Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Tupperware Bangkrut Setelah 78 Tahun, Kalah Saing dan Terbebani Utang

Tupperware Bangkrut Setelah 78 Tahun, Kalah Saing dan Terbebani Utang

  • account_circle Redaksi Smi
  • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Tupperware, merek peralatan rumah tangga yang terkenal di kalangan ibu-ibu Indonesia, resmi bangkrut setelah 78 tahun beroperasi. Perusahaan asal Amerika Serikat ini mengajukan perlindungan kebangkrutan pada 17 September 2024 di Delaware, AS. Beban utang yang membengkak hingga US$812 juta atau sekitar Rp12,4 triliun menjadi salah satu alasan utama kebangkrutan tersebut.

Penurunan permintaan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir menjadi tantangan besar bagi Tupperware. Perusahaan mencoba menjual produknya melalui toko ritel dan platform online, namun gagal menarik minat konsumen. Bahkan, model “Pesta Tupperware,” yang populer di masa lalu, kini tak lagi efektif.

CEO Tupperware, Laurie Goldman, menjelaskan bahwa kondisi makroekonomi yang sulit selama beberapa tahun terakhir memperburuk situasi keuangan perusahaan. Selain itu, merek-merek lain yang menawarkan produk serupa dengan harga lebih murah dan ramah lingkungan semakin mendominasi pasar.

Tupperware melaporkan asetnya berkisar antara US$500 juta hingga US$1 miliar, sedangkan kewajibannya mencapai US$1 miliar hingga US$10 miliar dalam dokumen kebangkrutan yang diajukan. Hal ini membuat perusahaan tak mampu lagi mengelola beban utangnya yang besar.

Baca Juga: Mulai Usaha dari Rumah? Ini 7 Ide Bisnis Populer yang Bisa Jadi Sumber Cuan!

Selain itu, kenaikan biaya bahan baku seperti resin plastik, tenaga kerja, dan pengiriman setelah pandemi semakin menyulitkan Tupperware. Menurut James Gellert, pakar dari firma keuangan RapidRatings, kondisi ini menyebabkan perusahaan kesulitan untuk bertahan di pasar.

Meskipun pada 2023 Tupperware sempat merestrukturisasi utangnya dan bekerja sama dengan bank investasi Moelis & Co, usaha tersebut belum cukup untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan. Kini, masa depan Tupperware akan bergantung pada keputusan pengadilan terkait permohonan perlindungan kebangkrutan mereka.

Tupperware pernah menjadi pilihan utama, tetapi kini kalah saing dengan merek lain yang lebih inovatif dan terjangkau. Namanya juga sering digunakan untuk menyebut produk sejenis, fenomena ini disebut generikisasi.

Kebangkrutan ini menyisakan kenangan bagi banyak orang, terutama ibu-ibu yang dulu mengandalkan merek ini untuk menyimpan makanan atau menjualnya sebagai usaha sampingan. Sejak berdiri pada 1946, perusahaan ini telah menjadi bagian dari banyak keluarga di seluruh dunia. Namun, kini perusahaan tersebut kesulitan bersaing di tengah ketatnya persaingan bisnis.

Baca Juga: PLN Icon Plus Raih Penghargaan Kartini Humas Indonesia

  • Penulis: Redaksi Smi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pssi

    PSSI Perbarui Proses Naturalisasi Mauro Zijlstra dan Tiga Pemain Keturunan Lainnya

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Anisa Azskia
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – PSSI memberikan kabar terbaru terkait proses naturalisasi pemain keturunan Belanda-Indonesia, Mauro Zijlstra. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Cahyani, menyampaikan bahwa saat ini berkas naturalisasi Zijlstra sudah berada di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum). Zijlstra bukan satu-satunya pemain yang tengah menjalani proses ini. PSSI juga memproses naturalisasi tiga pemain keturunan lainnya, yakni Isabel […]

  • Rektor Unisba Klarifikasi Penembakan Gas Air Mata, Polisi Tegaskan Tidak Masuk Kampus

    Rektor Unisba Klarifikasi Penembakan Gas Air Mata, Polisi Tegaskan Tidak Masuk Kampus

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Rizky Akbar
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba), Prof. A Harits Nu’mān, memberi klarifikasi terkait penembakan gas air mata di sekitar kampus pada Senin malam (1/9/2025). Ia menegaskan aparat memang melepaskan gas air mata ke arah kampus, tetapi mereka tidak pernah masuk ke dalam area Unisba. Kerusuhan bermula ketika sekelompok massa berpakaian hitam yang diduga kelompok […]

  • Pesantren Ibnu Syam Cilegon Gelar Milad Ke-5, Prof. Said Agil: Jadilah Orang yang Selalu Bersahabat dengan Alquran

    Pesantren Ibnu Syam Cilegon Gelar Milad Ke-5, Prof. Said Agil: Jadilah Orang yang Selalu Bersahabat dengan Alquran

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sukabumi.com, Cilegon– Milad Pesantren Ibnu Syam yang ke-5, Jumat, 4 Agustus 2023  menjadi tonggak sejarah penting bagi Kiprah Pesantren Ibnu Syam di Kota Cilegon, Provinsi Banten. Pada perhelatan milad kali ini, Pesantren Ibnu Syam mengundang beberapa tokoh penting yang memiliki kontribusi besar dalam bidang Alquran, di antaranya Prof. Dr. Djawahir Hazizie; alm. Ustadz Hamami yang […]

  • Alasan Jurusan Informatika Menjadi Favorit Calon Mahasiswa Era Digital

    Alasan Jurusan Informatika Menjadi Favorit Calon Mahasiswa Era Digital

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Vina Agustina
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Alasan jurusan Informatika menjadi favorit calon Mahasiswa semakin banyak dibicarakan karena kebutuhan tenaga ahli teknologi terus meningkat. Perkembangan era digital mendorong banyak siswa memilih jurusan yang mampu memberikan peluang karier luas sekaligus bekal keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Selain menawarkan ilmu yang terus berkembang, Jurusan Informatika juga membekali mahasiswa dengan kemampuan memecahkan […]

  • pokdakan teratai fish farm

    FGD Hibah 2026 Fokus Tingkatkan Produktivitas Pokdakan Teratai Fish Farm

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Rahma Putri
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Komitmen dalam mendorong pengembangan UMKM berbasis teknologi kembali ditunjukkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Hibah Tahun 2026 yang mendapatkan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dorektorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Berlangsung pada Selasa (26/05) di Kp. Kutatengah RT 10 RW 004, Desa […]

  • BSI Explore 2026 Matangkan KKN Tematik, Ciracap Siap Sambut Mahasiswa Pengabdian | Doc. Istimewa

    Mengabdi untuk Negeri, BSI Explore 2026 Bangun Kolaborasi Bersama Masyarakat Ciracap

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Sukabumi – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus mempersiapkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik melalui program BSI Explore 2026. Sebagai bagian dari persiapan tersebut, tim survei wilayah Sukabumi melakukan kunjungan ke Kecamatan Ciracap pada 22–24 Juni 2026. Tim juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk mematangkan pelaksanaan program. BSI Explore merupakan […]

expand_less