Breaking News
light_mode
Beranda » Gaya Hidup » Salt Bread Viral di Indonesia, Ini Sejarah dan Asalnya

Salt Bread Viral di Indonesia, Ini Sejarah dan Asalnya

  • account_circle Ardila Khaylila
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz.com – Salt bread atau masyarakat mengenalnya sebagai shio pan kembali menjadi salah satu tren kuliner yang ramai menjadi perbincangan di Indonesia. Roti berbentuk gulungan dengan cita rasa gurih ini semakin populer di berbagai bakery dan kafe. Bahkan, sejumlah gerai menjadikannya sebagai menu andalan.

Popularitas salt bread sebenarnya bukan tren baru. Roti ini mulai booming di Indonesia sejak 2024 dan peminatnya masih bertahan hingga 2026. Media sosial turut berperan besar dalam memicu rasa penasaran masyarakat terhadap tekstur dan cita rasa khasnya.

Bukan dari Korea, Roti Gurih Ini Berasal dari Jepang

Roti gurih khas Jepang yang dikenal sebagai shio pan | Sumber: Pinterest

Meski banyak orang menyebutnya sebagai roti Korea, salt bread justru memiliki akar dari Jepang. Di Negeri Sakura, masyarakat mengenalnya sebagai shio pan, yang secara sederhana berarti roti garam.

Sejumlah sumber kuliner menyebut kemunculan shio pan bermula dari Prefektur Ehime di Pulau Shikoku. Roti tersebut kemudian berkembang sejak sekitar dekade 2010-an. Perpaduan mentega dan garam yang sederhana menghasilkan rasa serta tekstur yang khas.

Popularitasnya kemudian menyebar ke Korea Selatan. Masyarakat Korea mengenalnya sebagai sogeum-ppang. Di sana, pelaku industri bakery dan kafe memberikan sentuhan baru pada roti tersebut. Tren itu semakin kuat sekitar 2021 dan membuat salt bread menjadi salah satu menu populer di berbagai bakery Korea. Kawasan pusat kafe seperti Seongsu, Seoul, turut memperkuat tren tersebut.

Apa yang Membuat Salt Bread Berbeda?

Sekilas, bentuk salt bread memang mengingatkan pada croissant. Namun, keduanya memiliki karakter berbeda. Salt bread tidak menggunakan teknik laminasi seperti croissant.

Baker biasanya menggiling adonan hingga tipis. Setelah itu, mereka menambahkan mentega sebelum menggulung adonan hingga membentuk roti menyerupai bulan sabit atau gulungan. Baker kemudian menaburkan garam kasar pada bagian atas sebelum proses pemanggangan.

Mentega dalam adonan akan meleleh selama proses pemanggangan. Lelehan tersebut membantu menciptakan bagian bawah roti yang renyah. Sementara itu, bagian dalamnya tetap lembut dan ringan. Kontras tekstur inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama roti tersebut.

Kenapa Roti Ini Bisa Viral di Indonesia?

Roti gurih dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam | Sumber: Pinterest

Masuknya berbagai tren bakery Korea menjadi salah satu faktor yang membantu salt bread semakin populer di Indonesia. Ketika popularitasnya meningkat di Korea, masyarakat Indonesia yang mengikuti tren kuliner Asia melalui media sosial pun mulai ikut penasaran.

Pada awal 2024, salt bread mulai booming di Indonesia. Salah satu gerai yang ikut mengenalkan tren ini di Jakarta berada di kawasan Blok M. Antrean saat bakery tersebut mulai populer turut meningkatkan perhatian masyarakat terhadap roti ini.

Selanjutnya, media sosial membuat tren tersebut menyebar lebih cepat. Video yang memperlihatkan orang membelah roti, tekstur bagian dalam, hingga suara renyah ketika menggigitnya menjadi konten yang menarik secara visual maupun audio. Bahkan pada 2026, tren ini masih berkembang di sejumlah daerah.

Tidak Lagi Hanya Rasa Original

Perkembangan salt bread di Indonesia semakin menarik karena bakery mulai menghadirkan berbagai varian, seperti keju, cokelat, bawang putih, hingga pistachio. Karakter adonan yang sederhana memberi ruang bagi baker untuk berkreasi tanpa menghilangkan rasa gurih dan aroma mentega yang menjadi ciri khasnya.

Perjalanan roti ini dari Jepang, lalu populer di Korea Selatan hingga masuk ke Indonesia juga menunjukkan kuatnya pengaruh budaya kuliner dan media sosial. Kombinasi bagian luar yang renyah, bagian dalam yang lembut, serta rasa asin ringan membuatnya tetap menarik perhatian hingga 2026.

Kini, salt bread tidak lagi sekadar makanan viral. Beragam varian dan karakter rasanya membuat roti ini perlahan menjadi salah satu pilihan pastry yang memiliki penggemar tersendiri di Indonesia.

  • Penulis: Ardila Khaylila

Rekomendasi Untuk Anda

  • KUI UBSI Perkuat Kolaborasi Global Bersama UNP

    KUI UBSI Perkuat Kolaborasi Global Bersama UNP

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Tangerang — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif terus memperluas jejaring akademik internasional. Melalui Kantor Urusan Internasional (KUI), UBSI menggelar pertemuan strategis dengan President of University of Northern Philippines (UNP), Erwin F. Cadorna, di sela pelaksanaan Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kota Tangerang, Rabu […]

  • MAFINDO Mendorong Kreativitas Para Relawan Melalui Workshop “Ngonten Bareng: Canva dan Capcut”

    MAFINDO Mendorong Kreativitas Para Relawan Melalui Workshop “Ngonten Bareng: Canva dan Capcut”

    • calendar_month Selasa, 17 Okt 2023
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Komite Publikasi dan Media Sosial adalah salah satu dari beberapa komite yang ada dalam Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Organisasi masyarakat sipil Mafindo bertujuan untuk menangani isu-isu konten negatif dan berita palsu yang berkembang. Mafindo mengambil inisiatif untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para relawannya melalui penyelenggaraan Workshop “Ngonten Bareng Belajar Canva dan Capcut” […]

  • Cara Aman Gunakan Retinol untuk Dapatkan Kulit Halus dan Awet Muda| Sumber: istockphoto.com

    Cara Aman Gunakan Retinol untuk Dapatkan Kulit Halus dan Awet Muda

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Lusi Mardiana
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Retinol, yang dikenal juga sebagai Vitamin A1, dahulu digunakan dalam bentuk suplemen makanan. Dalam daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kandungan tersebut termasuk sebagai salah satu obat esensial. Selain fungsi dalam tubuh, bahan ini kini banyak diterapkan dalam produk perawatan kulit, khususnya untuk mengurangi keriput dan efek penuaan lainnya Ketika diaplikasikan pada […]

  • Curug Bibijilan

    Eksplor Keindahan Curug Bibijilan, Wisata Alam Anti-Mainstream!

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Kabupaten Sukabumi memiliki beragam destinasi wisata alam yang memukau, salah satunya adalah Curug Bibijilan. Tempat ini sangat cocok bagi Anda yang ingin “healing” dan menghilangkan penat dari rutinitas. Tidak heran jika Curug Bibijilan menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan yang berkunjung ke Sukabumi. Keunikan utama curug ini adalah kontur air terjun bertingkat yang […]

  • Terungkap! Polisi Curigai Surat Pilu Penemuan Bayi Harvika di Sukabumi sebagai Kamuflase

    Terungkap! Polisi Curigai Surat Pilu Penemuan Bayi Harvika di Sukabumi sebagai Kamuflase

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz –Warga Kampung Babakan, Desa Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan penemuan seorang bayi perempuan pada Minggu petang (16/11). Nanang Suryana, warga setempat, menemukan bayi itu terbungkus kain di dalam poskamling setelah mendengar suara tangisan. Kejadian mengharukan ini langsung menarik perhatian aparat setempat. Penemuan bayi mungil ini segera memicu penyelidikan intensif pihak kepolisian. Pelaku meninggalkan bayi bernama Harvika […]

  • UMKM

    Pelatihan Digital Marketing di Desa Cibolang Kaler Dorong Daya Saing Produk UMKM Lokal

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memberdayakan masyarakat, para dosen dari Universitas BSI Sukabumi menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Pemasaran Digital melalui Platform Marketplace Shopee” untuk pelaku UMKM. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 19-20 April 2025, bertempat di Aula Desa Cibolang Kaler, Kabupaten Sukabumi. Pelatihan ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat, dengan sasaran […]

expand_less