunggu ijazah wisuda di tangan. Padahal, di era digital saat ini, dunia industri tidak lagi hanya bertanya “Mana ijazahmu?”, melainkan “Mana portofoliomu?” […]

  • TKW

    TKW Asal Sukabumi Diduga Disekap Agen di Shanghai, Keluarga Diminta Tebusan Rp50 Juta

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Neng Merly
    • 0Komentar

    Sukabumihitz  – Nasib tragis menimpa Lanti, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Sukabumi yang saat ini bekerja di Shanghai, Tiongkok. Alih-alih meraih kehidupan yang lebih baik di luar negeri, Lanti justru menjadi korban dugaan penyekapan oleh agen penyalur. Kasus ini terungkap setelah keluarga korban menerima tuntutan uang tebusan senilai puluhan juta rupiah sebagai syarat […]

expand_less