MisteriSasakala

Telaga Warna : Mutiara Indah Dibalik Indahnya Berbagai Warna Di Telaga

210
×

Telaga Warna : Mutiara Indah Dibalik Indahnya Berbagai Warna Di Telaga

Sebarkan artikel ini

Tidak terlalu jauh dari Sukabumi  terdapat sebuah telaga yang airnya bisa berubah rubah warna. Nama telaga ini adalah Telaga warna.

Gambar Kalung Mutiara Dalam Talaga Warna | Doc: Istimewa

Sukabumihitz РTidak terlalu jauh dari Sukabumi  terdapat sebuah telaga yang airnya bisa berubah rubah warna. Nama telaga ini adalah Telaga warna. Warna dari air telaga ini bisa berubah karena pantulan dari cahaya matahari, sehingga menimbulkan warna gradasi bervariasi.

Terletak di antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, telaga warna berada pada ketinggian 1.400 MDPL.

Berbagai fasilitas telah tersedia di Talaga Warna ini, seperti penginapan, ruang meeting, gazebo, flying fox, sewa perahu, mushola, dan lainnya. Para pengunjung bisa menikmati semua fasilitas yang ada di sana sambil menikmati pemandangan yang indah dan sejuk.

Selain keindahan Talaga Warna yang indah dan menawan ini, ternyata ada mitos asal muasal adanya Talaga ini.

Asal usul Talaga Warna

Telaga Warna | Doc: Google Maps Cep Budhi Darma

Zaman dahulu, di daerah Puncak Bogor, lebih tepatnya di lereng Gunung Lemo sekitar Pegunungan Mega Mendung, ada sebuah kerajaan yang terkenal dengan sebutan kerajaan Kutatanggeuhan. Nama kerajaan ini berasal dari kata “Kuta” yang berarti tempat dan “Tanggeuhan” yang berarti andalan. Kerajaan ini seringkali disebut juga sebagai Kerajaan Kemuning Kemangi.

Pemimpin kerajaan ini adalah seorang raja bernama Prabu Swarnalaya, dan memiliki seorang permaisuri yang bernama Ratu Purbamanah. Pada masa pemerintahannya, kerajaan ini hidup dalam perdamaian, tanpa adanya permasalahan diantara para anggota keluarga kerajaan. Meskipun demikian, sang prabu dan permaisurinya ternyata tidak bahagia.

Penyebab dari ketidak-bahagiaan ini karena sang prabu dan permaisurinya ternyata belum memiliki seorang anak walaupun pernikahan mereka sudah bertahun-tahun lamanya. Banyak upaya telah mereka lakukan, seperti mengonsumsi jamu tradisional dan meminta saran kepada penasihat kerajaan, namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil apa pun. Pada akhirnya, sang raja Swarnalaya pun memutuskan untuk melakukan ikhtiar lain yaitu bertapa dalam sebuah goa.

Sang Ratu Akhirnya Mengandung

Tahun demi tahun berlalu, sang raja pun menerima sebuah wahyu, atas izin dari Sang Maha Kuasa, dan penantian selama beberapa bulan istri raja hamil lalu melahirkan seorang putri yang cantik dan mereka memberinya nama Nyi Ajeng Gilang Rinukmi, atau lebih banyak orang mengenalnya dengan sebutan Putri Ayu Kencana Ungu.

Mereka pun Bahagia atas kelahiran putri mereka, karena keinginan untuk memiliki keturunan sudah terkabul keluarga kerajaan menjadi lebih bersatu. Saat putri mereka tumbuh dewasa, raja mengadakan sebuah pesta dan memberikan hadiah berupa sebuah kalung kepada Putri Ayu Kencana Ungu.

Namun, Putri Ayu Kencana Ungu menolak untuk menerima kalung itu, bahkan ia melemparkan kalung itu ke luar jendela, yang kemudian jatuh ke tanah. Karena sikap itu, sang ibu pun menangis sejadi-jadinya atas sikap anaknya tersebut. Bersamaan dengan itu, ada satu kejadian di mana terjadi gempa besar dan tanah retak di dalam kerajaan Kutatanggeuhan, keretakan tanah itu semakin lama semakin dalam, hingga akhirnya menenggelamkan kerajaan beserta seluruh isinya. Akhirnya, kerajaan Kutatanggeuhan dan seluruh isinya pun tenggelam.

Karena dasar danau yang begitu bersih, terdapat sinar berkilauan yang terlihat indah dengan berbagai warna berasal dari kalung intan berlian yang berada dalam danau tersebut. Itulah asal-usul adanya warna yang berbeda-beda dalam danau tersebut, yang kini terkenal dengan sebutan Telaga Warna.

 

Baca Juga: Situ Bagendit : Danau Indah Penuh Misteri