Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Jepang Serius Pertimbangkan Keluar dari AFC, Ajak Negara Asia Timur Bentuk Federasi Baru

Jepang Serius Pertimbangkan Keluar dari AFC, Ajak Negara Asia Timur Bentuk Federasi Baru

  • account_circle Rizky Akbar
  • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) tengah meninjau langkah besar. Jepang berencana keluar dari Asian Football Confederation (AFC) dan menginisiasi pembentukan federasi baru di kawasan Asia Timur.

Langkah ini muncul setelah serangkaian kebijakan AFC memicu kekecewaan. Jepang menilai keputusan AFC sering kali tidak adil dan lebih menguntungkan negara-negara kaya di Timur Tengah seperti Qatar dan Arab Saudi.

Ketidakpuasan terhadap AFC Semakin Kuat

Menurut laporan dari Tribuna dan Bola.com (19/10/2025), JFA mulai kehilangan kepercayaan terhadap AFC. Dalam kompetisi AFC Champions League Elite 2024/25, klub Jepang Vissel Kobe terkena dampak keputusan yang dinilai tidak masuk akal.

Ketika klub China, Shandong Taishan, mundur dari turnamen, AFC justru menghapus hasil pertandingan sebelumnya. Keputusan itu mengubah posisi klasemen dan membuat Kobe dirugikan. Meski begitu, AFC tetap memberikan denda kepada klub tersebut.

“Kami menilai standar AFC tidak konsisten dan terlalu berpihak,” ujar seorang pejabat JFA kepada media Jepang.

Situasi ini memperkuat niat Jepang untuk mencari jalur baru demi melindungi kepentingan sepak bola Asia Timur.

Jepang Ajak Negara Asia Timur Bergabung

Sebagai tindak lanjut, Jepang mulai mengajak sejumlah negara tetangga untuk bergabung dalam aliansi sepak bola baru. Rencana tersebut disebut dengan nama East Asian Football Federation (EAF).

Negara yang diajak meliputi:

  • Korea Selatan

  • China

  • Vietnam

  • Thailand

  • Indonesia

  • Singapura

  • Malaysia

  • Filipina

Menurut Pewarta.co.id, delapan negara ini tertarik dengan ide Jepang. Mereka juga merasa bahwa sistem kompetisi AFC tidak lagi adil, terutama soal jadwal, lokasi pertandingan, dan distribusi dana.

“Kami ingin membangun federasi yang transparan dan berfokus pada pengembangan sepak bola Asia Timur,” kata salah satu sumber JFA.

Baca juga: PSSI Resmi Pecat Patrick Kluivert Usai Gagal Antar Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026

Alasan Jepang Ingin Hengkang dari AFC

Beberapa alasan utama yang mendorong Jepang untuk meninggalkan AFC antara lain:

  1. Dominasi Finansial Negara Teluk – Jepang menilai pengaruh Qatar dan Arab Saudi terlalu besar dalam setiap keputusan AFC.

  2. Ketidakadilan Kompetisi – Klub-klub Asia Timur kerap menjadi korban keputusan sepihak.

  3. Penjadwalan yang Tidak Proporsional – AFC sering membuat jadwal yang merugikan tim Asia Timur dengan jarak perjalanan terlalu jauh.

  4. Krisis Kepercayaan – Jepang menilai AFC gagal menjaga profesionalisme dan transparansi.

Dengan kondisi tersebut, JFA merasa perlu membangun sistem baru yang lebih adil dan modern.

Dampak Jika Jepang Benar-Benar Keluar

Jika Jepang keluar, dampaknya akan besar bagi sepak bola Asia.
Pertama, AFC kehilangan kekuatan utama baik secara prestasi maupun finansial. Kedua, kompetisi Asia Timur berpotensi tumbuh cepat dengan dukungan ekonomi dan infrastruktur Jepang.

Selain itu, negara-negara ASEAN seperti Indonesia bisa mendapat manfaat. Federasi baru mungkin membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan adil.

Namun, proses pembentukan federasi baru tentu tidak mudah. Jepang tetap harus mendapatkan pengakuan dari FIFA agar federasi baru tersebut sah secara internasional.

Status Terbaru

Sampai saat ini, JFA belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai keanggotaan di AFC. Meski begitu, beberapa media Jepang menyebut bahwa diskusi di tingkat internal sudah berjalan intensif.

“Semua opsi terbuka, termasuk pembentukan federasi regional baru,” tulis The Japan Times dalam laporannya.

Langkah Jepang bisa menjadi titik balik bagi sepak bola Asia. Jika federasi baru terbentuk, struktur kekuatan di kawasan ini akan berubah drastis.
Banyak pihak berharap langkah tersebut bisa memicu AFC untuk melakukan reformasi besar demi menciptakan kompetisi yang benar-benar adil, transparan, dan profesional.

Baca juga: Irak Kalahkan Indonesia 1–0, Garuda Resmi Tersingkir dari Kualifikasi Piala Dunia 2026

  • Penulis: Rizky Akbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Es Teler, Perpaduan Manis dan Gurih yang Tak Pernah Membosankan | Sumber: VIVA Bandung

    Segarnya Es Teler: Dari Minuman Jalanan Jadi Favorit Nusantara

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Es teler adalah minuman khas Indonesia yang menghadirkan perpaduan buah tropis seperti alpukat, kelapa muda, dan nangka, yang kemudian diberi siraman santan, susu kental manis, serta sirup. Sensasi manis, gurih, dan segarnya membuat siapa pun yang mencicipi merasa puas. Minuman ini pertama kali populer di Jakarta pada tahun 1980-an lewat racikan seorang pedagang […]

  • Realme GT6 vs Poco F6: Siapa Jawara Smartphone 2024?

    Realme GT6 vs Poco F6: Siapa Jawara Smartphone 2024?

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Persaingan antara Realme dan Xiaomi telah berlangsung lama dengan kedua merek ini terus bersaing ketat di pasar smartphone. Sebagai pemain besar, Realme dan Xiaomi berlomba-lomba menghadirkan smartphone berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, terutama di segmen menengah ke atas. Mengutip dari wowbabel.com, pada tahun 2024 menyaksikan persaingan yang semakin intens dengan peluncuran dua […]

  • Cyber University

    Menjadi Pelopor Pendidikan Fintech, Cyber University Fokus Kembangkan Kurikulum dan Kolaborasi Industri

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Jakarta – Memasuki usia yang ke-3, Cyber University semakin mengukuhkan dirinya sebagai pelopor pendidikan fintech di Indonesia. Kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Siber Indonesia Pratama ini, telah menjadi pusat pendidikan berbasis teknologi dan finansial digital. Dengan tujuan mencetak generasi muda yang siap menghadapai tantangan industri yang semakin berkembang. Dalam wawancara eksklusif, […]

  • Mengenal Gaya Belajar: Temukan Metode yang Cocok untuk Kuliahmu!

    Mengenal Gaya Belajar: Temukan Metode yang Cocok untuk Kuliahmu!

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Setiap mahasiswa memiliki pendekatan yang berbeda dalam memahami dan menguasai materi kuliah. Menemukan gaya belajar yang tepat mampu mendongkrak efektivitas proses belajar dan berdampak positif pada pencapaian akademik. Berikut ini adalah beberapa tipe gaya belajar beserta metode efektif dalam memaksimalkan proses belajar. 1. Gaya Belajar Visual Mahasiswa dengan gaya ini lebih mudah memahami […]

  • Jurusan

    Sistem Informasi atau Teknik Informatika? Kenali Perbedaannya Sebelum Memilih Jurusan

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Hilma Elyazia Rahmah
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Memilih program studi merupakan salah satu langkah penting sebelum memasuki dunia perkuliahan. Seiring pesatnya perkembangan teknologi digital, jurusan yang berada dalam rumpun ilmu komputer semakin diminati oleh calon mahasiswa. Namun, banyak calon mahasiswa yang masih kesulitan membedakan antara Sistem Informasi (SI) dan Teknik Informatika (TI). Padahal, meskipun sama-sama mempelajari teknologi, kedua program studi tersebut […]

  • Pembekalan Sertifikasi Teknisi Akuntansi Madya Perkuat Kompetensi Mahasiswa SIA

    Pembekalan Sertifikasi Teknisi Akuntansi Madya Perkuat Kompetensi Mahasiswa SIA

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Rahma Putri
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Bogor, Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Kampus Utama dan PSDKU terus menunjukkan komitmen dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja digital. Salah satu langkah strategisnya terwujud melalui pembekalan sertifikasi kompetensi Teknisi Akuntansi Madya hasil kolaborasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Bina Sarana Informatika. Kegiatan berlangsung pada Senin (05/01) dengan […]

expand_less