Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Ja’e Tutup Festival Budaya Anak Pesisir, Cerita Budaya Jawa di Tengah Masyarakat Sunda Purwasedar

Ja’e Tutup Festival Budaya Anak Pesisir, Cerita Budaya Jawa di Tengah Masyarakat Sunda Purwasedar

  • account_circle Ardila Khaylila
  • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz.com, Purwasedar – Perpaduan budaya Jawa dan Sunda menjadi warna dalam puncak Festival Budaya Anak Pesisir Series 4 yang berlangsung melalui kegiatan Ja’e pada Minggu, 9 Agustus 2026. Ja’e yang merupakan singkatan dari Jawa Edan, menjadi penutup festival sekaligus mengangkat cerita tentang masyarakat pesisir Purwasedar yang memiliki akar budaya Jawa di tengah lingkungan Sunda.

Kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Ja’e juga menjadi ruang untuk mengenalkan kembali budaya yang tumbuh dan berkembang di pesisir Sukabumi. Melalui kegiatan tersebut, warisan budaya Jawa yang hidup berdampingan dengan budaya Sunda kembali diperkenalkan sebagai bagian dari keberagaman masyarakat Purwasedar.

Kisah di Balik Budaya Ja’e

Menurut cerita masyarakat setempat, keberadaan masyarakat Jawa di wilayah tersebut bermula pada masa kolonial Belanda. Saat itu, sejumlah orang dari Jawa Tengah mendapat tawaran pekerjaan dari pihak Belanda. Namun, pihak Belanda justru membawa mereka berlayar tanpa memberi tahu tujuan sebenarnya.

Setelah sampai di wilayah Sukabumi, mereka kemudian bekerja dan menetap. Seiring waktu, sebagian dari mereka memilih untuk tidak kembali ke daerah asal. Mereka lalu membangun permukiman dan membentuk kehidupan baru bersama masyarakat sekitar.

Kisah tersebut menjadi salah satu bagian dari cerita turun-temurun mengenai asal-usul masyarakat Jawa di wilayah pesisir Purwasedar. Karena itu, Ja’e tidak hanya menampilkan kesenian, tetapi juga mencerminkan pertemuan budaya Jawa dan Sunda yang telah berkembang sejak lama.

Ja’e, Puncak Festival Budaya Anak Pesisir

Ja’e atau Jawa Edan menjadi identitas tersendiri pada acara puncak Festival Budaya Anak Pesisir Series 4. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali budaya Jawa yang tumbuh dan berkembang di tengah lingkungan pesisir Sukabumi.

Pertunjukan kuda lumping dalam rangkaian Ja’e di Purwasedar, Minggu (9/8/2026)| Doc.Istimewa

Festival ini juga memberi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal berbagai bentuk seni dan tradisi. Melalui Ja’e, masyarakat dapat melihat bagaimana budaya dari daerah asal para leluhur tetap bertahan dan berpadu dengan budaya setempat.

Selain membawa nilai budaya, kegiatan tersebut turut menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Anak-anak, generasi muda, dan warga dapat berkumpul serta menikmati berbagai rangkaian kesenian dalam suasana penuh kebersamaan.

Menjaga Warisan Budaya Pesisir

Puncak Festival Budaya Anak Pesisir Series 4 melalui Ja’e menjadi momentum untuk mengenalkan kembali kekayaan budaya yang tumbuh di pesisir Purwasedar. Perjalanan masyarakat Jawa yang hidup berdampingan dengan masyarakat Sunda turut membentuk identitas budaya yang berkembang di wilayah tersebut.

Cerita tentang asal-usul masyarakat, kesenian, serta tradisi yang masih bertahan menjadi warisan yang penting untuk dikenalkan kepada generasi berikutnya. Upaya tersebut dapat menjaga agar keberagaman budaya masyarakat pesisir tetap dikenal di tengah perubahan zaman.

Festival Budaya Anak Pesisir Series 4 pun tidak berhenti sebagai kegiatan hiburan. Melalui Ja’e, masyarakat kembali menghidupkan cerita budaya, memperkenalkan tradisi kepada generasi muda, sekaligus mempererat kebersamaan warga Purwasedar.

  • Penulis: Ardila Khaylila
  • Editor: Lusi Mardiana

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Gala Bunga Matahari” Karya dari Sal Priadi yang Menyentuh Hati

    “Gala Bunga Matahari” Karya dari Sal Priadi yang Menyentuh Hati

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – “Mungkinkah, mungkinkah, mungkinkah kau mampir hari ini?” Itulah sepenggal lirik dari lagu Sal Priadi yang berjudul “Gala Bunga Matahari.” Lirik ini menyuarakan kerinduan yang mendalam, perasaan yang menunggu dalam keheningan, dan harapan yang mungkin tak terucap. Lagu ini mencerminkan perjalanan emosional mendalam, di mana setiap kata dan nada Sal menggambarkan kisah cinta dan […]

  • Kriptografi Kuantum

    Kriptografi Kuantum dan QRNG dalam Keamanan Digital Nasional Jadi Sorotan di Qiskit Fall Fest 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Cyber University menjadi tuan rumah penyelenggaraan Qiskit Fall Fest 2025 pada Selasa (30/9) di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dalam acara tersebut, Rektor Cyber University, Gunawan Witjaksono, Ph.D., memaparkan materi bertajuk Quantum Cryptograpy – Development of QRNG (Kriptografi Kuantum – Pengembangan QRNG). Gunawan membuka sesi dengan menegaskan bahwa teknologi kuantum kini telah menjadi bagian dari […]

  • Debut Gemilang Mahasiswa UBSI Karawang, Raih Medali Emas di SEA Games Thailand 2025

    Debut Gemilang Mahasiswa UBSI Karawang, Raih Medali Emas di SEA Games Thailand 2025

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Rahma Putri
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Prestasi membanggakan datang dari dunia olahraga mahasiswa. Muhammad Rizqi Maulana, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang,  sukses mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas cabang judo kelas 55 kilogram putra pada 33rd SEA Games Thailand 2025. Rizqi tampil membela Merah Putih dalam pertandingan yang berlangsung pada Jumat (12/12) di Bangkok, Thailand. Mahasiswa […]

  • Tak Hanya Skill, Ini Jalan Peserta Pribumi Batch 3 Raih Beasiswa UBSI | Doc. Istimewa

    Upgrade Skill, Lanjut Kuliah: Peluang Beasiswa untuk Generasi Muda

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Dunia profesional saat ini tidak hanya menuntut ijazah formal, tetapi juga kompetensi nyata yang aplikatif. Menyadari hal tersebut, berbagai pihak terus menggalakkan inisiatif pengembangan diri dan skill bagi generasi muda, salah satunya melalui program Pelatihan Pribumi Batch 3. Program ini menjadi kawah candradimuka bagi mereka yang ingin mempertajam kemampuan teknis dan manajerial sebelum […]

  • Pembuluh darah menonjol| Sumber: medicastrore.com

    Bahaya Varises dan Cara Mengurangi Risikonya

    • calendar_month Minggu, 3 Agt 2025
    • account_circle Lusi Mardiana
    • 0Komentar

    Sukabumihitz -Varises adalah kondisi medis saat vena superfisial membesar dan terpelintir. Vena ini biasanya berkembang di kaki, tepat di bawah permukaan kulit.Komplikasinya dapat meliputi pendarahan, ulkus kulit, dan tromboflebitis superfisial (radang vena akibat bekuan darah). Jika pelebaran pembuluh darah terjadi di skrotum, kondisi tersebut dikenal sebagai varikokel, sedangkan yang muncul di sekitar anus disebut wasir […]

  • HIMASI UBSI Sukabumi dan Impact Connection Sukses Gelar Penggalangan Dana Bantu Korban Bencana Alam Sukabumi

    HIMASI UBSI Sukabumi dan Impact Connection Sukses Gelar Penggalangan Dana Bantu Korban Bencana Alam Sukabumi

    • calendar_month Senin, 16 Des 2024
    • account_circle DDAMDOMM
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Sukabumi, 14 Desember 2024, Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Sukabumi, bersama Impact Connection, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp7.467.400,- dalam kurun waktu 6-13 Desember 2024. Dana ini merupakan hasil penggalangan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Sukabumi. Pada hari Jum’at (14/12) mereka menyalurkan […]

expand_less