Salah Pilih Jurusan? Ini Cara Ubah Arah Karier agar Tetap Siap Kerja
- account_circle Hana Fauziah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Salah Pilih Jurusan? Ini Cara Ubah Arah Karier agar Tetap Siap Kerja. | Sumber : Gemini AI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Banyak mahasiswa mulai mempertanyakan pilihan jurusan ketika memasuki pertengahan masa kuliah. Tidak sedikit yang merasa jurusan yang mereka pilih ternyata kurang sesuai dengan minat. Kondisi ini sering memunculkan kebingungan, membuat sebagian mahasiswa menjalani perkuliahan sekadar mengejar kelulusan, lalu merasa cemas saat membayangkan persaingan di dunia kerja setelah wisuda.
Meski begitu, kamu tidak perlu menganggap kondisi tersebut sebagai akhir dari perjalanan. Saat ini, perusahaan lebih mengutamakan keterampilan, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi daripada sekadar nama program studi dalam transkrip akademik. Selama masih berstatus mahasiswa, kamu tetap memiliki kesempatan untuk mengubah arah karier sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Kalau ingin melakukan career pivot agar tetap kompetitif di industri impian, kamu bisa memulai lima langkah berikut.
Kenali Minat yang Sebenarnya
Mulailah dengan mengevaluasi diri secara jujur. Jangan langsung menyimpulkan bahwa kamu salah jurusan hanya karena merasa lelah menghadapi tugas kuliah. Sebaliknya, cari tahu aktivitas yang mampu membangkitkan semangatmu. Jika kamu lebih menikmati membuat desain, menulis konten, mengembangkan aplikasi, atau mempelajari teknologi di luar materi kuliah, besar kemungkinan aktivitas tersebut menunjukkan arah karier yang lebih sesuai.
Hubungkan Jurusan dengan Karier Impian
Kamu tidak perlu menghapus seluruh bekal yang sudah kamu peroleh selama kuliah. Justru manfaatkan pengetahuan dari jurusanmu sebagai nilai tambah untuk memasuki bidang lain. Sebagai contoh, mahasiswa Akuntansi atau Manajemen dapat mengembangkan karier sebagai Product Manager atau Digital Marketer karena profesi tersebut membutuhkan kemampuan analisis, logika, dan pengambilan keputusan yang sudah mereka pelajari selama kuliah.
Perkuat Portofolio Lewat Proyek Mandiri
Saat proses rekrutmen berlangsung, perekrut akan lebih tertarik melihat kemampuan nyata daripada sekadar latar belakang jurusan. Karena itu, manfaatkan waktu luang untuk mengikuti pelatihan daring, memperoleh sertifikasi, atau mengerjakan proyek pribadi yang relevan dengan bidang yang ingin kamu tekuni. Seluruh pengalaman tersebut dapat memperkuat CV sekaligus menunjukkan kompetensi yang kamu miliki.
Manfaatkan Dukungan BCC UBSI
Kalau kamu berkuliah di Universitas BSI, manfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia melalui BCC (BSI Career Center). BCC dapat membantu mahasiswa menyusun rencana karier, mengikuti pelatihan kesiapan kerja lintas jurusan, hingga memperoleh informasi magang yang sesuai dengan target profesi. Dukungan tersebut dapat mempercepat proses transisi menuju bidang karier yang baru.
Perkuat Personal Branding Profesional
Mulailah membangun citra profesional melalui LinkedIn dan CV. Gunakan headline yang mampu menggambarkan tujuan karier secara jelas, misalnya “Accounting Student | Aspiring Digital Marketer”. Selain itu, tampilkan berbagai transferable skills seperti kemampuan memecahkan masalah, komunikasi, manajemen waktu, serta kerja sama tim. Langkah ini akan membantu perekrut melihat potensimu, bukan sekadar jurusan yang kamu tempuh.
Salah memilih jurusan bukan berarti kamu kehilangan kesempatan meraih karier impian. Justru, pengalaman tersebut dapat menjadi awal untuk menemukan jalur karier yang lebih sesuai dengan minat dan kemampuan. Dengan terus meningkatkan keterampilan, membangun portofolio, serta memanfaatkan dukungan dari BCC Universitas BSI, kamu dapat mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dengan lebih percaya diri. Jangan menunggu sampai lulus untuk memulai perubahan, karena setiap langkah kecil yang kamu ambil hari ini akan membuka peluang yang lebih besar pada masa depan.
- Penulis: Hana Fauziah
- Editor: Neng Merly
