Jangan Cuma Koleksi Sertifikat, Ini 3 Tips Mahasiswa Membangun Portofolio Karier yang Dilirik Industri
- account_circle Anggita Sulistiyaningsih
- calendar_month 58 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mahasiswa memanfaatkan sertifikat dan hasil karya untuk membangun portofolio karier yang relevan dengan kebutuhan industri | Sumber: Generated AI (ChatGPT)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com – Mengikuti berbagai seminar, webinar, hingga pelatihan memang menjadi hal yang positif. Namun, portofolio karier jauh lebih menentukan peluang mahasiswa di dunia kerja daripada sekadar mengumpulkan sertifikat. Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang terjebak dalam fenomena “serakah sertifikat” dan mengikuti berbagai kegiatan hanya demi menambah koleksi sertifikat.
Padahal, di mata HRD dan dunia industri saat ini, deretan sertifikat tanpa bukti kemampuan nyata tidak memberikan nilai tambah yang besar. Sebaliknya, perusahaan lebih menghargai pengalaman, kemampuan, dan hasil karya yang tersusun dalam portofolio karier.
Agar waktu dan energimu tidak terbuang sia-sia, simak tiga tips berikut untuk membangun portofolio karier yang relevan dan mampu menarik perhatian dunia industri.
Fokus Membangun Portofolio Karier, Bukan Koleksi Sertifikat

Mahasiswa mempersiapkan kemampuan, pengalaman, dan prestasi sebagai bagian dari pengembangan portofolio karier| Sumber: Generated AI (ChatGPT)
Langkah pertama adalah menghentikan kebiasaan mengikuti semua kegiatan hanya demi memperoleh sertifikat formalitas. Mengoleksi puluhan sertifikat dari berbagai bidang justru membuat arah karier terlihat kurang fokus.
Sebaliknya, pilih satu atau dua bidang yang benar-benar ingin kamu tekuni. Menguasai satu bidang secara mendalam akan memberikan nilai lebih dibandingkan memahami banyak hal hanya di permukaannya. Perekrut pun lebih mudah melihat kompetensi yang kamu miliki.
Ubah Teori Menjadi Proyek Nyata
Sertifikat pelatihan hanya membuktikan bahwa kamu pernah mempelajari teori. Namun, perusahaan lebih tertarik melihat bagaimana kamu menerapkan ilmu tersebut dalam proyek nyata.
Jika kamu menyukai bidang desain, buatlah dummy project atau tawarkan bantuan kepada UMKM di sekitarmu. Sementara itu, jika tertarik pada analisis data atau akuntansi, susunlah studi kasus sederhana. Setelah itu, kumpulkan seluruh hasil karya, laporan, atau proyek tersebut ke dalam portofolio yang siap kamu tunjukkan saat melamar pekerjaan.
Konsultasikan Arah Karier Bersama BCC
Membangun kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri tentu memerlukan arahan yang tepat. Oleh karena itu, BSI Career Center (BCC) hadir memberikan layanan pendampingan dan konsultasi karier bagi mahasiswa.
Melalui BCC, mahasiswa dapat berkonsultasi mengenai cara menyusun portofolio yang menarik, memetakan potensi diri, hingga menyelaraskan keterampilan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Selain itu, mahasiswa juga dapat memperbarui portofolio karier secara berkala sesuai pengalaman organisasi, magang, kompetisi, maupun proyek pribadi agar kemampuan yang dimiliki semakin terlihat oleh perekrut.
Dengan demikian, setiap proses belajar tidak lagi sekadar berburu sertifikat. Sebaliknya, mahasiswa dapat memanfaatkannya sebagai langkah nyata untuk mempersiapkan masa depan dan membangun portofolio karier yang mampu bersaing di dunia industri.
- Penulis: Anggita Sulistiyaningsih
- Editor: Siti Hasna Wulandari
